.
.
.
Changkyun sudah pergi saat Yuta kembali, menyisakan Hyungwon yang masih duduk di meja makan dengan secangkir teh.
" dia pergi?"
" asistennya menghubungi jika ada operasi dadakan yang membutuhkannya"
Yuta mengangguk duduk setelah menyeduh kopi, surai merahnya ia ikat acak-acakan namun tidak mengurangi kadar kecantikannya. Di balik kacamata berbingkai lebar itu, manik kembar tersimpan dengan Indah membuat Hyungwon diam-diam mengaguminya dan sedikit berpikir bagaimana hubungan Changkyun dan Yuta sebenarnya
" perempuan ini??? Seperti familiar.. "
" benarkah ?"
Yuta mengangguk mengamati sosok di dalam foto yang Hyungwon berikan. Keduanya mulai serius meneliti kesiapan untuk mengajukan perlawanan saat pihak Jooheon sudah menemukan seorang pengacara handal untuk menggantikan Yuta setelah Yuta merobek kontrak kerja yang Minhyuk berikan.
Tanpa sadar Yuta dan Hyungwon melewatkan jam makan siang mereka karena terlalu sibuk dengan berkas.
" Ciicieee!!!"
Pekikan Na mengagetkan Yuta dan Hyungwon. Yuta melihat ke arah jam dinding, sudah pukul 5 sore.
Tidak lama tiga bocah menerjang tubuhnya dengan ciuman bertubi-tubi.
" merindukan ku eoh??"
" tentu saja! Ciiciie tau? Di rumah uncle Lee, halmoni dan haraboji memiliki taman, kami bermain dengan Rubby… "
" Nana stop! Ciicie sedang bekerja"
Neo menarik kerah baju Na untuk tidak lagi memeluk Yuta, sementara Loan mengikuti apa yang Na lakukan. Mereka bertiga melihat ke arah meja, mengangguk pada Hyungwon secara bersamaan.
" kalau begitu kami ke atas dulu, bye Ciicie, uncle"
Yuta terkekeh melihat tingkah anak-anaknya.
" mereka terlihat sangat dewasa daripada umur mereka"
" kau melihatnya? "
Hyungwon mengangguk.
Yuta tersenyum, mengulas sebuah senyum bangga dengan apa yang anak-anaknya lakukan. Ia kembali fokus pada berkas.
" nani??? Ya, Chae-ssi! Kau tahu ini dimana??"
Hyungwon mengerutkan kepalanya lalu mengangguk sekilas.
" kita temui Minjoo-ssi"
Keduanya mengangguk, tepat sebelum mereka keluar rumah dan pamit anak-anak di ruang tamu bell pintu keluarga Hwang berbunyi dengan Na yang berlari menuju pintu.
" siapa?"
" eum… Aku…bisa bertemu dengan Hwang Yuta? Mereka bilang ini alamat rumahnya"
Na meneliti wanita cantik yang terlihat familiar meski dengan dandanan sederhana disertai blues berwarna biru yang terlihat sudah usang tidak bisa melunturkan kecantikan wanita di hadapan Na.
" anda siapa?"
" mereka bilang jika Hwang-ssi menjadi pengacaraku sejak kemarin"
Mendengar kata 'pengacara' bocah bersurai pink itu mengangguk mengerti lalu membawa sang tamu ke arah dapur dimana Yuta dan Hyungwon sedang bersiap-siap untuk pergi.
" Ciie, ada noona-noona ingin bertemu denganmu"
Yuta masih mondar-mandir mencoba mencari baju atau saja yang bisa ia pakai untuk ke luar rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Protagonis
FanfictionHold my hand, never lose and make it down Kita memiliki kisah yang sama, tanpa tahu kemana arah takdir membawa kita. Kita sama-sama terluka dan memilih mati karena tidak ingin merasakan luka untuk entah keberapa kian kalinya. Aku menggantungkan...
