5

723 59 80
                                        

Oh God!!! I love him soo muchh!!

Ehh?? Aku lupa tak pakai kondom. Haiyaa...Ya sudahlah..

******************************

Dan malam ini berakhir dengan aku yang terus menggagahinya lagi dan lagi sampai dia merengek kelelahan barulah aku benar-benar melepaskannya. Untung kamarku dilengkapi dengan soundproof. Hohoho. Meski aku belum benar-benar terpuaskan sampai tuntas tapi ini sudah mendinglah... Hehe. Hitung-hitung ini kali pertamanya jadi ditolerir lah, bisa mampus aku kalau dia sampai kapok melayaniku lagi. Karena aku sudah mulai ketagihan dengan tubuhnya. Dan no fucking hell aku bakal melepas kenikmatan ini sekali saja.

Bayangkan saja keuntungannya. Nikmat, puas, aman and ga ribet. Bahh, surga mana yang kau dustakan coba... Wkwkwkk. Ga takut kena penyakit, ga takut kesandung scandal, bebas, ahhh dan masih banyak keuntungan-keuntungan lainnya.

Eitt... Tahan dulu dong merong-merongnya. Maen ngejudge aja deh kalian ini.

Jangan bilang aku manfaatin Seungri yaa... Disini kami sama-sama suka dan saling menikmati. Aku ga maksa loh, dia udah aku kasih pilihan dan dia sendiri yang ngijinin ga ngindar ga nolak. Kalau kalian masih protes coba baca ulang chapter sebelumnya dimana aku ngasih dia pilihan dan waktu untuk menghindar.😌

Kalian mau ngatain aku kejam, biadab, brengsek, bangsat, tega, jahat, iblis sekalipun aku tidak perduli. Aku hanya akan mendengarkan apa katanya, bukan kalian. Keputusan ada ditangannya, meski aku bakalan tetap sedikit campur tangan dalam mempersuasif pikirannya hihihi. 😈

"Ugh~" erangnya saat mulai terbangun.
"Kamu sudah bangun Ri?" tanyaku sambil berjalan mendekatinya yang terbaring ditempat tidur.

"Ugh.. Badanku sakit semua~" rengeknya dengan suara yang amat serak sambil mengucek matanya.
"Aku membawakanmu sarapan, makanlah." ucapku yang sekarang duduk dipinggir ranjang sambil menunjuk makanan yang berada diatas meja disebelah ranjang.

"Ukh.." erangnya sambil memejamkan mata erat-erat seperti menahan rasa sakit yang teramat dan tiba-tiba saat dia mencoba duduk.

'Ups, kelihatannya yang ini karena salahku.. " batinku.

"Ambil nafas Ri, pelan-pelan... " ucapku lagi sambil membantunya duduk bersandar di headboard ranjang.

Kugenggam tangannya, sambil dengan tanganku yang satunya merapikan rambutnya yang berantakan dengan sayang setelah itu mengusap pipi lembut. Kulihat dia agak terkejut dengan perlakuanku dan menimbulkan pipinya merona sedikit salah tingkah namun tak menampikku.

"Mianhae yaa, kamu jadi kesakitan begini gara-gara aku semalam yang tak bisa mengontrol diriku dengan baik padahal ini kali pertamamu. Aku sungguh minta maaf..." sesalku padanya. (A/n: Duhhh basiiiii!!!)

"Jangan begini hyung, aku gapapa kok, tenang aja." balasnya sambil mencoba tersenyum seceria mungkin agar tak membebaniku.

Hadehh anak ini, padahal aku bisa melihat dia beberapa kali mengernyit kesakitan saat bergerak sedikit. Itu lah dia. Dia terlalu baik. Dia selalu berusaha tak menyusahkan siapapun.

"Ehh?? Ini jam berapa kok sudah terang banget, ya ampun aku ada jadwal shooting hari ini ukh~..." paniknya yang sampai melupakan sakitnya mengakibatkannya mengerang cukup keras.

"Sudah tenanglah, hari ini kamu istirahat saja. Ak-.. "

"Ga bisa hyung, hari ini tuh aku ada jadwal shooting!! Oh ya Tuhan!! Mereka pasti marah.. Gimana ini ukh~" dia memotong ucapanku dengan panik lagi-lagi melupakan sakitnya. Aku kembali membuatnya bersandar.

"Tenanglah Ri-ah... Aku sudah meminta ijin untukmu hari ini. Aku sudah minta tolong manager hyung, kamu ijin sakit hari ini. Tadi dia dan yang lain kesini melihat keadaanmu. Dia tahu suhu panas di dahimu jadi dia mengerti." jelasku.

What is Love? ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang