9.Rencana Pertama

187 27 4
                                        

Ia akhirnya menyetujuinya.Memang sedikit terdengar aneh,jujur Zara masih ragu dengan rencana yang dibuat oleh Kevin.

Tetapi,bisa jadi rencananya berjalan dengan lancar.Kata orang-orang lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali kan.Memang Semua seluk-beluk sudah diceritakan olehnya.Zara berusaha mempercayainya.

Yang di inginkan Zara hanyalah,rencananya berhasil dan berjalan dengan lancar.

"Oke Zara!"Kevin menghentakan telapak tangannya ke meja.

Zarapun berhasil dibuat kaget olehnya.

"Kevin....,bisa ngga sih ngomongnya ngga pake ngagetin gitu."protes Zara.

"Iya,habisnya ngelamun mulu kamu tuh."

"Kan gue lagi mik..

"Lagi mikirin gue."potong Kevin.

"Iiiihhhh,GR banget sih Lo,udah lah bahas lagi rencananya!"bentak Zara.

"Rencana pernikahan kita?"ledek Kevin.

"Ih,ngeselin deh."Zara melipat tangan didepan dada dan membelakangi Kevin.

"Iya-iya gue cuma becanda kali." Kevin tertawa tak bersalah.

Ia memang sangat senang jika melihat ekspresi Zara yang sedang marah.Seperti habis di kejar-kejar sapi ngamuk mau di sebelih saja.Menurutnya semua itu bisa mencairkan suasana dan sedikit bisa menghibur Kevin.

"Nah rencana pertama,yaitu dilaksanakan besok pagi di sekolah."ucap Kevin sok bijak.

"Apa!sentak Zara.

"Biasa aja kali,matanya jangan di melotot-lototin gitu kek mau copot aja tuh mata."Kevin tertawa.

"Ihhhh,sebel deh!Bukannya serius, becanda Mulu!Mau gue siram pake jus alpukat!!!mau?."ucap Zara memegang gelasnya.

"Eh-eh,ampun-ampun?"Kevin mengangkat tangannya keatas kepala.

"Buruan!"rengek Zara.

"Iya tuan putri.Jadi besok pagi kita berangkat dan pulang harus bareng,ke kantin bareng,ke parkiran bareng,makan bareng.Pokoknya kemana-mana harus bareng."jelas Kevin sambil membaca rencana yang sudah ditulisnya sejak tadi malam.

"Termasuk ke kamar mandi?"geram Zara.

"Boleh-boleh ide yang bagus."jawab Kevin dengan polosnya.

Otak Zara seperti mau meletus ingin mengeluarkan api kemarahan yang sangat dasyat.Bukannya serius membahas rencana palah Kevin hanya bercanda.

Dan tidak sama sekali menghiraukan langit yang dihiasi matahari sebentar lagi akan tergantikan oleh bintang-bintang.

Zara menghela nafas berat.

"Kevin Siregar.....berangkat dan pulang bareng itu udah cukup buat bikin semua orang percaya.Ngga usah lebay okey.."

"TIDAK!!!Zara,gue tuh ngga lebay.Kita harus totalitas okey,biar ngga ada orang sedikitpun yang tau kalo kita cuma pura-pura pacaran."

"Serah Lo lah."ucap Zara pasrah.

"Gitu dong nurut sama pacar."

"Huek,udah mau menjelang malem Lo masih aja ngelawak sama kata-kata aneh Lo itu."heran Zara.

"Becanda lah jangan khawatir."Kevinpun tertawa.

"Becanda Mulu dari tadi jadi kemaleman kita kan."protes Zara.

"Iya-iya kita pulang sekarang,lanjut chat aja ya Za."

Zara hanya tersenyum membalasnya.

Merekapun segera memutuskan untuk pulang.

Zara[COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang