18

349 42 66
                                        

Begitupun didalam kasusku dan Seungri ini. Aku harus menjadi yang lebih kuat dan berani didepannya. Bayangin saja bagaimana jika aku lemah, takut dan panik didepannya, apa jadinya Seungri? Dia selama ini melihatku sebagai role modelnya. Dia mencontoh apa yang aku lakukan. Kalau aku sampai panik apa gak dia makin panik coba. Apa kabar janinnya kalau sampai begitu kejadiannya. Sebenarnya Seungri itu kuat loh. Dia tahan banting. Terbukti dengan segala bullyan dari nitijen selama ini tidak menyurutkan langkahnya. Dia tetap semangat meniti karirnya. Cumaaan... Entahlah, kurasa ini pengaruh hormon deh. Kehamilannya ini mempengaruhi hormonnya, membuatnya menjadi lebih... sensitif I guess 😅.

Hahh... Sudahlah. Intinya aku kudu kuat demi 'istri' dan anakku. 😁

****************************************

"Dalam rangka apa nih kamu mengundang kita semua makan malam hari ini nak?" tanya Ibuku yang baru saja datang.

Malam ini, setelah merencanakan semuanya. Aku pulang sesuai rencana. Dimana kepulanganku pada hari ini adalah untuk datang fitting baju yang akan ku gunakan dalam acara pernikahan kakak perempuanku bulan depan. Kebetulan juga bulan depan adalah bulan terakhirku menjalani kewajiban negaraku. Meski begitu tanggal pelaksanaan hajatan kakakku ada diawal bulan sedangkan aku selesai wamil diakhir bulan. Jadi libur terakhirku ku ambil pas acara pernikahannya kakakku dan aku sudah mengajukan peralihan libur kepada atasanku dimiliter. Disini setidaknya aku bersyukur. Meski situasi disekitar kami sedang tidak kondusif. Dan kami sedang ditimpa banyak masalah, tapi setidaknya aku selesai wanil tepat sebelum Seungri melahirkan. Jadi aku bisa menemaninya. Aku sungguh-sungguh sangat bersyukur akan kebijakan baru yang diberlakukan pihak militer dimana ada percepatan tempo penyelesaian kewajiban menjalani wajib militer bagi kami para namja sipil. Dan saat kebijakan ini sudah mulai berlaku, untung pas aku kebagian juga. Bener kata orang tua jaman dulu bilang, selalu ada untung disetiap kebuntungan wkwkwkwk...

Oke, kembali ke laptop. Setelah siangnya kami rempong fitting baju dan segala macamnya untuk persiapan acara pernikahan kakakku, aku mengundang kedua orang tuaku beserta kakak perempuanku untuk makan malam disalah satu restaurant yang biasa kami datangi. Restaurant itu cukup eksklusif, terdapat ruang privat yang bisa dibooking khusus jadi kami bisa ngobrol pribadi tanpa takut terdengar dari luar. Hari ini memang aku tidak membawa serta Seungri dalam keremponganku siang tadi. Tentu saja aku kasian lah sama dia, diusia kanduangannya yang sudah menua dia mulai mudah kelelahan. Ga mungkin dong aku tenteng-tenteng dia kesana kesini ga tega lah aku, kasian. Meski sebenarnya dia pun merasa tidak apa-apa. Tapi malam ini, demi menebus seharian ini aku yang tak menemaninya, sekarang aku ikut mambawa serta dia dalam makan malam keluargaku malam ini. Sekaligus mengungkapkan rahasia kami pada keluargaku seperti yang sudah direncanakan. Degdegan sih. Takut hasilnya buruk. Bisa jadi kami langsung diusir nih. Atau kalau enggak orang tua ku yang kena serangan shock dadakan takutnya kenapa-kenapa jadi mungkin aku perlu menyiapkan ambulan maybe😪. Hahh... ya sudahlah, pasrah sama Tuhan saja.

Ku lirik Seungri yang duduk disampingku. Dia terlihat sangat tegang dan sedikit pucat. Aduuhh, gimana ini, dia ga boleh begitu terlalu lama. Bahaya sama janinnya dong. Perlahan aku menggenggam tangannya yang dia tumpukan diatas pahanya. Dia melihat kearahku, dengan sangat santai aku memberinya senyuman yang tenang dan menenangkannya. 'Everything's gonna be alright baby'. Itulah kata yang ku coba salurkan padanya dan dia menerimanya dengan baik. Tubuhnya mulai rileks, otot-ototnya yang semula menegang sekarang sudah bisa sedikit mengendur, kini dia bisa mulai tersenyum tulus ga terlalu dipaksakan lagi seperti sebelumnya. 

"Ya ga ada apa-apa sih omma. Itung-itung perayaan awal merayakan selesainya persiapan acara noona." Jawabku santai menanggapi pertanyaan ibuku tadi.
"Ahh sayang sekali calon suamiku ga bisa ikut." rajuk Dami noona yang juga ikut makan malam ini.
"Bukannya kalian sedang dipingit, Calon pengantin kan ga boleh sering ketemu toh?" godaku yang membuatnya merona malu-malu hahaha..

What is Love? ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang