SIAP SIAP....THE END NIH:)
DIPUTER SOUNDTRACK NYA BIAR NGENA
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang, mereka akhirnya tiba juga di London.
Satu persatu barang barang sudah di masukkan kedalam masing masing kamar yang terapat didalam villa tersebut. Ralat, bukan villa. Mereka tak jadi menginap ditempat itu, hal hasil kini mereka berada dirumah kediaman keluarga Rivael ketika mereka berada di London. Masing masing orang tua Mereka akan menyusul satu persatu ke tempat ini, yang pastinya sebelum acara pernikahan dari sahabat anak anak nya itu akan dimulai.
Acara BBQ-an pun tak jadi dilaksanakan, sebab hari sudah sangat malam dan mereka semua pun harus butuh istirahat untuk hari esok yang sepertinya akan lebih sibuk.
Seperti janji kedua orang tersebut. Setelah semua sudah berada dialam mimpi, justru Audrey dan Rivael beda. Audrey kini berada di kamar Rivael bersama Samuel.
Dapat Audrey lihat jika sepupunya itu nampak kelelahan, namun tak urung meskipun cowok itu kelelahan, wajahnya selalu memancarkan kebahagiaan. Ya, cowok itu terlalu senang dan antusias, karna sebentar lagi acara pernikahannya dengan Ferisha itu akan berlangsung, tinggal menghitung hari.
"Lo ngapain sih ngajak gue ke kamar lo?," Tanya nya bingung.
Namun Rivael hanya tersenyum saja seraya mengulurkan tangannya kepada cewek itu.
"Ayok! Sesuai janji gue. Kita turun kebawah," balasnya ramah.
Audrey memandangi tangan itu lama. Dalam hati, andai ia masih kekasihnya, mungkin tanpa pikir dua kali cewek itu akan menyambut tangan lelaki itu juga.
Audrey tersenyum kecut dan menggeleng lalu berjalan dahulu.
"Enggak. Gue gak mau jadi pelakor. Belum waktunya, nanti aja pas di acara pernikahan lo, kalo perlu gedung nya gue bakar," balas Audrey konyol sekaligus jutek.
Rivael yang mendengar itu tergelak, cowok itu tertawa dan menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum tipis.
Kata kata cewe itu secara tak langsung mengungkapkan bahwa ia cemburu. Rivael tersenyum mengetahui itu, lalu detik berikutnya cowok itu tertawa kecil mengingat penuturan omongan mantannya barusan. Terasa aneh dan konyol di pendengarannya.
Ceklek
Pintu ruangan itu terbuka, gelap gulita pun menyambut kedua insan tersebut. Ditutupnya kembali ruangan itu, namun dengan refleks tangan gadis yang ada dihadapan Rivael memegang tangan cowok itu.
Audrey menatap Rivael was was. "Lo gak lagi ngerencanain hal jahat kan sama gue? Kenapa itu di tutup?," Tanya nya seperti orang menuduh hal yang tidak tidak.
Rivael menekukkan alis nya tak suka dan menoyor kening Audrey yang langsung dibalas pelototan dari sang empu.
"GR lo! Yakali, mana mungkin gue khianat sama calon gue sendiri. Sengaja ditutup pintunya, biar privasi," jelasnya seloroh.
Audrey sedikit tak suka mendengar penuturan cowok tersebut, namun tak apa, Audrey menggedikan bahunya sebagai balasan ucapan cowok itu.
Cowok itu menyalakan saklar lampu ditepi ruangan, seketika lampu menyala dan menampilkan benda benda yang ada didalam ruangan ini.
Audrey membeku, tak bisa berkutik. Dalam hati cewek itu berdoa kepada Tuhan, semoga bukan lagi kenyataan buruk yang ia terima.
Cewek itu masih melihat sekelilingnya dengan beberapa pertanyaan yang muncul dibenaknya satu persatu. Sedangkan mantannya itu duduk dipinggiran sofa dan menatap lurus ke depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Without You✓
Genç KurguBerawal dari kisah percintaan Audrey Valencia bersama Ravael Leo Aiden di masa SMP. Ravael mengatakan perasaannya terhadap Audrey di depan kerumunan banyak siswa siswi yang membuat Audrey merasa senang dan malu. Bagaimana tidak? Ravael yang statusny...
