Hold my hand, never lose and make it down
Kita memiliki kisah yang sama, tanpa tahu kemana arah takdir membawa kita.
Kita sama-sama terluka dan memilih mati karena tidak ingin merasakan luka untuk entah keberapa kian kalinya.
Aku menggantungkan...
" You different, You always in my heart without doubt. Only You... " .
.
Changkyun terdiam, mengamati grafik data tentang pasien yang ada di hadapannya. Ia menoleh ke arah Hyunwon yang menatapnya penuh tanya menunggu apa yang ingin ia katakan setelah membaca grafik pasien yang memang menjadi tanggung jawab dari dokter Son, yang merupakan temannnya di masa lalu.
“ aku rasa yang menjadi masalah bukan pada kakinya yang terjatuh, tetapi pada syaraf penggeraknya yang memang terlihat terhimpit oleh tulang dan daging. Aku rasa analisis ini sedikit tidak masuk akal”
Hyunwon mengangguk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“ Saat aku mendapatkan data itu dan memeriksa sendiri keadaan pasien aku memang sudah curiga ada yang salah maka dari itu aku memanggilmu sebagai ahli”
Changkyun mengangguk, ya dia memang lebih muda dari Hyunwoo tapi secara lisensi dan pengalaman dirinya lebih senior dari Hyunwoo. Changkyun sudah mengantongi gelar Prof nya sejak ia masih menemani Yuta belajar di tahun pertama Universitas. Jika ia mau bahkan ia bisa langsung bekerja di rumah sakit ternama saat ia masih duduk di bangku senior high school, hanya saja ia lebih memilih menemani dan mengekori Yuta yang memang senang sekali berbuat ulah. Baginya Yuta adalah semestanya, jadi dia memilih menjadi pengangguran di kelas umum hanya untuk tetap bersama dengan pasangan hidupnya itu. Guru dan profesor yang mengajar kelas mereka bahkan berkali-kali membujuknya untuk melanjutkan dan memanfaatkan otak jeniusnya, hingga akhirnya Yuta yang turun tangan untuk memintanya melakukan hal yang Changkyun suka tanpa memusingkan Yuta yang memang tidak ingin membebani Changkyun. Dengan bujuk rayu dan sedikit ancaman akhirnya Changkyun mau memanfaatkan kejeniusannya dengan syarat jika ia masih boleh bersekolah dengan Yuta, dia ingin melakukannya bersama Yuta.