Suasana disekolah hari ini, terlihat berbeda. Evlin datang telat ke sekolah karena...biasa. Gamer sejati seperti itu. Main dari malam sampai pagi. Katanya, waktu adalah uang. Berbeda dengan Evlin, waktu adalah game. Padahal baru kemarin dirinya sangat mual dengan permainannya itu. Tapi karena Jean, semua bisa berubah.
Ramai dan terdengar bisikan-bisikan yang tidak jelas terdengar. Tapi Evlin mendengar samar-samar tentang murid baru. Yang katanya, ini, itu, bla bla bla... Ketika didepan kelas Evlin langsung duduk dengan santai. Anehnya, seisi kelas juga sedang meng gibahkan sosok murid itu.
"Vlin!"
"UWAW!"
"Hahaha, kagetnya kok aneh sih? UWAW" Keyza mengulang kekagetan Evlin dengan ekspresi yang persis seperti Evlin. Dan Keyza langsung duduk di samping Evlin yang masih cemberut. "Elah neng, jangan ngambek dong" Keyza mencolek dagu Evlin dengan lembut. Membuat Evlin geli dan jijik.
"Oh ya, semua orang kenapa sih? Kek yang pada ngomongin sesuatu" kata Keyza yang langsung mengubah arah duduknya menjadi berhadapan dengan Evlin.
"Ngomongin lo"
"Hah?! Gue punya salah apa? Gue beneran lho gak ngelakuin hal aneh" kini Evlin sedang menahan tawanya. Ekspresi Keyza sangat panik, padahal itu hanya keisengan Evlin.
"Ya enggaklah. Serius amat lo. Hahaha" tawanya tak bisa tertahan lagi.
"Temen durhaka lo. Terus, pada ngomongin apa sih?"
"Gue baru dateng, jadi gue juga gak tau. Lo tumben siang? Harusnya pagi datang ke sekolahnya. Jadi tau deh"
"Yey, lo yang kesiangan terus. Masa harus gue terus sih?"
"Biasa gue mah, gaming" Keyza menghela nafasnya berat melihat Evlin terkekeh. Tak salah lagi. Harusnya dia tidak perlu bicara seperti itu. Karena dia tau, Evlin kesiangan karena game online.
🎮
"Jean, kamu yakin mau pindah?" di kantin, rengekan Rebecca sangat memalukan Jean. Dari tadi Jean hanya menghela nafas panjang. Kedua temannya malah menertawakan kelelahan Jean yang terus dikejar Rebbeca. Lagian Jean aneh, dirinya yang dikejar tapi yang cape seharusnya Rebbeca.
"Lo bisa, gak ngintilin gue sehari?" tanya Jean sambil mengacak-ngacak rambutnya saking kesal dengan tingkah Rebbeca tiap hari. Dan adegan mengacak-ngacak rambut membuat Rebbeca terkesima dengan ketampanan Jean. Bukan hanya dia, semua. Iya, semua orang yang ada dikantin.
"Gak bisa"
"Ok, gue yang bakal jauh dari lo" Jean pergi dan Rebbeca menatap punggung lelaki itu. Zava dan Bryan mengikuti Jean yang sepertinya mood dia sedang down.
Tujuan Jean, Zava, dan Bryan kini ke belakang sekolah. Tak lain mereka akan menghisap rokok. Jadi, sekarang kalian tahu kenapa Jean, Zava, dan Bryan dipindahkan. Yap, mereka termasuk badboy juga. Untuk ganteng dan pintar. Jadi orang-orang lupa dengan sisi kenakalan mereka. Tapi kesannya mereka nampak lebih tampan jika badboy.
"Panggilan kepada Jean, Zava, dan Bryan ke ruangan kepala sekolah. Sekali lagi panggilan kepada Jean, Zava, dan Bryan untuk ke ruangan kepala sekolah"
Rokok itu mereka injak hingga apinya padam dan akan menuruti ucapan suara mic tadi. Menuju ruang kepala sekolah. Menyebalkan.
"Bapa sudah membuat suratnya. Jadi kalian besok sudah tidak sekolah disini lagi. Paham?" jelas kepala sekolah saat menyodorkan tiga buah amplop.

KAMU SEDANG MEMBACA
Game Online
RomancePenasaran sama cinta nya gamers sejati? _______________ 9AME ONLIN3☝ _______________ Highest Rank #1 (keluar) Copyright©2019 [Don't Copy My Story] Instagram : @heyits_tsal Follow akun Wattpad : @MoetMpiet (Thx!)