Hello
Semangat pagi
Happy Weekend
.
.
" You ask me why i say better die than watching you fight for hurt by survive in the dark? Because i don't want you to feel it, i want replace your sickness with my happiness. I don't care about my life, but i do care about your happiness"
.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
" What?!!!!?"
Johnny menatap tidak percaya ke arah Yuta setelah membanting setir ke kiri jalan dan menepikan mobil. Ia melepas sabuk pengamannya lalu memegang pundak Yuta dengan kasar.
" kau apa??"
" apa? "
" barusan, kau dengan Minhyuk-ssi??"
Yuta mengangkat bahunya.
" aku tidak apa-apa"
Johnny memperhatikan Yuta dengan sesama, wajah tegangnya mulai melembut mengusap pipi Yuta. Ada jejak air mata yang mengering di sana.
" menangislah, hyung ada disini"
Yuta menatap Johnny tidak mengerti, namun tubuhnya merespon dengan baik apa yang hyung keduanya tawarkan. Bahkan tanpa pikir panjang ia melepas sabuk pengamannya dan duduk di atas pangkuan yang lebih tua, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher orang paling mengerti dirinya setelah Taeyong.
Awalnya, Yuta hanya terdiam dalam pelukan Johnny. Namun perlahan tapi pasti, Johnny bisa merasakan lehernya basah. Tubuh Yuta bergetar, seiring dengan isakan yang mulai terdengar.
" hiks, disana dingin… gelap… Aku takut hyung… Sakit… "
Wajah Johnny mulai mengeras mendengar apa yang Yuta ucapkan, ia tahu persis apa yang sebenarnya Yuta katakan. Bukan tentang Minhyuk, tapi tentang apa yang pernah ia alami di masa lalu.
" apa yang Minhyuk-ssi lakukan padamu? Apa dia menyakitimu???"
Yuta menggeleng.
" Apa dia melakukan hal yang pernah orang itu lakukan padamu?"
Gelengan kecil yang Yuta berikan membuat ekspresi wajah Johnny melunak. Ia sedikit lega meski tidak membuatnya berhenti khawatir karena Yuta masih menangis mengatakan tangan dan kakinya sakit, atau tubuhnya yang tidak bisa bergerak.
" Minhyuk-ssi menakutimu?"
Johnny mengecup kepala Yuta dengan pelan.
" dia menciummu?"
Tangan Johnny terkepal erat di balik punggung Yuta saat merasakan sebuah anggukan sebagai jawaban dari pertanyaannya.
" apa dia melakukannya dengan kasar?"
Yuta menggeleng.
" dia melakukannya seperti Kkung hyung, seperti Youngie hyung.. Hiks tersenyum lembut hiks.. "
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Protagonis
FanfictionHold my hand, never lose and make it down Kita memiliki kisah yang sama, tanpa tahu kemana arah takdir membawa kita. Kita sama-sama terluka dan memilih mati karena tidak ingin merasakan luka untuk entah keberapa kian kalinya. Aku menggantungkan...
