Sehabis pergi, Evlin dan teman-teman nya pulang ke rumahnya masing-masing. Ketika dikamar, Evlin meraih ponsel dinakasnya. Banyak notifikasi chat yang masuk. Namun tanpa ia sadari, dirinya tersenyum-senyum ketika sebuah chat masuk dari Jean. Laki-laki yang selalu membuatnya gila.Jean
Lagi ngapain?Kepo ni yee
Jean
NggakJean yang ada di kamarnya tidak kalah dengan Evlin. Jean juga senyum-senyum sendiri. Bahkan sampai-sampai tidak mendengar panggilan Mamanya. Namun jawaban Jean hanya mengiyakan tapi tidak menghampiri Mamanya yang sedari tadi berteriak. Namun semakin kencangnya teriakan itu, Jean bergegas menuju keberadaan mamanya.
"Ada apa ma?" tanya jean dengan malas.
"Bebby mau balik ke Indonesia. Dan dia sekarang hampir sampai di bandara, kamu jemput deh" sebenernya ia sangat malas karena terpaksa harus mengakhiri obrolannya dengan evlin.
"Kok gak sama supir aja sih?" keluh Jean
"Ini jam berapa?" jean melihat jam yang melingkari tangannya dan ia tidak menyadari sedari tadi, dirinya begitu lama menatap layar ponselnya dengan alasan menanti chat dari evlin. Dan pasti supirnya sudah tertidur.
"Iya iya" Jean pasrah dan akhirnya ia berjalan menuju garasi untuk mengambil mobilnya dan pergi dengan kecepatan sedang. Untungnya hari ini ibu kota tidak macet seperti biasanya.
Dibandara Jean menangkap sosok yang dia cari. Seorang wanita berambut pendek sebahu dan matanya ditutupi dengan kacamata hitam. Di lengannya menggenggam sebuah koper hijau. Lalu mereka saling tatap dan senyuman indah dari perempuan itu menghiasi wajahnya. Jean menghampirinya.
"Hai, kangen gue" ucapannya sambil membuka kacamatanya ketika Jean berada dihadapannya.
"Gue juga. Yaudah pulang yuk, udah malem" ajakan Jean sedikit aneh sih baginya.
"Di Spanyol, jam 10 itu masih siang"
"Bedain, ini Indonesia. Udah ayo!" lalu keduanya berjalan beriringan dan Jean membawakan kopernya sampai kedalam bagasi mobilnya. Kemudian mobil membelihi jalanan ibukota dengan kecepatan tinggi. Alasannya Jean ingin langsung melihat ponselnya.
Dikamarnya, evlin masih menunggu notifikasi chat dari Jean. Ia memutuskan untuk menyelesaikan obrolanya dengan alasan ngantuk. Tak lama, mata Evlin sudah tertutup dan ia sudah berada di alam bawah sadar. Sedangkan suara notif dari ponselnya ia biarkan. Dan itu membuat Jean sendu dan memutuskan untuk tertidur.
||
°•°
°•°Selama evlin berjalan menuju kelasnya, ia sama sekali tidak bersemangat. Padahal ini adalah hari terakhir chalenge yang dibuat Dea. Seharusnya evlin senang, karena dia akan kembali bermain dengan jean.
Entah bisikan dari mana ia tampak malas bermain game online. Perutnya serasa mual jika melihat game online. Mungkin bosan. Kecuali kalau ada suara pesan masuk dari Jean, dia akan membalasnya dan lagi-lagi tersenyum puas. Itulah wanita.
"Sekarang chalenge nya selesai. Jadi kalian boleh main sepuasnya" ucap Dea setelah evlin masuk kelas dan duduk sembari menenggelamkan kepalanya di tangan yang ia lipat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Game Online
RomancePenasaran sama cinta nya gamers sejati? _______________ 9AME ONLIN3☝ _______________ Highest Rank #1 (keluar) Copyright©2019 [Don't Copy My Story] Instagram : @heyits_tsal Follow akun Wattpad : @MoetMpiet (Thx!)