37. Sandiwara Berakhir

344 31 7
                                        

SOUNDTRACK; KEPASTIAN-Aurel Hermansyah

Semua murid kelas 3 disekolah High School itu berbondong bondong menuju mading  tahap sekolah mereka masing masing. Kini, merupakan pengumuman/pemberitahuan usaha mereka selama ini.

Mereka dinyatakan lulus semua.

"AKHIRNYA!!! KITA LULUS GAIS!!!" Kompak mereka semua senang seraya berpelukkan sama sama. Namun beda lainnya dengan gadis yang bernama lengkap Audrey Valencia itu.

Sudah kurang lebih satu bulan dirinya ditinggal oleh kekasihnya itu. Siapa lagi jika bukan Ravael?

Ya, Ravael sudah berada di London, dan dia hanya menitipkan salam nya lewat chat saja.

Keterlaluan bukan?

Bahkan, kini mereka seperti orang lost contact.

Orang itu bilang jika dirinya akan kembali setelah urusan nya selesai. Dan kemungkinan besar ia akan menetap di London, sebab ia adalah penerus perusahaan Ayahnya itu.

Lalu, bagaimana nasib Audrey dan hubungan mereka? Apakah masih berjalan? Atau sudah cukup berhenti sampai sini saja?

Entah lah, status mereka kini tak jelas. Tak ada sapaan, tak ada salam, tak ada kabar. Orang itu hilang bagaikan ditelan bumi.

Bahkan, sahabat sahabat nya pun tak tahu keadaan lelaki itu seperti apa. Ini hari penting, ini adalah acara kelulusan, tapi orang itu tak menghadirinya, orang itu pergi kesana, orang itu pindah dan menetap disana. Ia bilang, hanya kemungkinan kecil Ravael akan balik ke Indonesia setelah lulus kuliah.

Ya, sebenernya Ravael tidak langsung menjadi penerus. Dirinya hanya diwajibkan untuk belajar dan juga kuliah disana hingga lulus. Lalu setelah itu, barulah beliau akan memimpin perusahaan Ayahnya itu.

Jika dikata Audrey kecewa atau tidak, jawabannya kecewa. Sangat. Tapi dirinya mungkin sudah tak berhak lagi untuk menentukan pilihan lelaki itu.

Jadi, ucapan ucapan yang dilontarkan beberapa hari yang lalu itu hanyalah sebuah angan?

Dan, sebenernya untuk apa dirinya berharap? Seseorang yang dia harapkan saja tidak berharap kepada dirinya. Karena sadar, dirinya sangat banyak kekurangan.

Ravael lelaki normal, dia juga pasti ingin mempunyai kekasih yang sempurna seperti remaja lainnya. Bukan seperti dirinya.

Benar bukan?

Audrey menghela nafas. Tersenyum penuh arti kepada semua sahabat sahabat nya. Hanya mereka lah pelengkap hidupnya yang selama ini disisinya tanpa pulang pergi.

"Kalian pada mau lanjut mana?," Tanya Audrey mencoba untuk melupakan masalah hatinya itu.

Monica duduk di kursi koridor. "Kalian maunya dimana? Emangnya mau bareng semua?," Monica malah balik nanya.

"Gak rela rasanya kalo pisah," lirih Ferisha seraya memanyunkan bibirnya.

Chatrine menepuk bibir sahabat nya itu pelan. "Biasa aja kali bibir lo! Pake dimonyong monyongin segala!" Hardik nya cepat.

Samuel melirik kearah Audrey, ia paham apa yang terjadi kepada sepupunya itu.

"Tenang aja kali, Drey. Ravael gak bakalan berpaling dari lo kok," ujar nya memenangkan

Seketika senyum cerah yang terbit dibibir Audrey sirna, seketika itu pula lah Ferisha melotot kearah Samuel yang hanya dibalas dengan senyum lembut yang menjijikkan.

"Gak papa gimana? Dia itu sebenernya kemana, sih?!" Emosi Audrey berapi api.

"Ada, dirumahnya. Udalah, gak usah dibahas dulu. Have fun aja, oke?," Ajak Ferisha yang kini merangkul pundak Audrey menuju ke parkiran diikuti oleh sahabat yang lainnya.

Without You✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang