- 18 - Gagal!

83 11 0
                                    


Evlin bersumpah bahwa hari ini adalah hari terburuknya. Karena apa? Awalnya kan Evlin akan men comblangkan Keyza dengan Bryan. Tapi Jean telah menghancurkannya.

Kini semua malah men comblangkan Evlin dan Jean, gara-gara Hoddie yang Jean berikan guna menutup pahanya Evlin.

"Cie cie..."

"Nih, gue gak butuh!" ucap Evlin yang melempar balik hoddie Jean.

"Ok" Jean langsung memakainya. Matanya Evlin membelalak setelah hoddie itu membaluti tubuhnya Jean. Benar-benar bodoh. Evlin tidak mengetahui itu. Gambar sablonnya adalah Johhny Orlando. Idola Evlin. Tidak! Tidak! Hoddie itu original. Benar-benar terdapat tanda tangan Johhny Orlando.

"Kenapa?" tanya Jean ketika mengetahui ekspresi Evlin. "I-i-itu ho-hoddie Jo-joh-" Evlin gugup.

"Johhny Orlando" sambung Jean tanpa ekspresi.

"Lo bisa...dapet dari...mana? Gue aja yang...nunggu-nunggu gak....dapet"

"Beli langsung ke sana"

"Oh. Gue...boleh gak, minjem hoddie nya...plissss. Gue fans beratnya" pinta Evlin dengan kedua tangannya yang memohon. "Gak. Tadi lo bilang gak butuh" jawab Jean.

Dan akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Lima baso yang diwadahi mangkuk ayam jago tepat dihadapan mereka yang berduduk sila. Tanpa lama, mereka melahapnya langsung. Terkecuali Evlin. Dia masih melihat hoddie Jean. Dan Jean menyadari itu.

"Ntar, gue buka dulu" wajah Evlin sumringah. Mulutnya tersenyum lebar. Lalu mengambil hoddie itu dari tangan Jean setelah melepasnya. Dengan cepat, Evlin merentangkan bagian tangan hoddie itu. Dan terus membolak-balikkan hoddie nya.

Ternyata bener barang original. Itu yang ada di benaknya.

Saking senangnya, Evlin tidak menyadari bahwa dirinya malah mencium harum hoddie itu. Katanya sih, pengen mencium harum Johnny Orlando. Siapa tau sebelumnya, Johhny megang hoddie ini.

Karena sikapnya yang aneh, Jean juga menatap aneh gerak-gerik Evlin. "Lo ngapain cium-cium hoddie gue?" sewot Jean.

"Gue pengen nyium parfum nya Johhny. Dan ternyata haruummmm banget" antusias Evlin sambil mencium harum hoddie nya lagi.

"Itu parfum si Jean lah Vlin" celetuk Zava dan mata Evlin membulat sempurna. "HAH?! Bau banget si!" Evlin menutup hidungnya.

"Tadi bilangnya harum, sekarang bau" protes Jean yang sambil melahap baksonya. Namun Evlin malah memajukan bibirnya dan langsung melahap baksonya.

Sesi memakan bakso sudah. Perut mereka sudah terisi dan kenyang. "Yok! Pulang ke rumah masing-masing" perintah Evlin yang wajahnya dengan tanpa dosa masih memakai hoddie Jean.

"Hoddie gue?" tangan Jean menamprak. "Gue pinjem dulu ya. Gue cuci kok, sampe bersih dan wangi" kata Evlin.

"Nggak! Balikin!"

"Gak mau!"

"Harus mau!"

"Gak!"

"Balikin!"

"Gak!"

"Balikin!"

"Ih! Iya iya! Nih!" Hoddie yang sedari tadi membalut tubuh Evlin, kini dilepas dengan terpaksa. Karena jean memaksanya. "Kok lo cinta banget sih sama Hoddie nya?" tanya Evlin.

"Karena gue fans berat nya! Puas lo!?"

Deg!

"Kok lo ngikutin gue sih?" protes Evlin yang sangat tidak terima. Sedangkan yang lain? Jangan tanya lagi, mereka saling tatap dan bersorak.

"Cie...cie..."

"Apaan si!" ucapan itu keluar dari mulut Evlin dan Jean secara bersamaan. Masing-masing matanya saling menatap. Tidak! Tidak! Dalam kondisi seperti ini Evlin tidak boleh luluh saat menatap lensa coklatnya yang indah itu.

"Dah ah, gue balik! Ayo key!" Evlin berdiri dan menepuk-nepuk bokong serta tangannya dengan alasan kotor. Keyza yang disuruhnya menurut pada perkataan Evlin. Beda dengan Keyza, sebelum pergi ia sempat senyum dan pamit pulang. Tapi Evlin, dia melenggang pergi.

🎮

"Key, kenapa jadi gue yang kena si?!" gerutu Evlin sesampai di rumahnya. Tepatnya di sofa sedang merebahkan tubuhnya. Sedangkan Keyza, dia melahap cemilan yang tersedia dimeja.

"Gak papa. Gue ketemu sama Bryan juga udah cukup"

"Lo yang gak papa, tapi gue kenapa-napa"

"Maksud gue, gak papa si Jean mah cakep. Harusnya seneng"

"Tapi dia itu penghancur hidup gue. Gue kira dia baik waktu pertama kali ketemu. Makannya gue terpesona liat muka dia. Eh, taunya ngeselin banget tuh orang!"

"Berarti lo pernah suka sama dia?"

"Idih! Gak sudi!"

"Mmmm...maca cih?" tangan Keyza menggelitik kakinya Evlin yang diselonjorkan. Dan di sanalah tawa mereka memecah.

🎮



Only 642 words!
Lagi males, hehe...

Game OnlineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang