Hallo Hallo
long time no see.
.
.
Ad yang masih On???
Ya udah deh happy reading aja
" Run away cant make problem will fix by self. Run away can't make your life more better than before. I'm here for you! Hold my hands and give me change to help you"
.
.
.

Kelopak mata Yuta terasa berat saat ia terbangun, ia tidak bisa membuka matanya meski ia ingin. Kesadaran Yuta berangsur-angsur pulih hingga ia bisa mendengar suara Changkyun yang saat ini terdengar sedang menahan amarahnya.
" apa kau gila? bagaimana mungkin kalian tidak ada yang mengatakan hal ini padaku?! aku bukan orang yang lemah!"
" Daniel-ssi, dengarkan aku dulu"
Suara itu Yuta sedikit kenal dengan suara berat itu, ingin sekali ia membuka matanya dan menenangkan emosi pendamping hidupnya namun apalah daya yang ia miliki? untuk sekedar membuka mata atau menggerakkan jarinya saja ia tidak sanggup. Tubuhnya seakan membeku, namun pendengarannya tetaplah bekerja dengan baik.
" Cap. Lee, bagaimana bisa kau menyimpan ini dariku? apa kalian ingin membuatku kehilangan semuanya tanpa aku sadari? Ki hyung! Bahkan kau juga merahasiakan hal ini dariku? Hyungwonie hyung...kau--"
Nama-nama yang cukup familiar di telinga Yuta, ia berharap di ruangan itu ada Taeyong atau Johnny. Dua orang itu bisa mengendalikan keadaan dan terbiasa mengendalikan keadaan rumit, namun dari tadi ia tidak mendengar apapun meski ia bisa mencium wangi parfum milik Taeyong yang menandakan pemuda itu pasti berada tidak jauh dari tubuhnya yang berbaring kaku.
" Kkung-ah, dengar. Aku tahu kau kecewa karena kami merahasiakan hal ini darimu, tapi kami sungguh tidak menginginkan kejadian ini terjadi--"
" Tapi ini terjadi Hyungwonie hyung! Anakku dan Yuta, lalu kakak kesayanganku?! bagaimana bisa kalian--"
Yuta merasakan wangi parfum Taeyong bergerak menjauh seiring dengan tempat tidurnya bergerak dan langkah kaki menjauh lalu mendekat kembali dengan dua langkah kaki berbeda.
" Changkyunie, ini bukan waktu untuk saling menyalahkan. Ini semua murni karena kami menyayangi kalian"
" apa Yuta tahu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Protagonis
FanfictionHold my hand, never lose and make it down Kita memiliki kisah yang sama, tanpa tahu kemana arah takdir membawa kita. Kita sama-sama terluka dan memilih mati karena tidak ingin merasakan luka untuk entah keberapa kian kalinya. Aku menggantungkan...
