Chapter 27

13.7K 1.1K 144
                                        

^HAPPY READING^
.
.

Air mata Hinata mengalir dengan deras membasahi wajah cantiknya melihat dua orang bertukar jutsu dengan niat melukai lawannya, sejak tadi teriakan dan tangisannya seolah di indahkan. Kebaradaannya di sana tak terlihat oleh mereka, emosi dan kecemburuan menelan habis dua jiwa yang kini bertarung seolah mempertaruhkan hidup mereka masing-masing.

Darah dan luka yang mereka terima saat ini seolah tak memperngaruhi gerak tubuh mereka.

"Hentikannnnn...."teriak Hinta untuk yang kesekian kalinya, suaranya mulai terdengar serak. Ia tak bisa melangkah mendekat.

Kekecewaan yang ia miliki untuk dua pria ini tak lagi terbendung. Orang yang begitu ia kagumi dan orang yang begitu ia cintai menjadikannya sebuah taruhan tanpa mempertimbangkan perasaannya namun lebih dari itu, yang paling menyedihkan adalah Sasuke bahkan tak mempercayainya.

Hinata mengepalkan tangannnya kuat-kuat, ia mengigit bibitnya hingga rasa amis mengalir dalam mulutnya.

"ak..aku mohon...hentikan, kalian akan terluka"guman Hinata dengan suara yang terdengar seperti bisikan

"AKU SUDAH MENGATAKAN UNTUK MENJAUH DARINYA"teriak Sasuke dengan mata memerah, luka yang mengalir dari wajah dan beberapa bagian tubuhnya tak juga menyurutkan tekadnya mengalahkan Naruto.

Tidak, saat taruhannya adalah Hinata.

"DIA MILIKKU...HINATA ITU MILIKKU"

Sekali lagi Sasuke menyatakan kepemilikannya, ia ingin memaki karena ia tak di berkahi Chakra yang melimpah seperti Naruto namun ia juga tak akan kalah dalam pertarungan ini.

"milikmu? Apa kau bermimpi? Sejak awal dia mencintaiku Sasuke. sejak awal dia adalah milikku... jangan bertingkah bodoh"

Naruto meludahkan darah dengan tawa sarkartis miliknya. Keadaanya tak kalah jauh dari Sasuke, ia terluka..bahkan berdarah, ia fikir ia tak akan sanggup lagi untuk bertahan. Tapi tidak untuk kali ini, ia tak ingin menyerah.

Sungguh, kali ini ia benar-benar tak ingin menyerah...

"SASUKE..."Teriak Naruto yang berniat melancarkan serangan rasengannya..

"NARUTO..."Dari tangan Sasuke muncul kilatan petir yang mungkin bisa saja mencabik-cabik orang yang akan menjadikan lawannya.

Mereka saling menyerang tanpa mencoba menghindar, menerima setiap luka yang di berikan lawannya. Tubuh Sasuke terpelantang hingga ke beberapa dahan hingga patah, ia memuntahkan darah dari mulutnya. Begitu juga Naruto yang terpental beberapa meter dari Sasuke.

"kage kubi Shibari no jutsu"Guman pria berambut nanas itu cepat, sebelum dua orang itu kembali bangun dan saling menyerang padahal keadaan mereka yang sekarang saja sudah cukup mengenaskan.

"APA YANG KALIAN LAKUKAN?"teriak SAKURA DAN INO yang muncul bersama Shikamaru, Chouji, Kiba, Shino, Tenten, Sai bahkan Lee. Semua Rookie 12 berada di sana.

Kiba dan Shino melihat Hinata yang menangis namun tatapannya penuh akan kekecawaan, ia berdiri tak jauh dari pertempuran Naruto dan juga Sasuke.

Dengan kesal Kiba menatap dua orang yang bahkan tak mampu lagi untuk berdiri menyokong tubuh mereka masing.

"Kalian membuatnya menangis, Sialan"Teriak Kiba dengan marah, tatapan tajam yang jarang sekali ia tunjukan kini dengan jelas ia arahkan pada dua temannya.

"apa yang kalian lakukan? Apa kalian tak mendengarnya berteriak meminta kalian untuk berhenti"

Shikamaru memang sudah di sana bersama Chouji dan juga Lee sejak tadi. Yang lainnya baru saja berkumpul menyaksikan Hutan yang tak jauh dari kalan Uchiha yang di jadikan medan pertempuran.

THE DARK SKY AND THE MOONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang