Hello yang masih On!!
Selamat malam
.
.
.
Happy Reading
Jangan lupa buat kritik sarannya ya
Aku lagi butuh pencerahan hahaha
Thanks all
.
.
Yuta and Changkyun belong each others, they belive every single day in their future they will do all the best for their children's
.
.
.
Loan tersenyum senang menyambut kedatangannya Neo bersama dengan Taeyong. Sementara Neo melambai kecil pada adik yang berjarak 2 tahun di bawahnya.
" bagaimana harimu?"
" Heol, daebak hyung! Taeil uncle mengajariku bernyanyi! Ki uncle memintaku untuk menjadi model… "
Neo mengangguk mengusap kepala adiknya gemas.
" hyung?! Bagaimana? Apa di sana membosankan? Apa ciicie membuat hyungie kesulitan??? Meski tidak suka aku akan membantumu"
Kata-kata Ren terulang dengan jelas di kepala Neo, ia tersenyum hingga manik sabit itu tersembunyi. Neo pun menoleh pada Taeyong yang berdiri di sampingnya. Memberikan senyum tulus seperti senyum yang ia berikan pada adiknya.
" Yaaaa Yaaa!!! Dengar!! Berita besar!!!!"
Suara Na membahana, terdengar begitu berenergi dengan langkah tergesa-gesa mendekati meja dimana Taeyong memesan tempat. Di belakang Na, Yuta terlihat sedang memaki pada lawan bicaranya di ponsel.
" kalian mau pesan apa?"
Mereka berebut untuk memilih menu, lalu kembali bercerita tentang harinya ditempat yang berbeda. Taeyong terkekeh melihat dan mendengarkan bagaimana mereka antusias bercerita. Mengingatkan dirinya pada memori lama dimana ia dan Yuta selalu bertengkar karena saking antusias bercerita hingga membuat Johnny kewalahan meladeninya.
Arah pandangan Taeyong mengarah mencari ke segala arah untuk mengetahui dimana Yuta berada. Karena makanan mereka sudah siap namun si bocah kesayangannya masih belum mendekati mereka. Yuta duduk di meja sedikit jauh dari tempat Taeyong dan anak-anak, melihat beberapa kertas yang sedang ada di tangan Yuta akhirnya Taeyong menyimpulkan jika Yuta masih bekerja.
" ayo makan, aku yakin kalian sudah lapar. Ciicie kalian juga sepertinya masih harus bekerja"
Mendengar ucapan Taeyong ketiga anak Yuta itu mengangguk dan memulai makan makanan mereka.
" uncle Lee, kapan-kapan ijinkan aku main ke perusahaan mu seperti Loan. Aku bisa bernyanyi! Selain menjadi dokter aku ingin menjadi rapper!"
Na terlihat antusias, membuat Taeyong mau tidak mau tersenyum pelan.
" kalau begitu kau bisa berguru pada Ciicie mu, dia itu selain berandalan juga pernah menjadi penari dan penyanyi jalanan.. "
" sungguh???"
Tidak hanya Na, tapi Neo dan Loan kini menatap Taeyong dengan pandangan penasaran.
" sungguh, meski setiap kami bertemu pasti ada saja pertengkaran yang membuat uncle Seo pusing. Tapi kami tidak pernah benar-benar berkelahi atau memasukkan ucapan kasar kami ke dalam hati. Ciicie kalian itu… sangat mandiri, bahkan untuk bersekolah saja dia harus bekerja dulu di pagi hari, lalu akan berlanjut di malam hari. Nenek kalian mengajarkan untuk bertanggung jawab akan hidupnya sendiri. Menjadi penari dan penyanyi jalanan atau menjadi atlet sepakbola semuanya sudah Yuta lakukan sejak dia berumur 9 tahunan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Protagonis
FanfictionHold my hand, never lose and make it down Kita memiliki kisah yang sama, tanpa tahu kemana arah takdir membawa kita. Kita sama-sama terluka dan memilih mati karena tidak ingin merasakan luka untuk entah keberapa kian kalinya. Aku menggantungkan...
