'Oh Tuhan!! Kumohon selamatkan lah maknaeku..." doaku sangat.
************************************
Entah sudah berapa lama operasi tersebut berjalan aku sudah tak tahu waktu lagi. Aku terduduk lunglai di lantai depan ruang operasi bersandarkan dinding dingin, tampangku sudah tak jelas seperti seorang homeless namun aku tak peduli. Tak ku perdulikan omongan belas kasih dari para perawat yang melihatku yang seperti itu.
"Tuan Kwon... Tolong jangan duduk disini, disini kotor dan lantainya dingin nanti anda bisa sakit. Lebih baik anda menunggu diruang tunggu saja dulu. Nanti kalau sudah ada perkembangan akan kami beritahu." ucap salah seorang perawat.
"Terima kasih Sus, saya tunggu disini saja tak apa-apa." balasku sambil memaksa tersenyum.
Setelah beberapa kali mendapat penolakan dariku akhirnya mereka pun menyerah dengan sendirinya dan membiarkanku sendiri diposisiku bersila saat ini. Kupandangi lampu operasi yang terus menyala tanda kegiatan mereka di dalam belum kunjung selesai seiring dengan pikiranku yang kian berkelana entah kemana-mana.
Kling!!
Bunyi lampu ruangan operasi yang mati mengagetkanku. Pikiranku kembali berpacu keras memikirkan segala macam hal buruk dan lainnya yang sebentar lagi bakal ku terima dari dokter maupun perawat yang akan keluar dari ruang operasi. Jantungku berdetak cepat seakan mau copot saja. Aku benar-benar gugup. Rasa takut dan was-was melingkupiku seperti berpacu dalam lomba balap. Aku tak tahu seberapa tegangnya diriku sampai akhirnya pintu ruang operasi tersebut terbuka. Keringat dingin keluar membasahi telapak tangan dan pelipisku.
"Apakah keluarganya belum datang?" tanya dr. Park yang baru saja keluar.
"Ehmm masalah itu, saya masih belum menghubungi keluarganya. Bagaimana kondisi Seungri saat ini dok?" tanyaku to the poin dengan penuh harap.
"Itu lah yang saat ini mau saya bicarakan dengan keluarganya Jiyong-ssi. Karena hal ini sangat privat dan hanya keluarga dan pasangannya lah yang boleh mengetahuinya. Jadi bolehkah saya meminta tolong kepada anda untuk menghubungi keluarganya secepat mungkin karena ini kondisinya urgent sekali." pinta sang dokter.
"Tak bisakah hal ini didiskusikan dengan saya saja dok? Saya sendiri masalahnya masih kebingungan untuk menjelaskan tentang keadaan Seungri pada orang tuanya. Saya hyungnya dok, dan saya juga adalah leadernya, jadi disini saya juga memiliki tanggung jawab dan berhak penuh akan apapun yang terjadi pada dirinya. Karena apapun yang terjadi padanya akan selalu berpengaruh dan berhubungan penuh dengan masa depannya juga masa depan group band kami. Termasuk jika ini tentang janin yang sedang dikandungnya saat ini." tegasku sekaligus menginformasikan pada dr. Park bahwa aku telah mengetahui hal tersebut.
"Hahh... Kurasa anda sudah mengetahuinya. Baiklah kalau begitu, silahkan ikut keruangan saya." putus dr. Park.
"Sebenarnya saya sangat ingin berbicara dengan keluarganya atau pasangannya mengenai keadaannya saat ini. Karena mereka lah yang memiliki hak penuh atas Seungri-ssi saat ini. Namun dalam pemeriksaan sebelumnya Seungri-ssi dengan tegas menolak. Beliau meminta saya dengan sangat untuk merahasiakan keadaannya saat ini pada siapapun. Namun berhubung anda sudah mengetahuinya dan karena saya juga memahami posisi anda, atas pertimbangan itu jadi saya rasa tidak masalah hal ini saya diskusikan dengan anda sebagai penanggung jawabnya." ucap dr. Park setibanya kami diruangannya.
"Untuk sekarang kondisi Seungri-ssi masih belum stabil namun sudah melewati masa kritisnya. Disini yang bermasalah adalah kondisi janinnya yang akan kita diskusikan lebih lanjut. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin mengeluarkan semua alkohol yang diminumnya dan berusaha memberikan beberapa injeksi untuk menetralisir kandungan alkohol yang sudah terlanjur larut dalam aliran darahnya juga injeksi untuk memperkuat pertahanan janinnya saat ini. Terus terang ini situasi yang sangat mengkawatirkan. Seperti yang saya jelaskan pada Seungri-ssi sebelumnya, jika usia janinnya saat ini masih lah sangat muda jadi memang kondisinya sangat rentan. Hal-hal seperti yang dilakukannya ini jelas-jelas sangat membahayakan kondisi janinnya. Amat sangat riskan sekali. Karena hal itulah, saat ini saya pun tidak bisa memastikannya dengan pasti apakah janinnya akan selamat atau tidak setelah semuanya ini. Kami juga tidak berani memberikan harapan lebih, karena jujur saja, kondisi janinnya saat ini bisa dikatakan hanya 20% prosentase kemungkinannya untuk tetap bisa bertahan hidup. Namun demikian kami masih belum menyerah begitu saja dan akan terus berusaha mempertahankannya semaksimal mungkin jika itu yang dikehendaki. Nah, disinilah permasalahan selanjutnya yang perlu kita diskusikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
What is Love? ✔️
AcakLove is... Sweeter than honey and bitter as gall. -- Pairing : Nyongtory Genre : Boys Love/Yaoi ⚠ 🔞 ⚠ Tolong warningnya diperhatikan bener², ini BUKAN content untuk yg DIBAWAH UMUR!!!
