28. Pacaran, yuk!

296 32 2
                                        

"Ck. Ini gimana, sih!" Kesal Ferisha yang kini tengah mengutak atik ponsel milik Samuel.

Mereka tengah berada di rumah Ferisha dan juga Davit. Selepas kejadian itu, mereka berinisiatif untuk meluruskan masalah ini. Tak mau lagi ada kesalahpahaman yang terjadi. Terutama Angel.

Fana, Fani, Nano, dan Nino yang tadinya tak ikut ke rumah Angel pun sekarang kini ikut mengumpul bersama sahabat sahabatnya itu.

Meskipun mereka semua satu ruangan, namun mereka tidak sama sekali bertegur sapa ataupun bercanda ria.

Hampa dan senyap.

Itulah yang menggambarkan kondisi keadaan mereka saat ini.

Hanya ada satu sumber suara, yaitu televisi.

Iya, karena mereka semua tengah menonton DraChin. Ralat. Bukan semua. Hanya kaum Hawa saja, sedangkan kaum Adamnya hanya setia menemani ciwi ciwi tersebut.

Gundah dan juga jengkel. Itulah yang menggambarkan isi hati semua kaum Adam yang di sana. Setelah acara maaf maafan akibat permasalahan kesalahpahaman itu layakanya seperti suasana sedang lebaran, kaum Hawa yang tampak sangat akrab itu mengajak kaum Adam untuk nonton DraChin. Awalnya Samuel, Yoga, Davit, Delwyn, Nino dan Nano kompak meralat ucapan ke 6 gadis itu. Tapi apalah daya, cewek selalu menang dan benar bukan? Maka dari itu keenam cowok tersebut hanya pasrah ketika secara bersamaan keenam cewek tersebut memeluk erat laki laki yang berada masing masing di sisinya. Dan jangan lupakan suara cempreng yang menghiasi keenam cewek itu ketika berteriak.

Jengkel? Jangan tanyakan betapa jengkelnya semua pemuda itu kepada keenam gadis tersebut. Teriak tepat dikupingnya seenaknya yang membuat gendang telinganya ingin berpindah tempat, lalu tiba tiba tiba senyam senyum sendiri kayak orang gila dengan wajah yang bersemu merah. Tapi beberapa menit kemudian mereka menangis dan memaki maki secara bersamaan.

Jangan lupakan pelampiasan yang digunakan oleh keenam cewek tersebut. Tak lain dan tak salah adalah keenam cowok tersebut sebagai lampiasan kekesalannya akibat konflik yang terjadi di drama tersebut. Dengan cara memukul, menendang, mengelap ingus mereka dibaju keenam pria tersebut, atau marah marah dan meniru ucapan tokoh drama tersebut yang berhubungan dengan konflik.

Ferisha sudah menangis seraya mengelap ingusnya itu dikemeja kekasihnya. Begitu pun yang lain. Mereka tak kuasa menerima drama tersebut yang endingnya berakhir dengan sad ending.

"Hah! Jahat banget sih,  hiks," keluh Ferisha yang berkali kali ditenangi oleh Samuel.

"Awas ya kalo kamu kayak gitu!! Gak bakal aku maafin kamu sampe turunan turunan kamu!" Ancam Chatrine dengan air mata yang masih menetes netes dipipinya itu seraya mencubit cubit perut Delwyn. Sudah dibilang bukan bahwa semua cowok yang berada di sana dijadikan pelampiasan oleh keenam cewek tersebut? Semua cowok hanya "hm" saja. Terlalu bingung dengan semua cewek yang di sini. Drama saja di tangisi, apalagi jika cerita mereka sendiri yang berakhir seperti itu? Apakah detik itu juga bunuh diri? Keenam cowok tersebut yang membayangkan hal yang sama menggelengkan kepalanya tak kuat membayangkannya.

Fana dan Fani hanya bersender di pundak kekasih mereka masing masing. Istilahnya mah, nangis kunti. Taukan nangis kunti? Suara doang, tapi raganya diem tak bergerak.

Nah, di sini yang paling heboh itu---

Angel.

Ia entah keberapa kalianya menabok nabok pipi kekasihnya yang beberapa jam yang lalu sah menjadi kekasihnya dimata sahabat sahabatnya. Yang tak lain dan tak salah lagi adalah seorang Davit.

"Gak bisa kebayang gue kalo lo kayak gitu. Sampe mati gak bakal gue maapin lo, ampe cucu cicit cucut cecet curut lo pun gue gak akan segan segan ngehasut mereka semua supaya benci sama lo! Di akhirat pun kayak gitu! Gue bakalan permaluin lo, Dav. Inget itu!" Cecar Angel sedikit ngasal dengan ingus yang ia tarik terus menerus ke atas. Davit hanyalah pasrah.

Without You✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang