Dengan suara parau yang ga jelas banget aku melantunkan secarik lirik lagu yang entah kenapa hanya melodi lagu itu saja yang tiba-tiba terngiang dikepalaku. Aku tak perduli dengan suara fals dan sumbangku. Gelak tawa yang ku terima darinya itu adalah respon terindah yang ingin ku jaga sampai kapanpun.
************************************************************************
Waktu terus bergulir. Hari terus berganti. Kini bulan pun sudah berganti. Bulan ini adalah bulan terakhir dimana aku akan menyelesaikan kewajiban militerku selama hampir dua tahun ini. Bertepatan di bulan ini pulalah perhelatan acara pernikahan kakak perempuanku digelar. Jika sesuai rencana sih aku bakal datang di acara kakakku menggunakan jatah liburku yang aku ganti menyesuaikan tanggal acara. Namun masalahnya rencana itu dibuat saat sebelum insiden pengakuan waktu itu terjadi. Nah kalau sekarang bagaimana ini?! Sejak insiden waktu itu tidak ada komunikasi sama sekali yang terjalin antara aku dan keluargaku sedikitpun apalagi dengan keluarga Seungri, nihil. Aku hanya semakin intens menghubungi Seungri. Takut kalau-kalau dia masih down atau gimana, jadi fokusku aku curahkan untuk terus menemaninya, menghiburnya dan memperhatikannya. Karena sebelum aku berangkat ke camp waktu itu, dia sangat tidak rela aku berangkat soalnya. Dia terlalu kawatir dengan keadaanku.
Nanti kalau aku dicamp bagaimana dengan kondisiku yang seperti itu?
Kalau disuruh latihan keras gimana padahal masih begini?
Kalau ditanya teman-teman sejawat atau senior atau atasanku bagaimana dengan luka-luka yang aku alami ini, dan lain-lainnyalah pokoknya. Dia terlalu kawatir jadinya aku setiap hari sebisa mungkin menghubunginya tak ingin membuatnya kawatir yang berlebihan lagi. Bisa bahaya untuk kesehatannya dan janinnya. Apalagi usia kandungannya sudah menua begini, aku udah was-was aja harap-harap cemas setiap saat. Apalagi dia beberapa kali terakhir ini mengeluhkan sakit di perut bagian bawahnya bikin aku makin cemas. Ga mungkin dong aku bilang ke dia keadaanku yang sebenarnya di camp. Bahwa gimana menderitanya aku sampai ngomong pun susah pasca insiden tersebut. Luka-luka dalam mulutku menjadi sariawan sampai membuatku susah bicara dan makan sampai hampir dua minggu lamanya. Tapi untunglah dia mengirimkanku obat herbal yang cukup ampuh untuk mengatasi itu. Jadi semua bisa lebih cepat sembuhnya. Kurasa meski aku tak bilang keadaanku yang sebenarnya kepadanya, aku yakin sebenarnya dia tahu. Makanya hampir setiap hari dia menanyai keadaanku bahkan mengirimiku obat-obatan dan makanan yang mudah dimakan. Yah, pinter-pinternya aku aja sih menyiasati gimana tetap terlihat fine-fine aja di depan dia. Meski itu ga guna juga karena dia tahu. Tapi whateverlah, setidaknya itu sedikit menenangkannya.
Disaat aku cemas dengan keadaan Seungri aku juga galau dengan persoalan lain. Hari sudah mendekati waktu libur yang sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Namun aku masih bingung haruskah aku datang ke acara kakakku tersebut? Maksudnya, apakah kehadiranku masih diharapkan disana. Secara situasi dan kondisi hubungan kami semua sekarang ini sedang tidak lah kondusif. Aku juga terus memikirkan bagaimana keluargaku dan keluarga Seungri menyikapi permasalahan yang sedang panas-panasnya melanda kami ini. Bagaimana dengan mereka? Apakah mereka juga akan saling bermusuhan sekarang? Haduhh, jika benar, itu semua gara-gara aku. Aku telah merusak hubungan baik yang terjalin lama antara keluarga kami berdua. Bagaimana ini?? Arrrghhh!!!!!
From: Dami Noona
Kalau ada waktu tolong hubungi aku.
Thx
....
Di suatu sore setelah aku pulang dari pelatihan aku menerima pesan singkat dari kakakku. Dan tak menunggu waktu lama di jam istirahat bebas aku langsung menghubunginya.
"Yeoboseyo, noona?"
"Ji, gimana kabarmu?" tanyanya to the poin.
"Aku baik-baik saja. Gimana? Ada apa noona?" tanyaku ikut to the poin. Aku tak berani menanyakan keadaannya atau pun mengenai kabar kedua orang tuaku. Entah mengapa rasa takut tiba-tiba melingkupiku menahanku untuk menyuarakan hal yang paling ingin ku tanyakan saat ini kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
What is Love? ✔️
RandomLove is... Sweeter than honey and bitter as gall. -- Pairing : Nyongtory Genre : Boys Love/Yaoi ⚠ 🔞 ⚠ Tolong warningnya diperhatikan bener², ini BUKAN content untuk yg DIBAWAH UMUR!!!
