"Aku Park Jimin salam kenal" ucap jimin dengan wajah manisnya tak mau kalah dengan yeoja dingin ini
"Dasar sok manis" sahut eacha membuat jimin lemas
Ia langsung menaruh kepalanya ke meja menghadap kepada hyungnya yang lain.
'Hyung tolong aku' batin jimin dengan wajah sedihnya
Tanpa aba aba yoongi langsung berdiri dari tempat duduknya membuat semua orang menatapnya.
"Ada apa yoon" tanya kim saem
"Mianhae saem saya ingin bertukar tempat" ucap yoongi membuat kim saem mengangguk
Setelah diperbolehkan yoongi langsung menarik jimin dan mendudukkan namja manja itu di samping hoseok.
Jimin yang shok hanya diam tanpa dapat membantah perilaku hyung datarnya itu. Yoongi langsung duduk di tempat jimin tadi membuat yang lain hanya diam.
"Sudah saem, khansamnida" ucap yoongi yang diangguki kim saem
Setelah pelajaran kembali berlanjut yoongi hanya melirik eacha sebentar lalu tidur kembali dengan tangan sebagai bantalan.
Eacha yang melihat kejadian itu hanya bisa mendengus kesal lagi.
'Dasar' batinnya ikut tidur tapi ia menghadap jendela
'Makasih yoongi hyung' ucap jimin dalam hati membuat yoongi hanya tersenyum tipis yang bisa dilihat jimin
Bel istirahat berbunyi membuat semua murid kelas 2-3 langsung bersorak gembira membuat kim saem hanya geleng kepala pelan.
Hal tersebut tentu membangunkan eacha, yoongi, dan lissa yang tidur selama pelajaran.
'Dasar mereka bertiga kembar apa' batin loona dan kelima namja kecuali jimin yang hanya geleng geleng kepala
Tanpa kata ketiga yeoja itu langsung pergi menuju kantin, memang tak ada yang spesial dari persahabatan mereka tapi mereka selalu lengket.
"Ada yang aneh" ucapan jimin membuat semua member menatapnya
"Mwo?" tanya jungkook
"Kalian tak sadar tadi ucapan dalam hati eacha bisa kita dengar, bukankah itu hal yang aneh jika dia bisa ikut dalam pembicaraan kita" jelas jimin membuat semuanya mengiat kata 'dasar' tadi membuat mereka membeku
"Jadi maksudmu dia bisa mendengar dan bicara dengan kita lewat telepati" ucap jin membuat jimin mengangguk
"Benar dugaanku sejak kita ribut siapa yang duduk dengannya dia terlihat tak suka akan hal itu" sahut namjoon mengingat raut wajah eacha tadi
"Tapi tunggu kenapa dia bisa, bukankah malaikat dan manusia beda level" ucap taehyung membuat hoseok menyikutnya
"Kita memang beda level dengan manusia tapi jangan merendahkan manusia karena kita juga manusia dulu" sahut hoseok tak suka akan ucapan taehyung
"Kalian bikin pusing saja" ucap yoongi meninggalkan yang lain
"Yak yoongi" teriak jin membuat yang lain langsung mengikutinya
Berbeda dengan para malaikat setengah manusia itu, eacha dan sahabatnya yang lain tengah menikmati makan siangnya dengan tenang.
'Kenapa aku bisa mendengar ucapan mereka, apa jangan jangan mereka juga bisa mendengar ucapanku' batin eacha memakan manakannya pelan
"Yak eacha, udah tau tak enak badan masih saja makan sedikit seperti itu" ucap lissa membuat eacha tersadar dari lamunannya
"Mian eonnie" sahut eacha pelan
"Sudahlah eonnie, kan eacha eonnie lagi sakit pasti gak nafsu makan bukan" loona menyahut membuat lissa menghela nafas pasrah
"Eacha eonnie gimana rasanya bisa satu bangku dengan namja yang bernama yoongi dan jimin tadi" tanya loona saat mereka telah menyelesaikan makannya
"Dasar, mereka aneh tau yang satu sikapnya sok manis yang satu kelewat dingin" ucap eacha membuat loona tertarik
"Jinjjayo?"
"Nee mollago"
"Ih..eonniegak bisa diajak kerja sama nih" kesal loona cemberut
"Sudahlah loon, kan ada eonnie yang sayang sama kamu" sahut lissa dengan wajah manisnya
"Yak eonnie selalu saja bersikap manis pada loona" kesal eacha
"Makanya jujur" sahut lissa membuat eacha membatu
'Jujur ya'
'Hyung kau bisa mendengarnya bukan' senang jimin membuat yang lain mengangguk
'Yak kenapa kau bisa mendengarku' sahut eacha keras
'Kau dengar' kaget jin
'Cih..menyebalkan'
'Yang menyebalkan itu kau tau' sahut jimin membuat yoongi menahan jimin dengan tangannya
'Hei..kau itu siapa' tanya yoongi membuat eacha tertawa sinis
'Naega?' sahut eacha
'Aku tau kalian itu siapa jadi jangan banyak bertingkah oke' ucap eacha tanpa menjawab pertannyaan yoongi
Ketujuh namja itu terkejut membuat yoongi geram.
'Dasar tidak tau terima kasih' kesal yoongi membuat eacha mengerutkan dahinya binggung
'Jika bukan karenaku mungkin kau sudah mati kemarin' lanjut yoongi membuat eacha menatap lengan kirinya
'Cih..kau tau bukan' ucap yoongi sebelum memutus telepati itu
Eacha terdiam ia masih bisa mendengar keenam namja itu ribut tapi ia mengabaikannya. Tatapannya begitu sedu ketika melihat lengan kiri yang diperban itu tertutup jaket.
'Eomma, appa'
"Loon, lissa noona, aku ke toliet dulu" ucap eacha langsung meninggalkan sahabatnya
'Sampai kapan kau akan menyembunyikan semuanya cha'
Sampainya di toliet ia langsung masuk ke bilik paling pojok disana. Tangan kanannya meremas tangan kiri yang tertutup jaket itu. Darah segar mengalir dengan indah di jaket hitamnya membuat ia makin menangis.
Digigit bibir bawahnya agar tak ada yang mendengar. Darah itu semakin banyak, luka yang sudah diobati malaikat itu terbuka kembali karena tubuhnya tak akan bisa diobati oleh malaikat itu.
Ia tau hal itu tentang malaikat dan yang lain, tentang hidup yang selalu ia benci. Tentang takdir bodoh yang selalu ia coba hancurkan namun sia sia.
Satu kalimat yang selalu mengingatkannya pada takdir bodohnya kembali berputar seperti kaset rusak.
'Jangan putus asa anakku, sesuatu saat kau akan bertemu dengan mereka'
TBC
Jadi gimana pada nunggu gak, oh..dan aku juga mau kasih tau kalian aku bakal up setiap hari kamis untuk ceirta ini jadi selalu nantikan update cerita ini oke
Tapi ini juga akhir aku up, maaf ya aku hiatus dulu untuk beberapa bulan kedepan. Aku mau fokus ujian dulu jadi maafkan aku ya, sampai ketemu di tahun 2020
Selamat tahun baru semua
2020
Pai..pai...
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Guardian Angels (END)
FantasyTujuh namja bertudung hitam yang tengah mencari seorang yeoja yang harus dijaganya malah terjebak oleh yeoja itu yang penuh dengan misteri. Dan hal itu membuat mereka harus lebih bersabar untuk mendekatinya. Apalagi dengan kisah ketujuh namja itu ya...
