"Sayang."
"Hm. Apa? Kenapa? Apa lagi yang gaada?" Tanya Dania kesal. Jae menahan tawanya dalam-dalam.
"Kaos Metallica aku mana?"
"Dalem kulkas. YA DI LEMARI LAH SAYANG DICARI DONG."
"Udah cariii, tapi gaada:("
"Awas ya kalo sampe ada, aku cubit kamu sampe biru." Ancam Dania sambil berjalan ke lemari.
"Kamu itu kalo nyari barang pake mata bukan pake hidung, Jae....." Rungut Dania sambil mencari-cari kaos Metallica.
"...tadi udah handuk lah, celana lah, apalagi tadi tuh, kaos kaki lah. Segala gamau nyari pengennya tinggal pake aja."
"Cerewet banget ini ibu-ibu pagi-pagi."
"YA GARA-GARA KAMU!" Dania melempar kaos yang sudah ia temukan kearah Jae.
"Itu ada ya, sini kamuuu" Dania mengejar Jae yang sudah kabur.
"SUMPAH TADI AKU NYARI JUGA TAPI GAADA!!!!"
"DANIA UDAH IH AKU NANTI TELAT BERANGKATNYA!" Dania berhenti mengejar Jae, termengah-mengah di depan pintu.
"Kebiasaan kamu tuh."
"Eh emang barangnya yang gamau muncul kalo aku yang nyari. Maunya dicariin kamu aja." Bela Jae sambil memakai kaos.
"Aku belum puas karna belum nyubit kamu ya. Awas nanti pas pulang." Dania meneruskan kegiatan memoles blush on yang sejak tadi berkali-kali terganggu oleh Jae.
"Yaudah iya, cubitin aja sampai puas. Gapapa asal kamu seneng." Jae menatap Dania lewat kaca meja rias.
"Hilih, drama."
"Aku mau berangkat nih."
"Yaudah sana berangkat."
"Dania...buruan ih."
"Apa sih? Yaudah sana cepetan pergi, udah telat kan?" Jae menghampiri Dania dengan raut kesal.
"Aku pergi dulu ya, I love you." Ucapnya setelah mencium (paksa) Dania.
"I hate you too." Balas Dania.
"Sayaaangg:("
"Iyaiya. I love you too. Hati-hati, gausah ngebut." Pesan Dania sambil merapihkan rambut Jae didepannya.
"Kamu juga hati-hati ya sayang. I love you the most." Jae mengecup bibir Dania 3 kali. Dania tersenyum.
"Dah~"
*****
"Sayang." Dania menyambutnya didepan pintu. Jae makin tersenyum ketika Dania memeluknya erat.
"Hai sayang. Makasih udah ngirim foto yang banyak hari ini, walau aku gatau tujuannya apa." Kata Jae disusul tawa pelannya.
"Aku ngerasa bersalah aja marah-marah gitu tadi pagi. Ga beneran marah tapi takut kamu jadi down pas kerja."
"Noo. Aku tau kamu cuma bercanda kok." Jae mengusap kepala Dania.
"Tapi sering-sering ya ngirim foto kayak tadi. Cantik banget aku sampe ngeblank." Dania ketawa.
"Mana coba liat, aku ga inget fotonya gimana." Jae merogoh saku lalu menarik Dania duduk di sofa.
"Ini. Sengaja banget lagi kancing kemeja dilepas satu." Jae menunjukkan foto-foto di hpnya.
"Engga ih, aku emang makenya begitu."
"Aku inget Dania kamu ngancingin kemeja tuh sampai mana. Gausah bohong deh." Jae mencubit hidung Dania.
