part 17 ~ Friends

124 19 0
                                        

Jimin pingsan di tengah tengah taehyung dan jungkook membuat mereka semua panik bahkan lissa dan loona juga panik. Karena jungkook yang paling sigap mereka langsung membawa jimin menuju kamarnya.

Sampainya dikamar mereka hanya bisa berdoa bahwa jimin baik baik saja. Jin sadar jika ada sesuatu yang membuat jimin pingsan. Apa mungkin jika jimin menemukan sesuatu atau memang hanya perasaannya saja.

"Jimin hyung kenapa" tanya jungkook mendekati kakak laki lakinya yang pingsan itu

"Aku juga tak tau kook" jawab jin menatap jimin khawatir

"Panggil yoongi secepatnya" ucap namjoon membuat jin mengirim telepati pada yoongi yang ternyata baru sampai pada gerbang kedua surga

'Yoon kembalilah jimin pingsan'

Setelah mengirim telepati pada yoongi jin menatap khawatir adiknya yang tengah mematung disampingnya.

"Tae waeyo?" tanya jin merangkul adiknya itu

"Gwaenchana hyung, hanya saja jimin hyung jika pingsan pasti dia melihat sesuatu bukan" jawab taehyung masih menatap jimin khawatir

Tak lama kemudian pintu kamar jimin dibuka kasar yoongi yang masih terengah karena berlari.

"Bagaimana?" tanya yoongi mendekati jimin

"Kami tak tau hyung" jawab namjoon mencoba tenang walau dirinya juga kalut

Lissa menarik loona keluar kamar jimin. Loona yang ditarikpun hanya bisa pasrah karena dia tahu bahwa eonnienya ini pasti akan menanyakan hal ini.

"Kau angel" ucap lissa membuat loona mengangguk

"Nee, dan aku sepupu jungkook" jawab loona

"Wah..jinja, aku tak percaya" kaget lissa membuat loona tersenyum

"Jadi sekarang kau percaya dengan angel" tanya lissa mengingat permasalahan mereka yang belum selesai

"Ya aku percaya, dan juga bisa menerima eonnie dan eacha eonnie" ucap loona menatap teduh lissa

"Akhirnya, ini yang aku tunggu tunggu dari kemarin" senang lissa lalu memeluk loona yang juga membalas pelukannya

"Sahabat" ucap lissa yang diangguki loona

"Selamanya" balas loona tersenyum lebar



























Jimin menatap terkejut dengan kehadiran chaca di dalam pikirannya. Bahkan chaca tak sendiri melainkan bersama eacha.

Bagaimana bisa seorang angel yang bukan empath memasuki pikiran angel lain. Itulah mengapa jimin sangat terkejut.

"Bagaimana bisa" ucap jimin berdiri dari acara duduknya dengan alex

Eacha dan chaca hanya diam lalu menhampiri jimin dan alex yang masih bertanya tanya akan kedatangan mereka.

"Apa benar kau anak didik park minji" tanya eacha tanpa menjawab keterkejutan jimin padanya

"Nee, memang kenapa apa ada yang salah jika aku anak didik eommamu" jawab jimin membuat eacha mengangguk pelan

"Apa kau tau siapa aku" tanya eacha membuat jimin dan alex membeku

"Kami hanya masih menduga" ucap alex membuat eacha dan chaca mengangguk

"Jim" panggil eacha membuat jimin menoleh

"Apa kau bisa membantu kami bertemu dengan artron" lanjut eacha

Jimin terdiam jika diingat memang chaenyeol adalah anak didik tuan artron lalu minji adalah utusan tuhan. Memang tidak masalah jika eacha yang memang anak mereka bertemu dengan tuan artron.

Tapi untuk apa eacha bertemu dengan tuan artron. Bukankah dia tak ada urusan dengan tuan artron.

"Ada urusan apa kau bertemu dengan tuan artron" tanya jimin yang nemang penasaran dengan permintaan eacha padanya

"Appa menyuruhku untuk bertemu dengannya" jawab eacha membuat jimin membulatkan matanya

Bukankah kedua orang tua eacha sudah tiada, bagaimana bisa eacha bertemu dengan kedua orang tuanya.

"Tentu aku bisa, karena mereka orang tuaku" ucap eacha saat tau pikiran jimin

"Jadi kau tau kalau aku anak didik eommamu dari eommamu sendiri" sahut jimin yang diangguki eacha

Mereka berempat terdiam hanya keheningan yang ada semuanya hanya fokus pada pemikiran masing masing.

"Apa yang kau pikirkan saat bertemu denganku" ucapan chaca membuat alex dan jimin menatapnya terkejut

Memang pertama kali dia bertemu dengan chaca mereka sadar akan satu hal bahwa chaca berbeda. Perbedaan yang tak pernah ia pikirkan akan ada di seorang keturunan angel.

"Kau berbeda dari shadow yang lain" ucap alex menatap chaca dari atas kebawah

Chaca tersenyum miring dia tau memang jawaban itulah yang akan terlontar dari mulut mereka. Dia tak akan terkejut dengan itu karena dia memang sudah tau pikirkan mereka sejak awal.

"Ya aku tau, berbeda dengan alex yang terlihat begitu indah aku hanya shadow yang mengerikan" jawab chaca membuat eacha menggelang keras

"Aniyo, aku tak pernah berfikir kau terlihat mengerikan" sahut eacha menatap chaca tulus

Jimin diam melihat interaksi mereka yang menurutnya sangat manis. Dibandingkan dia dengan alex yang selalu berbagi pikiran tidak seperti  chaca dan eacha yang bisa dekat secara naluriah.

"Kalian saling menyanyangi" gumam jimin yang diangguki alex

"Kalian kapan mau bertemu tuan artron" tanya jimin membuat mereka mengalihkan tatapannya untuk menatap jimin

"Bagaimana jika kau urus dulu mereka baru kabari aku untuk bertemu artron" sahut eacha membuat jimin paham maksud mereka itu siapa

"Kau khawatir mereka akan tau" ucap jimin yang diangguki eacha dan chaca bersamaan

"Tenang saja aku bisa jaga rahasia, tapi apa kau akan terus mengelak tentang dirimu" lanjut jimin membuat mereka terdiam

"Tapi yang tak aku mengerti bagaimana bisa shadowmu seperti ini" tanya alex membuat chaca menghela nafas kasar

"Lucifer yang membuatku seperti ini" jawab chaca pasrah saja

"Lucifer bagaimana bisa" kaget jimin dan alex bersamaan

"Dia ingin menguasai surga dan untuk mencapai semua itu dia butuh kekuatan dan kesucianku"









TBC

Maaf kamis kemarin aku gak up, aku beneran sibuk waktu itu jadi gak bisa up. Maaf ya kalau gitu sampai jumpa...

Seven Guardian Angels (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang