Aku membawanya kepelukanku. Membiarkannya menumpahkan tangisnya dibahuku. Tidak bisa dipungkiri bahwa ini semua berat untukku dan dia bahkan untuk semuanya. Namun kami ada saling berdiri berdampingan untuk menguatkan satu sama lain menghadapi semuanya. Bahkan aku sudah menyiapkan rencana jika sampai skenario terburuk akan terjadi pada kami, aku akan membawa dia pergi dari sini, dari negara ini. Aku tidak percaya bahwa dengan kemampuan kami ditambah namaku, kami tidak bisa hidup diluar sana. Aku yakin kami pasti bisa.
Sekarang masalah selanjutnya yang harus kami hadapi adalah orang tuanya, keluarga Seungri...
*************************************************
Setelah malamnya kami menjelaskan kepada keluargaku, siang ini jadwalnya untuk bertemu keluarga Seungri untuk menjelaskan keadaan kami. Pertemuan semalam dengan keluargaku berakhir dengan kesenyapan yang awkward banget. Keluargaku tak mengatakan apapun setelah melihat Seungri menangis dipelukanku. Kami pun belum mendapatkan jawaban pasti akan pengakuan kami ini pada mereka. Apa kah mereka menerima atau tidak, kami tidak tahu. Bagaimana pun ini bukan hal yang mudah untuk diterima. Semua ada prosesnya dan butuh waktu. Yang jelas saat kami melihat figur kepergian mereka semalam yang sedikit kalem saja bagi kami itu sudah cukup sinyal baik untuk kami berdua. Kami tak berani berharap lebih.
Flashback
Sebelum kami pulang...
"Lalu, langkah apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya ayahku.
"Kami berencana untuk menjelaskan ke orang tua Seungri besok pa." jawabku.
"Apa yang akan kau katakan pada mereka?" tanya ayahku lagi. Aku paham maksud ayahku ini, bagaimana pun disini aku telah menyeret anak mereka ke dalam permasalahan pelik karenaku juga disaat situasi saat ini yang memang sedang pelik pula.
"Appa tidak usah kawatir. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku yang akan bertanggung jawab atas segalanya. Ini adalah kesalahanku, aku akan menghadapinya apapun itu. Appa dan omma tenang saja, aku seorang namja dewasa pa, aku bukan sekedar bocah lagi. Aku akan menyelesaikan semuanya selayaknya pria dewasa." dengan penuh keyakinan aku menjawab sambil memberikan senyuman percaya diri dan keberanianku pada ayahku.
Setelahnya ayahku memberiku respon senyum simpul kepadaku. A bit Relief. Itu tandanya dia mengerti maksud hatiku. Dia tahu aku bisa menghadapi dan mengatasi ini semua. Setidaknya ayahku percaya padaku. Lalu aku pun memandang ibu dan kakakku dengan pandangan yang sama. Meyakinkan mereka, bahwa aku pasti bisa, semua akan baik-baik saja, tidak perlu kawatir. Mereka semua terlihat sedikit tenang setelahnya, itu sudah cukup bagiku. Kemudian kami berpisah tanpa mengatakan apapun lagi. Keluargaku memandang Seungri dan perutnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Kebingungan dan ketidak percayaan masih terpancar diraut wajah mereka. Mereka seperti ingin mengatakan sesuatu pada Seungri namun tak ada satu patah katapun yang mampu keluar. Seungri paham, jadi dia memberikan senyuman tercerianya yang murni dari lubuk hatinya yang terdalam berharap mereka menangkap maksud hatinya yang mengatakan 'Gwenchana, aku mengerti, tidak usah kawatir'. Aku bangga padanya. Dengan senang aku menggapit pinggangnya untuk merapatkan tubuhnya padaku lalu ikut memandang ke arah keluargaku dengan pandangan 'Kalian tenang saja. Seungri akan baik-baik saja bersamaku. Kami akan baik-baik saja dan semua akan baik-baik saja'.
End Flashback
"Hyung, sebentar lagi mereka tiba." ucap Seungri sedikit rasa takut dan tidak tenang terpancar dari raut wajahnya menatap handphone ditangannya.
"Wae?" tanyaku mendekatinya yang sedang duduk diranjang bersandar dengan bertumpukan tumpukan bantal-bantal untuk menyamankan punggungnya, efek si kecil yang lagi aktif bergerak. Mungkin karena si ibu ups, si bapak maksudnya, sedang tegang karena terlalu gelisah.
KAMU SEDANG MEMBACA
What is Love? ✔️
RandomLove is... Sweeter than honey and bitter as gall. -- Pairing : Nyongtory Genre : Boys Love/Yaoi ⚠ 🔞 ⚠ Tolong warningnya diperhatikan bener², ini BUKAN content untuk yg DIBAWAH UMUR!!!
