^HAPPY READING^
.
.
Setelah menyelesaikan pertarungan, sebenarnya tak bisa di sebut pertarungan karena sasuke langsung menggunakan tsukuyomi untuk membunuh mereka melalui ilusi. Ia malas mengeluarkan banyak tenaga dengan pertarungan yang sia-sia. meski ini cukup sebagai latihan untuk hinata.
"senpai..bersabarlah"
Hinata menyalurkan chakra hijaunya ke arah luka-luka yang di alami oleh genma saat ini.
"sasuke-kun..bisakah kau menyalurkan sedikit chakra-mu untukku... aku fikir ini tak akan cukup"
Sasuke tak menjawab, ia hanya mendekat, menyalurkan chakra ke arah hinata, ia tahu wanita ini lemah dan memiliki jumlah chakra yang terbatas. Namun tetap saja sifat penolongnya itu tak mau hilang. Jika ia mati, maka semua pintu surga mungkin akan langsung terbuka untuknya.
"jangan memaksakan diri, Hinata"ingat sasuke
"hehehe..tidak akan, lagian aku memiliki cadangan chakra jika habis"sasuke memutar bola matanya.
"apa maksudmu, hah? Kau fikir aku bank chakra-mu"
"kau tak sadar? walau terlambat, terimakasih karena sudah menyadarinya"
"Hinata..."hinata hanya tertawa lebar mendengar suara sasuke menggeram kesal.
Genma dan aoba saling pandang, seolah mereka sedang berbicara lewat tatapan mereka, bahkan aoba yang belum di obati oleh Hinata saja masih cukup sadar dengan apa yang sedang terjadi.
"senpai untuk luka-luka yang tak begitu dalam..gunakan saja salep klan hyuuga.. itu cukup ampuh"
Hinata menyerahkan salep pada sasuke, sedangkan pria itu melototkan matanya bertanya dalam diam.
"genma senpai terluka, sasuke-kun..kau tak akan membiarkan ia mengobati dirinya sendiri kan? Aku harus mengobati aoba sen..."
"iya..iya..cerewet"
hinata tertawa saat sasuke mengambil obat tersebut dengan kasar, ia pun mendekat ke arah aoba, melihat seberapa dalam luka yang di alami aoba menggunakan byakugan-nya, lalu setelah itu ia mulai menyalurkan chakra hijaunya, meski tak sehebat sakura, hinata tetap berharap bisa menolong mereka walau hanya sedikit.
Setelah selesai, hinata sedikit terduduk lemah karena chakra-nya tinggal sedikit, ia tak mungkin menyuruh Sasuke untuk menyalurkan chakra-nya lagi kan? Ia hanya perlu beristrahat sebentar. Hinata bersandar di pohon sejenak, sedangkan sasuke duduk di dahan pohon tepat di mana Hinata bersandar.
Aoba dan Genma juga sudah lebih baik dari yang tadi. kakek tua mendekat pada hinata memberikan sebotol air untuknya..
"arigatou jii-san"hinata berkata dengan sopan.
"tidak..terimkasih karena telah menolong kami dari para pemberontak itu"
Hinata tersenyum kecil mendengarnya. Apa benar kali ini ia menolong orang lain? Sepertinya malam ini ia bisa tidur nyenyak. Ia bukan lagi kunoichi lemah kan? Walau sedikit ia sudah mulai berubah bukan?.
"tidak apa-apa jii-san..lagian, kami juga berasal dari konoha jadi kami cukup senang bisa membantu rekan kami"jelas Hinata. ia melihat genma dan aoba yang mendekat ke arahnya meski kadang wajah mereka meringis menahan sakit.
"mengapa kau bisa bersama sasuke, hinata?"tanya aoba dan genma berbarengan..
Mereka cukup tahu bagaimana kepribadian sasuke dan Hinata, jadi ini sedikit mengejutkan melihat mereka bersama. Dan kalian lihat bagaimana mereka bertarung tadi? Hinata dan sasuke seolah keluar dari karakter mereka selama ini. malaikat dan iblis itu satu tim yang benar saja?
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DARK SKY AND THE MOON
Fiksi PenggemarNaruto @Masashi Kishimoto but this story by me Cover Art Credit to Owner . . |Uchiha Sasuke x Hyuuga Hinata x Uzumaki Naruto| Rank 1 #SasuHina : 29/10/2020 * * Bagi semua orang, Uchiha Sasuke dan Hyuuga Hinata adalah sebuah ketidakmungkinan. bahkan...
