Kini Audrey bersama kedua sahabatnya sedang berada di mall yang sering mereka kunjungi. Mereka lagi berada di sebuah Gramedia untuk memilih novel yang akan dia beli. 2 jam mereka berkutat dengan buku buku itu, ia memutuskan untuk sekedar istirahat seraya menikmati ice cream.
"Drey," panggil Ferisha.
"Hah?"
"Gue mau cerita ke lo soal Ravael yang kemarin," jelas Ferisha.
"Lo harus tau, Drey! Ini penting!" Timpal Chatrine penuh penekanan.
Audrey mengembuskan napasnya kasar sambil melihat malas sahabatnya itu. "Bagi lo iya, tapi bagi gue enggak. Udah, deh, gak usah bahas dia! Kita ke sini buat ngisi hari libur kita, okey? Jadi nggak perlu bahas tentang itu dulu," balas Audrey.
"Drey, dengerin kita dulu. Ini, tuh, penting banget. Lo cuma salah paham," cegah Ferisha dan diangguki oleh Chatrine.
"Salah? Salah paham? Salah paham apanya, sih? Udah, ayo, ah! Mending kita lanjutin," jawab Audrey seraya merangkul kedua sahabatnya itu. Chatrine dan Ferisha hanya bisa pasrah. Sepertinya Audrey sudah benar-benar kecewa terhadap Ravael sampai-sampai ia tidak mau membahas tentang Ravael. Namun bagaimana dengan nasib Ravael? Ini pun hanya kesalahpahaman saja. Dan Audrey wajib tau semuanya. Tapi entahlah, kapan semua itu akan ke bongkar. Biarkan waktu yang menjawab semuanya.
"Sori buat lo kecewa cuma gue gak mau ngedenger tentang dia lagi. Semakin gue keinget dia semakin gue rasain sakit hati yang dia berikan ke gue waktu itu," batin Audrey merasa bersalah.
©©©
Bel istirahat berbunyi sudah dari 5 menit yang lalu, namun ketiga cewek tersebut masih saja berkutat dengan buku-buku di dalam kelasnya. Mereka belum selesai mencatat catatan MTK yang sudah ditulis di papan tulis. Selang beberapa menit akhirnya mereka pun selesai juga dan mulai membereskan alat alat tulisnya.
"Kantin, yuk!" Ajak Chatrine. Baru saja ketiga cewek itu ingin ke kantin namun ada seseorang yang berjalan ke arah mereka dan menghampiri Audrey.
Ravael.
Chatrine dan Ferisha yang mengerti situasi pun berlalu meninggalkan mereka. Mengasih sedikit ruang untuk menyelesaikan masalahnya tersebut.
Ravael tersenyum, Audrey menatapnya nanar.
"Hai!" Sapa Ravael.
"Mau ngapain lo? Misi, gue mau ke kantin," sahut Audrey malas.
Beberapa detik kemudian Audrey mematung, karena dengan mudahnya Ravael menarik tubuhnya ke dalam dekapannya dan mengecup keningnya cukup lama.
Audrey semakin dibuat bingung dengan sikap Ravael tersebut.
"Lo apa-apaan, sih!!" Bentak Audrey tak terima.
"Kenapa? Emang salah nyium pacar sendiri?," Tanya Ravael seraya mengangkat sebelah alisnya.
Audrey tersenyum sinis dan menggeleng miris, lalu melihat Ravael dari atas sampai bawah. "Lo beneran lupa atau pura-pura amnesia?," Tanya Audrey dengan tatapan sinis.
"Kita ini udah putus, lo sendiri penyebabnya," desis Audrey selanjutnya.
Ravael menyeringitkan dahinya tanda tak mengerti. "Putus? Sejak kapan aku minta putus sama kamu? Selama beberapa minggu ini aku sama kamu, kan, nggak ketemu. Gini, ya... Sehari sesudah aku nembak kamu itu aku gak masuk, aku izin pergi ke Bandung ada urusan," jelas Ravael.
Lagi-lagi Ravael membuat Audrey bingung. Audrey berusaha untuk tidak terlihat ada apa-apa di depan Ravael tersebut.
"Belom puas mainin cewek? Belom puas ngata-ngatain gue dengan mulut busuk lo itu? Lo amnesia sampe-sampe lo nggak inget kejadian beberapa hari yang lalu kalo gue minta putus sama lo di taman belakang sekolah? Alasan lo itu gak masuk akal tau gak! Jelas-jelas gue sama lo ngomong langsung di saat itu. Kalo lo pergi terus yang waktu itu siapa? Setan? Jin berbentuk diri lo? Orang nyamar? Atau kembaran lo? Tapi sejak kapan lo punya kembaran?"
"Aku bisa jelasin semuanya! Ini gak sama seperti yang kamu pikirkan. Tapi emang bener, selama ini itu aku izin nggak masuk!" Balasnya tak mau kalah.
"Ga perlu. Ga perlu diperjelas semua udah jelas," final Audrey dan berlalu dari pandangan Ravael sedangkan Ravael hanya membiarkan cewek itu pergi dan diam mematung di tempatnya.
"Cepat atau lambat aku bakalan jelasin ke kamu dengan fakta yang sebenarnya. Itu bukan aku yang ngelakuin tapi dia. Sampe kapanpun aku bakalan berjuang untuk dapetin kamu kembali."
KAMU SEDANG MEMBACA
Without You✓
Teen FictionBerawal dari kisah percintaan Audrey Valencia bersama Ravael Leo Aiden di masa SMP. Ravael mengatakan perasaannya terhadap Audrey di depan kerumunan banyak siswa siswi yang membuat Audrey merasa senang dan malu. Bagaimana tidak? Ravael yang statusny...
