Keadaanlah yang memaksa kita berbuat suatu hal yang seharusnya tidak dilakukan.
-Zara Caylatalia Rambey
||
Happy Reading:)
Cahaya terang menghiasi kota indah nan asri ini.
Pancaran bulan mempercantik sudut kota.
Beribu bintang menari-nari,
Mengiringi akhir bulan tahun ini.
Zara berdiri di balkon rumahnya menatap keindahan alam semesta yang terlihat terang di atas sana. Tuhan sangat hebat memberikan keindahan kepada bumi pertiwi ini. Seandainya salah satu ciptaan-Nya terjatuh dari angkasa.
Iya,bintang yang bisa mengabulkan permintaan seseorang saat melihatnya jatuh. Seperti film-film korea. kata mereka, ketika melihat bintang jatuh maka apapun yang diinginkan terkabul.
Tetapi Zara tidak sebodoh itu,mana ada bintang jatuh. Mana ada permintaan konyol yang langsung terkabul hanya karena melihat bintang jatuh.
Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka dan tidak terbukti kebenarannya. Sebatas perfilman yang terlihat nyata dicerita itu saja.
Apakah cinta itu penting bagi seseorang. Apakah memperjuangkan cinta itu salah. Apakah cinta pantas untuk anak seumuran Zara.
Ia termenung kembali, mungkin ini sangat berlebihan. Ia tahu saat ini yang terpenting hanyalah nilai akademik yang bisa mengantarkannya ke kehidupan layak.
Namun Zara bersikukuh dengan niatnya memperjuangkan kebahagiaan. Selagi ia bisa membagi waktunya apa salahnya.
Seandainya cerita fiktif itu benar, maka Zara akan meminta keinginan terbesarnya. Dan tidak lagi susah payah melakukan hal-hal konyol itu.
Mobil kuning melaju menuju gerbang rumah Zara. Ia melihatnya dari atas balkon kamarnya.
Siapa lagi jika bukan pemuda konyol penyuka warna kuning yang sering menguntit kehidupan Zara saat ini. Sampai kapan semua ini berakhir. Zara sebenarnya malas sekali melanedinya.
Ini hanyalah pacaran pura-pura tidak lebih,tapi semuanya seperti hubungan melebihi dari rencana di atas kertas. Zara merasa akhir-akhir ini ia sudah terlalu dekat dengan anak kepsek konyol itu.
Zara menghela nafas berat,ia segera menghampiri Kevin. Meninggalkan kamar bersiap untuk menginjak lantai demi lantai yang menurun ke bawah.
"Apalagi ini Tuhan,hufft."gumam Zara.
Zara tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika sampai tepat di depan lantai paling bawah bertingkat yang megah itu.
"Oh,jadi gitu."ucap Mr.Roy menganggukan kepala mengerti.
Zara tersentak melihat Kevin sudah menduduki kursi tamu. Ia sangat terkejut sekali melihat Kevin sedang berbincang dengan ayahnya yang terkenal cuek. Apa sebenarnya yang diperbincangkan oleh mereka. Zarapun segera menghampiri mereka berdua.
"Ngapain lagi sih Lo ke rumah gue." ucap Zara sinis.
"Iya sudah Nak Kevin,Om ke dalam dulu,Zara sudah datang."
Belum sempat menjawab pertanyaan dari Zara, ayahnya memotong pembicaraan Zara dengan Kevin.
"Baik Om."balas Kevin.
Segera Mr.Roy melangkahkan kakinya menuju kamar yang berada di lantai atas. Sekerjap ia menghilang dari pandangan mereka.
"Lo ngapain sih ngobrol sama bokap gue! Awas aja kalo bilang yang engga-engga!" Protes Zara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zara[COMPLETED]
Fiksi RemajaSuara hujan begitu indah didengar, setelah sekian lama tak hujan Zara sangat merindukannya. Banyak kenangan bersama rintik hujan tahun kemarin. Tak terasa satu tahun telah berlalu Zara dan dia berpisah. Rendy Syahraja.... iya... kekasihnya dulu, Zar...
![Zara[COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205027452-64-k824270.jpg)