3

696 70 46
                                        

Ahh... Sebaiknya aku segera mandi.

***************

Aku keluar kamar mandi hanya mengenakan boxer sambil mengeringkan rambutku. Ahh.. Segarnyaaa!! Sungguh rasanya fresh sekali. Aku sengaja berlama-lama mandi untuk merilekskan badanku yang lumayan kaku.

"Hyung aku membuatkanmu segelas susu. Mumpung masih hangat cepet diminum." ucap Seungri tiba-tiba.

'Hm kupikir dia sudah tidur...

"Hn" jawabku sekenanya mengabaikannya lalu berjalan ke meja komputerku melanjutkan pekerjaanku tadi.

Tiba-tiba segelas susu putih berada tepat didepanku, menghalangi pandanganku ke arah monitor. Wangi semerbak khas sabun mandi merasuk kehidungku membuatku tercekat. Wangi khas tubuhnya yang bercampur dengan wangi sabun menguar menusuk tajam indra penciumanku menciptakan aroma bersensasi yang membuat tenggorokanku kering. Tak berani bernafas sejenak, aku takut jika menghirupnya akan menggoyahkanku.

"Minumlah dulu hyung, mumpung masih hangat." ucapnya sabar.

Daripada dia terus menggangguku, segera kuambil susu tersebut dan meminumnya sampai habis lalu kukembalikan gelasnya padanya. Berharap dia segera pergi setelahnya.

"Hyung, apa tidak sebaiknya kamu tidur dulu? Nanti hyung sakit lagi loh.. "

'Ehh?? Ada atau tidak adanya susu, dia ternyata masih menggangguku rupanya...

Kubiarkan saja ocehannya. Aku masih berkutat dengan projectku, berusaha konsentrasi penuh mengerjakannya. Beberapa saat hening senyap suasana dikamarku. Hanya suara yang timbul dari ketikan demi ketikan jemariku dikeyboard yang menggema keseluruh ruangan.

Tiba-tiba aku merasakan tekanan dikedua bahuku yang membuatku sedikit berjingkit kaget. 

"Shiit!!!!" umpatku.
"Ups, mianhaeyo hyung aku mengagetkanmu, bersantailah sedikit. Hyung terlalu tegang." ucapnya yang tanpa permisi main mijit aja.
"Rilekskan badanmu sejenak hyung... Jangan terlalu memforsir tubuhmu. You know, tubuh itu juga punya batas limit tahu..." omelnya sambil terus memijat bahu serta tengkukku.

Hahh... ya sudahlah, aku sedang tak ingin mengeluarkan suara. Nikmati saja, lagian benar katanya, saat dia memijatku begini barulah terasa tubuhku meronta sakit semua. Dia memang tidak mahir memijat, tapi setidaknya ini lumayanlah. Beberapa kali sentuhan-sentuhannya ditengkukku membuatku berdesir-desir. Seperti memancing sesuatu untuk keluar dari tubuhku, meski sebenarnya aku tahu dia tak ada maksud lain dari ini. Tapi... yaa tetep aja. Semerbak wangi dari tubuhnya semakin memperburuk keadaan, membuatku tambah terbuai. Tubuhku segera mengirim sinyal "Warning! Danger!" ke otakku. Aku memegang tangannya menghentikan gerakan memijatnya saat aku mulai merasakan rasa-rasa yang lain selain nikmatnya pijatan di otot-ototku yang kaku.

"Kenapa hyung? Apakah pijatanku terlalu keras atau sebaliknya?" tanyanya bingung.
"Tidurlah... " ucapku singkat sambil menyingkirkan kedua tangannya dari bahuku.
"Mianhae... Aku tak tahu harus berbuat apa untuk membantumu. Ku pikir aku bisa sedikit berguna untukmu hyung, tapi ternyata meski hanya memijatmu pun aku tak bisa. Mianhae hyung..." ucapnya tersirat kesedihan, perasaan bersalah dan frustasi.

Aku diam tak menjawab bukan karena apa. Aku hanya tak tahu harus menjawab apa. Aku tahu niat baiknya. Tapi aku pun bingung dengan apa yang sebenarnya aku butuhkan. Sampai tiba-tiba dia memeluk leherku dari belakang. Aku yang masih belum beranjak dari dudukku sejak tadi, bahkan menoleh padanya pun tidak masih tak bergeming setelah mendapat pelukan tiba-tiba darinya ini. Aku tidak percaya akan diriku sendiri jika sampai aku melihat wajahnya. Berdekatan seperti ini saja sudah cukup menggoyahkanku apalagi sekarang dia memelukku, menenggelamkan wajahnya di bahuku. Aku tertegun tak tahu harus bagaimana. Sebisa mungkin aku menahan diriku. 

What is Love? ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang