Jimin terlihat gelisah membuat yoongi mendekatinya lalu menarik jimin sedikit menjauh membuat lissa hanya menatapnya tak mengerti.
Berbeda dengan yang lain yang malah menatap mereka berdua penasaran. Bahkan jin langsung memfokuskan kekuatannya tapi sepertinya lissa menghalangi penglihatannya dan berakhir hanya hitam yang dia lihat.
"Kenapa jim" ucap yoongi pelan dan lissa menghampiri merrka
"Eacha sadar hyung dan dia mendengarnya, tadi aku tak sengaja menyentuh tangannya dan chaca menunjukkan semuanya padaku" ucap jimin membuat lissa dan yoongi terkejut
Jadi sejak tadi eacha mendengar pertengkaran mereka dan eacha diam karena ingin mendengar semuanya. Dan berarti eacha mendengar soal dirinya akan dibunuh bahkan saat dirinya dalam keadaan sadar.
"Mwo!!" kaget mereka bersamaan membuat jimin makin lemas melihat apa yang akan eacha lakukan
"Hyung, kau percaya padaku kan" ucap jimin mengatakan apa yang benar benar mengganggunya sejak tadi
"Waeyo jim?" tanya yoongi dan lissa hanya menyimak karena sudah terlalu penasaran
"Chaca bilang semua yang eacha lalukan adalah keinginan appa dan eommanya dan semua itu bermaksud agar eacha bunuh diri" ucap jimin membuat mereka berdua membulatkan matanya
"Bukankah appa dan eomma eacha tak ingin eacha bunuh diri, apa maksudmu jim" kesal yoongi merasa bahwa dirinya tak tau apa apa
"Karena keinginan mereka adalah___"
"Apa yang kalian bicarakan bukankah disini kalian marah pada kami" sahut hoseok membuat yoongi menatap tak suka disaat seharusnya jimin mengatakan semuanya mereka malah mengacaukannya
Yoongi maju namun ditahan oleh jimin yang lebih dulu maju lalu memfokuskan dirinya untuk mengeluarkan kekuatannya dan lissa menyadari itu dengan membantu penglihatan jimin agar dilihat semua yang ada disana.
Dan mereka langsung terdiam saat sudah selesai melihat penglihatan dari jimin. Bahkan yoongi dan lissa juga diam karena terkejut dengan keinginan appa dan eomma eacha.
"Sekarang aku mohon percaya pada eacha untuk kali ini, sebelum semuanya terlambat" ucap jimin memohon pada semua orang yang ada disana
"Apa maksdumu" ucap namjoon merasa jimin terlalu bodoh untuk membuat dirinya dan yang lain percaya
"Aku tak sengaja menyentuh tangan eacha tadi dan aku melihat isi pikiran eacha" ucap jimin membuat mereka membulatkan matanya
"Jadi eacha akan membunuh kita" kaget jungkook dengan mata bulatnya yang membulat besar
Yoongi menggeleng ternyata fakta bahwa mereka tak mungkin bisa menerima eacha tak akan berubah walau jimin memohon sekalipun nyatanya mereka tak pernah peduli.
"Sudahlah jim, mereka tak akan peduli" ucap yoongi menarik jimin sebelum suara loona membuat mereka tak jadi pergi
"Apa yang ingin kalian katakan sebenarnya" tanya loona berharap bahwa dia bisa tau maksud mereka
Lissa terkekeh menatap loona sebelah mata lalu menarik jimin dan yoongi untuk segera pergi namun tangan loona membuat lissa berhenti untuk berteleportasi.
"Eonnie, jebal katakan padaku" mohon loona membuat lissa menyentak tangannya keras membuat loona terjatuh
"Tau apa kau soal eacha dan sekarang kau peduli karena apa, apa karena dia akan mati" kesal lissa marah menatap nyalang loona yang terkejut
"Kau tau" kaget jimin namun diabaikan lissa
"Apa maksudmu?" kesal jungkook maju saat sepupunya malah jatuh karena sentakan kasar lissa
"Apa pedulimu!!" teriak lissa menatap nyalang jungkook yanh tengah membantu loona berdiri
"Tunggu!!, apa maksudmu dengan dia akan mati" sahut jin membuat lissa menatap archeangel paling tua itu
"Sepertinya keinginan kalian akan terkabul karena eacha akan bunuh diri" ucap lissa membuat semuanya terdiam kecuali jimin yang malah menatapnya terkejut
"Bagaimana kau bisa tau" tanya jimin membuat lissa terkekeh
"Aku tau, karena aku bisa membaca pikiranmu jim" jawab lissa lalu membuka kekuatannya agar mereka bisa pergi dari sana secepatnya
"Tunggu!!" sahut jin keras
Lissa menggeram pelan menatap kesal karena selalu gagal membuka kekuatannya.
"Apa??" kesal lissa membuat yoongi menenangkan lissa
"Tenanglah" ucap yoongi membuat lisaa memalingkan wajahnya yang terlihat masil kesal
"Jim, coba jelaskan pada kami" ucap jin membuat jimin menghela nafas kasar
"Sebenarnya eacha sudah sadar dan mendengar semua ucapan kita hyung" ucap jimin menatap mereka sedu
"Seperti yang aku bilang bahwa aku tak sengaja menyentuh tangannya dan aku melihat isi pikiran eacha yang akan bunuh diri di menara sea" lanjut jimin membuat mereka semua terkejut
"Dia ingin menyegel jiwanya disana" sahut namjoon merasa senang dengan kabar itu
"Aniyo!!!" teriak jimin merasa kesal dengan namjoon yang malah terlihat bahagia dengan kabar eacha yang akan bunuh diri
Jimin malah menagis membuat yoongi mendekatinya dan memelukkanya untuk menangkan jimin yang terlihat begitu kesal dengan apa yang dia tau. Kadang yoongi merasa bahwa jimin terlalu bekerja keras tapi dia tahu bahwa itulah sikap jimin yang tak akan berubah.
"Jadi apa maksudmu jangan malah menangis" ucap taehyung menghampiri jimin yang malah tambah sedih saat mendengar taehyung yang tak suka melihatnya menangis
"Cukup tae!!" bentak yoongi menatap kecewa pada mereka yang seakan tak peduli pada jimin
Nyatanya memang fakta bahwa mereka membenci eacha dan tak bisa menerimanya adalah hal yang tidak bisa diubah dengan mudah atau mungkin hal yang tidak akan bisa berubah.
Lissa yang melihat jimin menangis langsung menatap para archeangel itu lalu menghembuskan nafasnya kasar berharap bahwa kabar ini membuat mereka sadar.
"Dia akan menyegel kekuatannya disana lalu memberikannya pada kalian" ucap lissa membuat para archeangel itu terkejut kecuali jimin yang memang sudah tau segalanya
TBC
Aku kembali, hm.. Ada kabar baik buat kalian. Cerita ini akan selesai dalam 4 part lagi jadi tunggu saja.
Kalau gitu aku pamit dulu, sampai jumpa...
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Guardian Angels (END)
FantasyTujuh namja bertudung hitam yang tengah mencari seorang yeoja yang harus dijaganya malah terjebak oleh yeoja itu yang penuh dengan misteri. Dan hal itu membuat mereka harus lebih bersabar untuk mendekatinya. Apalagi dengan kisah ketujuh namja itu ya...
