Hallo Selamat pagi
Hehehe ada yang masih up???
.
.
Sekali lagi cerita ini fokus ama Yuta dan Changkyun
Perjalanan mereka setelah berhasil keluar dari masa lalu mereka
.
.
.
" Harapan dan doaku tidak terlalu berlebihan, aku hanya berharap jika kau dan dirinya akan bahagia karena kebahagiaan kalian adalah hal berharga yang ingin aku jaga" #MoonTaeIl
.
.
Happy Reading
..
.
.
" IM CHANGKYUN!!!!!!!! AKU MEMBENCIMUUUUUUUU!!!! "
Teriak Yuta saat mengingat apa yang terjadi tadi malam.
Sementara di dapur, Kibum yang sedang menikmati teh bersama Changkyun dan Taeil mengarahkan pandangan mereka ke arah kamar. Mereka menunjuk ke arah kamar Taeyong.
" Yuta bangun??"
" aku akan kesana, kau disini saja Kkung"
" Minhyun hyung… "
" percaya padaku"
Changkyun mengangguk membiarkan psikiater muda melangkah menuju ke kamar dimana Yuta berada. Kibum mengusap kepala Changkyun dengan pelan.
" percayalah, semua akan baik-baik saja"
Meski masih khawatir namun Changkyun tetap memberikan senyumnya untuk menyambut senyum tulus yang Kibum dan Taeil berikan padanya.
Di kamar Yuta memincingkan matanya tajam ke arah pintu dimana suara langkah kaki yang ia kira milik Changkyun, namun justru sosok tinggi dengan senyum lembut yang muncul disana.
" hyung???"
" wow.. Aku berkunjung ke rumah bibi Kim dan bukannya mendapatkan sambutan baik malah mendapati bocah nakal ini di rumahnya??"
" bibi Kim??"
Minhyun terkekeh duduk di tepi ranjang mengusak kepala Yuta. Ia bisa melihat betapa mengenaskan wajah Yuta meski ia yakin jika Changkyun merawatnya dengan baik semalam.
" ibu Taeyongie, dia saudara jauh ibu Jonghyun hyung"
" what the… bagaimana aku tidak tahu jika kalian saling kenal??"
" hey aku saja tidak tahu jika kalian saling kenal, jika saja aku tidak bersama Jonghyun hyung aku pun tidak tahu jika ternyata mereka masih keluarga"
Yuta mengangguk paham, ia mengarahkan pandangannya ke luar mencari sosok yang sempat ia umpati.
" ada apa?"
" apa Kkung hyung berangkat kerja?"
Minhyun menggeleng.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Protagonis
FanfictionHold my hand, never lose and make it down Kita memiliki kisah yang sama, tanpa tahu kemana arah takdir membawa kita. Kita sama-sama terluka dan memilih mati karena tidak ingin merasakan luka untuk entah keberapa kian kalinya. Aku menggantungkan...
