13| What's Wrong with Us?

6.4K 506 65
                                        

Jangan lupa vote dan tinggalin komentar di bagian-bagian yang kamu suka atau gemas bacanya🙃

Jika kamu suka dengan cerita ini, tolong bantu aku ya untuk mempromosikan HITCH, dengan cara :
1. Screenshot bagian cerita yang kamu suka.
2. Upload ke Instastory dengan tag IG @yoonanayaa (bisa masukkin caption apapun yang kamu mau).
3. Nanti akan aku add di story aku
3. Sudah, itu saja, gampang kan berbagi kebahagiaan itu😊

Terimakasih dan selamat membaca ya💜

Mobil yang dikendarai Jimin tengah menelusuri jalan menuju rumah mereka. Sepasang suami istri yang berada di dalamnya lebih memilih untuk membisu, entah sedang sibuk dengan pemikirannya masing-masing, atau justru memang sedang tidak selera untuk berbincang.

Gadis berambut panjang sebahu ini memandang setiap taman-taman kecil yang berada di sepanjang jalan, namun tatapannya tidak fokus disitu. Seperti sedang menerawang jauh dalam ingatannya.

Masih jelas terngiang di benaknya bahwa Jimin telah merencanakan bulan madu bersamanya. Sebenarnya, sekitar 70% Aera yakin bahwa ucapan Jimin hanyalah sekedar pemanis berita yang akan disiarkan.

Namun perasaannya tidak bisa menampik bahwa besar harpannya agar segala penuturan itu akan benar terjadi.

Tidak perlu pergi ke Negara bersalju. Tidak! bukan itu poin utamanya. Biarlah hanya pergi ke Namsan Tower, lalu tetap tidur di rumah mereka. Itu sudah bisa membuatnya bahagia, yang terpenting hanyalah waktu luang untuk menciptakan momen sepasang pengantin baru.

Tanpa Eun Mi, pastinya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, mobil yang dikendarai Jimin sudah berhenti di halaman rumah.

"Kau bisa masak?" tanya Jimin seraya menutup pintu mobilnya lalu mengikuti langkah Aera yang berada di depannya

Aera masih tetap dalam langkahnya memasuki rumah, namun sekilas menoleh ke sumber suara yang berada dibelakangnya, "oppa ingin makan apa?" lalu mengembalikan pandangannya ke depan.

"Yang pasti tidak ingin roti dengan selai strawberry," jawab Jimin sibuk dengan jaket yang ia pegang.

Bukankah Jimin baru saja merehinya? Tanpa diberi tahupun ia juga tidak akan menyediakan roti selai strawberry untuk jamuan makan malam.

Gadis yang merasa tertantang itu sempat memberhentikan langkahnya dan menoleh sedikit agar dapat melihat Jimin dari sudut matanya, "aku akan mengolah bahan-bahan yang ada di kulkas. Oppa mandi saja dulu," ucap Aera.

Jimin terbelalak mendengar perkataan gadisnya. Sedikit menyulam senyum dengan berbisik 'wow' pada dirinya sendiri.

Gadis 19 tahun yang berada di depannya seolah sedang tidak ingin diremehkan.

Tiba-tiba saja rasa gemasnya terhadap Aera membuat Jimin ingin menjahilinya. Sedikit melebarkan langkahnya agar bisa beriringan di samping Aera, kemudian dengan cepat ia melandaskan ranum merahnya ke pipi tirus lembut istrinya.

"Ra, aku suka sesuatu yang pedas dan hangat," ucapnya setelah mencium cepat, lalu melangkah pergi meninggalkan Aera.

Sosoknya yang mendahului langkah Aera kini sedang menjadi fokus gadis itu. Masih terasa basah di pipinya, Aera yakin bahwa bibir basah Jimin itu karena hobi aneh suaminya, menjilati bibir bawahnya sendiri.

HITCH ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang