Tak baik memaksa cinta kepada seseorang jika orang yang kita kejar tak pernah bisa menerima kita.
-Kevin-
Perdebatan Kevin dan Nayla menguak fakta baru. Dengan amarahnya, secara tidak sadar Nayla memberitahu jika ia menyukai Kevin. Mungkin karena Kevin sosok yang asik, humble, dan ditambah ia mempunyai bakat berupa rayuan gombal versinya.
Nayla juga merasa, ketika selalu berada didekat Kevin, ia seperti mempunyai pelindung yang setiap kali bisa membuatnya aman, nyaman, dan pastinya bahagia.
Tapi yang Nayla khawatirkan sekarang, Kevin seringkali bersama Zara, ia tak kalah dekat dengan Nayla. Kevin rela berbuat apapun demi melihat Zara bahagia. Itu janjinya dulu.
Maka dari itu ketika Nayla melihat mereka berdua sedang berpelukan di hutan dan hanya ada dua orang itu, pikiran negatif langsung masuk kedalam otaknya. Akhirnya ia memilih untuk menghindar dari Zara. Karena tak terima, amarah, menjalar ke seluruh tubuhnya.
Lambatlaun Kevin pun menyadari, tak baik memaksa cinta kepada seseorang jika orang yang kita kejar tak pernah bisa menerima kita. Kesadarannya menyadarkannya bahwa masih ada seseorang yang lebih menghargai cinta tulusnya, ia pun melihat kebelakang masih ada yang bisa menerimanya dengan hati yang tulus.
Kesalahan yang Kevin dan Ibunya perbuat dahulu telah menghancurkan hidup seseorang yang ia cintai, siapa lagi jika bukan Zara. Karena mereka, Zara tak pernah merasa bahagia. Seolah-olah kebahagiannya sudah direnggut oleh dirinya.
Sungguh, niatnya hanya agar Zara bisa dekat dan menerima ketulusan cinta yang dimilikinya, namun sebaliknya gara-gara tingkahnya Zara terpuruk, jatuh. Jatuh sejatuh-jatuhnya.
Sekarang tujuan terakhir hanya mengembalikan kebahagian Zara, yaitu Rendy. Kekasih yang selalu bisa memberikan kebahagian luar biasa.
Rencananya sekarang adalah berdiskusi masalah ini dengan Bundanya dan Ayahnya Zara. Masalah bundanya dan Ibu Rendy pun juga telah usai. Hutang-hutang Mr.Roy juga sudah lunas terbayar.
Sangat mudah sekali menyuruh bundanya membujuk Mr.Roy, ayah Zara untuk menyatukan Rendy dengan Zara kembali.
"Woi." Kevin terpengkal, ia terkejut. Lamunannyapun buyar.
"Zara!! Lo ya, ih gue lagi ngelamun enak-enah palah di ganggu. Lagian ngapain tiba-tiba masuk ke kamar ngga minta ijin!"
Zara memutar bangku yang berada didekat ranjang Kevin dan duduk menghadapnya. Kevin pun masih saja menyangga dagunya dengan tangan dan melipat kaki di atas ranjang bergambarkan spiderman miliknya.
"Lagian gue udah ketok pintu lo sampe tangan gue merah lebam kek gini. Tetep aja ngga denger, ya gue buka aja tuh pintu." Zara melipat kedua tangannya didepan dada dan memanyunkan mulutnya.
"Lebay bet dah, tangan masih putih pucet kek gitu, lebam?"
"Lo ngga liat tangan mulus gue baru aja ciuman sama pintu lo. Nih, jadi lece kan!"
"Heleh, saking jomblonya lo Za-Za." Kevin hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan Zara yang ngelantur ngga jelas.
"Biarin!"
"Heh btw, ngga boleh tau langsung aja buka pintu kamar tanpa izin. Untung gue lagi pake baju, kalo engga lo keenakan." Kevin pun terkekeh.
"Hih, jiji tau." ketusnya.
"Haha, becanda-becanda. Mau apa lo kesini."
"Iiih, Kevinnnnnnnn." Zara mencubit paha Kevin dengan Keras. "Nyebelin banget deh. Emang ngga boleh apa gue kesini!" Zara mengambil bantal, dan melemparkan dengan kasar tepat ke arah wajah Kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zara[COMPLETED]
Novela JuvenilSuara hujan begitu indah didengar, setelah sekian lama tak hujan Zara sangat merindukannya. Banyak kenangan bersama rintik hujan tahun kemarin. Tak terasa satu tahun telah berlalu Zara dan dia berpisah. Rendy Syahraja.... iya... kekasihnya dulu, Zar...
![Zara[COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205027452-64-k824270.jpg)