#Chapter 22 " Love Is Love, Na"

493 47 17
                                        


Hallo Hallo

Selamat malam

Long time no see????


Happy Reading

.
.

"  we will teach you how to love, love its not over when you don't get what do you want"




.

.



Na berjalan santai membawa bekal makan siang untuk Changkyun, Neo dan Loan sedang Yuta hukum untuk membersihkan rumah setelah mereka bertiga membuat kekacauan dengan tugas sekolah Loan yang herhasil membuat rumah mereka penuh tanah liat yang harusnya Loan jadikan sebagai bahan untuk menjadikan vas atau apapun. Salahkan saja Na yang memang tidak bisa diam dan merasa ingin mengganggu saudaranya hingga berakhirlah mereka perang tanah liat. 



BRUKK





Bocah itu menunduk mengakui kesalahannya yang tidak melihat dan memperhatikan jalan saat membelok.

“ eh?? uncle?”

“ Na?”

Sosok itu memunguti barang-barangnya dibantu oleh Na, bocah itu tersenyum senang menyerahkan beberapa kertas dan amplop yang ia rasa familiar.

“ tunggu!”

Na menarik kembali amplop yang akan ia ulurkan, meneliti dengan teliti lalu menatap tidak percaya pada sosok yang ia kenal baik.

“ uncle orangnya??? orang yang terus menerus mengirim surat untuk Jiijie?”

Pemuda itu tersenyum kaku, mengangguk.

“ apa Ciicie sudah tahu?”

“ tentu, dia mengetahui dari tulisan tanganku. Kedua saudaramu pun tahu, mereka secara terpisah menanyakan kebenarannya padaku”

“ kenapa tidak ada yang memberitahuku?”

Sosok itu tersenyum singkat lalu mengacak rambut Na yang kini di cat pink lagi oleh Yuta. Na menatap penuh selidik dan wajah yang cukup tegang.

“ karena ini hal seperti inilah yang tidak ingin aku dapati”

Na tidak mengerti, ia mengenal siapa orang di hadapannya. Seorang yang bahkan memperlakukannya lebih baik dari orang lain kecuali keluarganya. Na tidak percaya bagaimana seorang yang ia ketahui begitu menjaga jarak dengan Changkyun adalah seorang yang sangat mencintai Changkyun. Amplop di tangannya adalah bukti jika orang itu begitu menyayangi Changkyun, sepanjang Na bisa mengerti amplop dengan motif yang sama tersimpan dengan rapi di ruang kerja milik Changkyun dan Yuta sejak belasan tahun yang lalu. Bahkan Na kecil pernah tidak sengaja mengompol di tumpukan amplop yang sedang Yuta susun hingga pemuda Jepang itu mengomel pada balita yang tidak tahu apa maksudnya, Na ingat karena mereka sedang membuat video untuk rumah baru yang mereka akan tinggali dan kejadian itu tidak di sengaja bahkan sekarang menjadi blackmail untuk Na dari Yuta jika bocah itu tidak mau menuruti perkataan Yuta.

Fake ProtagonisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang