Hello Hello
Selamat malam
Lomg time no see kkkk
.
.
.
Ada tang kangen? Aku harap part ini ga mengecewakan.
Dtunggu reviewnya
.
.
Haply Reading
.
.
" Who do you love? Is it him or me? 'Cause I can't take the pressure anymore. Who do you love? Girl, it's killin' me. If you can't say that I'm the one for sure. Then I'm walkin' out the door (Walkin' out the door)
Who do you love? Who do you love? Who do you love? Who? (Say who do you love)"
#MonstaX-Who do u love
.
.
.
.
Yuta duduk berdua dengan Changkyun, mereka terdiam untuk waktu yang lama menikmati pemandangan langit di atap rumah sakit. Sudah lama mereka tidak memiliki waktu untuk duduk berdua dengan ketenangan seperti saat mereka masih di Boston.
" apa yang akan terjadi setelah ini?"
Pertanyaan itu terucap secara bersamaan dari dua orang yang kemudian terkekeh pelan.
" kenapa kau tidak mengatakan jika Hanbin hyung adalah orang yang selalu kau bicarakan?"
" dia mengancamku, mana aku berani"
" apa yang dia katakan?"
Yuta menghela nafas tersenyum.
" akan membuatmu tidak mengenaliku wkwkwkk rasanya tidak mungkin tapi entah mengapa aku percaya pada Hanbin hyung”
Changkyun menyandarkan kepalanya di pundak Yuta memainkan jemari yang lebih muda untuk meminta dukungan tanpa harus mengucapkan sebuah kata. Rasa lelah dan kebingungan yang membuat Changkyun tertekan selalu akan memudar ketika ia bisa mendekap pendamping hidupnya dalam keadaan damai.
Pemuda Im itu terlihat begitu lelah dengan keadaan yang saat ini menghampiri membuatnya kembali tertekan dan takut kehilangan. Berbagai rangkaian kejadian yang membuatnya semakin tertekan seolah menghimpitnya tanpa memberi jeda untuk bernafas. Changkyun rindu suasana Boston di mana ia akan terbangun dengan suara Yuta yang sedang memarahi anak-anak mereka yang membuat kekacauan di pagi hari. Neo dan Na yang malas bangun, atau Loan yang bereksperimen dengan dapur mereka, suasana tenang yang sangat Changkyun inginkan tanpa rasa waswas tentang orang-orang yang ingin mencelakainya hanya untuk mendapatkan harta yang bahkan sama sekali tidak ingin ia sentuh apalagi jika melibatkan anak-anak dan Yuta sebagai taruhannya? Tidak! Sepeserpun Changkyun tidak ingin menyentuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Protagonis
FanfictionHold my hand, never lose and make it down Kita memiliki kisah yang sama, tanpa tahu kemana arah takdir membawa kita. Kita sama-sama terluka dan memilih mati karena tidak ingin merasakan luka untuk entah keberapa kian kalinya. Aku menggantungkan...
