"Nah kamu duduk saja disini. Membantu mengipasi omma sambil duduk. Yang lain-lainnya biar aku saja. Kamu butuh apa tinggal bilang aku. Okey?" tegasku padanya setelah memberinya kipas.
Tanpa kami sadari, interaksi percakapan kami ini diperhatikan oleh seluruh keluargaku. Terutama ibuku yang melihat Seungri dan perutnya tak putus-putus.
********************************************************
"Hyun-ah.. " panggil ibuku pelan kepada Seungri dengan nama kecilnya.
"Ne omma? Omma haus? Mau minum? Atau omma merasa sakit? Yang mana yang sakit ma?" cerca Seungri panik karena kawatir saat melihat ibuku yang mulai berkaca-kaca. Pasalnya ini kali pertama setelah kejadian tadi ibuku bicara padanya. Namun ibuku hanya menggeleng ketika ditanya olehnya tersebut. Seungri bingung dan akan beranjak memanggilku yang kebetulan sedang mengambilkan air minum untuk ayahku. Tapi sebelum itu dilakukannya, ibuku bersuara kembali.
"Bolehkah.. Bolehkah aku melihat perutmu sekali lagi?" tanya ibuku ragu-ragu namun penuh harap.
Seungri terkesima sesaat mendengarnya. Karena dia sama sekali tidak mengira bahkan sempat berpikirpun tidak bahwa ibuku akan mengatakan itu.
"Bagaimana?" tanya ibuku lagi yang membangunkannya dari keterkesimaannya.
"Ten-tentu saja boleh omma.. " jawabnya agak tergagap.
Yang tidak mereka sadari bahwa interaksi mereka ini mengundang perhatianku, ayahku dan kakakku untuk ikut memperhatikan adegan yang mereka ciptakan. Jantungku degdegan sudah mau copot saja rasanya ketika melihat Seungri menyibakkan bajunya kembali. Tangan ibuku yang gemetaran hebat terulur ke arah perut Seungri yang untungnya kebetulan anak kami sedang bergerak-gerak. Mungkin gerakan yang ditimbulkan oleh anak kamilah yang membuat ibuku tergerak untuk menyentuhnya. Namun sebelum benar-benar menyentuhnya tangan ibuku terhenti. Barulah aku sadar bahwa dari tadi Seungri menahan nafasnya. Kelihatan banget dia sangat tegang. Pantesan anakku bergerak gelisah. Ibuku melihat ke wajah Seungri sejenak dan dibalas tatapan oleh Seungri dengan bingung. Tercetak diwajahnya pertanyaan "Waeyo?" pada ibuku.
"Bolehkah?" pinta ibuku meminta ijin untuk menyentuh perut Seungri. Darimana aku tahu kalau ibu bermaksud meminta ijin padahal ibu hanya berucap satu kata tanya saja? Yaa itu kentara sekali dari gerak gerik dan bahasa tubuhnya. Meski tak mengatakannya langsung, namun bisa terlihat jelas dari tatapan matanya. Terlihat jelas dari bagaimana tatapannya yang melihat tangannya sendiri yang menggantung lalu perut Seungri dan kembali menatap Seungri.
"Ten-tentu saja boleh omma.." balas Seungri memberanikan diri.
Dan...
"Oh may God!! In-ini bergerak. Dia bergerak. Oh Tuhaaannn... Dia bergerak!! Ba-bagaimana ini bisa terjadi??" histerisnya.
"Yeobo yeobo... kemari... kemarilah... ayo kemari, lihat ini!!" frantiknya makin kalap memanggil-manggil ayahku.
Aku dan Seungri sampai terbengong melihat kehebohan yang dibuat oleh ibuku tersebut. Bagaimana itu sampai membuat ayahku bangun dari duduknya ikut panik sampai sempoyongan jalannya menghampiri ibuku berada. Kakakku juga ikut-ikutan terbengong-bengong karena memang ibuku heboh banget kaya ngelihat mala petaka sudah dekat aja deh ah. 😅
Jadilah kehebohan itu menjadi kehebohan yang tidaklah sebentar. Dan layaknya seorang terdakwa aku dan Seungri diinterogasi habis-habisan mengenai 'keajaiban' ini. Untunglah aku datang malam ini bukan dengan tangan kosong melainkan sudah berbekal surat-surat medis juga foto-foto USG dari rumah sakit. Khusus dari dr. Park. Karena kalian tahu sendiri lah ini kan hal yang sangat luar biasa confidental menurutku. Berbekal itu, jadi aku dan Seungri tak begitu banyak menjelaskan apa yang perlu dijelaskan. Karena semua sudah tercetak jelas dilembaran-lembaran kertas yang sedang mereka baca saat ini. Meski begitu, ketidak percayaan mereka masih lah tetap membuatku harus menjelaskan dibeberapa part. Sementara aku sedang menjelaskan Seungri memilih melanjutkan memakan dessertnya lagi dan menyerahkan semua padaku. Ya sudahlah. Demi anakku. Lalu sampailah ke pertanyaan yang memang sudah kami duga bakal dipertanyakan dan menurut kami hal itu sulit untuk menjelaskannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
What is Love? ✔️
RandomLove is... Sweeter than honey and bitter as gall. -- Pairing : Nyongtory Genre : Boys Love/Yaoi ⚠ 🔞 ⚠ Tolong warningnya diperhatikan bener², ini BUKAN content untuk yg DIBAWAH UMUR!!!
