part 12 ~ Lie

153 21 0
                                        

Nafas eacha masih memburu, ia menatap terkejut pada luka ditangan kirinya yang sembuh bahkan bekasnya saja tak ada.

Eacha menatap sekeliling dan mulai sadar jika yang dia lihat beberapa menit lalu adalah kenyataan. Ada perasaan takut bahwa dirinya harus ikut adil dalam masalah ini.

Dari dulu dia selalu menolak, menolak takdir yang mengatakan bahwa dia seorang angel. Dan sekarang ketujuh archeangel menemui dirinya yang masih bisa menerima takdirnya.

Jika dia bisa memilih lebih baik dia tak usah dilahirkan saja. Bayang bayang masa lalu terus saja berputar di kepalanya seakan mengatakan bahwa ini takdirmu.

"Eomma" teriak eacha meluapkan perasaannya yang kacau

'Sekarang apa yang akan kau lakukan?' tanya chaca shadow milik eacha

Eacha diam dia hanya menatap pembatas gedung sekolahnya entah kenapa rasanya dia ingin mengakhiri hidupnya sekarang.

Masa bodoh dengan permintaan eomma dan appanya yang sekarang dia tau dirinya lelah dengan semua takdir bodoh ini.

'Jangan melakukan hal bodoh!'

"Tau apa kau" teriak eacha

'Tentu aku tau karena kita satu'

"Cih.., aku tak peduli" eacha berdecih memegang pembatas gedung lalu mengambil ancang ancang ingin melompat sebelum sebuah tangan menahan pergerakannya

"Pabbo" ucap yoongi mendorong eacha membuat eacha terjatuh

"Kau sudah gila" ucap yoongi lagi menatap tajam eacha yang juga menatap tajam dirinya

"Kalau iya kenapa" sahut eacha membuat yoongi berdecih

"Sepertinya usaha kita sia sia jim" ucap yoongi pada jimin yang hanya melihat saja sejak tadi

Jimin hanya diam menatap eacha tak percaya, sepertinya ada sesuatu yanv membuat yeoja itu menjadi segila itu. Tapi apa, hanya itu yang bisa ia pikirkan.

"Wae?" tanya jimin pada eacha yang tak peduli dengan kehadirannya

"Kau bertanya, dasar" sahut eacha membersihkan seragamnya yang kotor lalu menatap sinis pada jimin

"Apa setelah aku bicara dengan kalian masalahku akan selesai" sepertinya yoongi harus benar benar menahan emosinya karena sejak tadi yeoja di depannya ini sedang mengujinya

"Kau mati saja sana" kesal yoongi menarik tangan yeoja itu mendekati pembatas gedung

"Yak..appo" teriak eacha merasakan sakit di pergelangan tangan kirinya

"Hyung!!" teriak jimin menjauhkan yoongi dari eacha yang hampir saja jatuh dari gedung karen perbuatan yoongi

"Apa jim, dia ingin mati bukan biar aku bantu sekalian" kesal yoongi menatap jimin tajam

"Tenang hyung" ucap jimin menatap teduh yoongi yang tengah emosi

Yoongi menutup matanya mulai mundur menjauh dari eacha dan jimin. Jimin tersenyum lalu mendekati eacha yang masih menyentuh pergelangan tangannya.

"Apa kau ingin mati?" tanya jimin pelan membuat eacha menatapnya

"Jika iya kenapa" jawab eacha masih saja emosi

"Kita bicara pelan pelan arra" ucap jimin membuat eacha mendengus

Cukup lama mereka berdua terdiam sampai sebuah suara jimin yang begitu lembut memecahkan keheningan.

"Mau seberapa banyak topeng lagi yang akan kau pakai" ucapan jimin langsung membuat eacha terkejut

"Aku tak tau apa masalahmu sampai kau membenci kami tapi kami tak akan bisa membencimu karena kau bagian dari kami" lanjut jimin membuat eacha mengingat masa lalu itu

Bagaimana dirinya melihat kedua orang tuanya meninggal di depan matanya. Tidak!! dia tak mau melihat kematian sekali lagi.

"Jangan bicarakan bodoh" ucap eacha sedikit membentak jimin

Jimin menghela nafas lelah, andai saja dia bisa menembus pintu pikiran milik yeoja itu mungkin saja sekarang dia tau kenapa yeoja itu membenci angel.

Jimin mulai masuk dalam pikiran eacha dan dia terkejut dengan pintu pikiran eacha yang terbuka sedikit bahkan dia bisa melihat shadow eacha yang seperti ingin menunjukkan sesuatu padanya.

'Aku percaya padamu' ucap shadow eacha menatap manik jimin yang terlihat menutup perlahan

Jimin pingsan membuat yoongi kalang kabut kecuali eacha yang mengetahui penyebab jimin pingsan.

"Jimin, bangun!!" ucap yoongi masih mengguncang tubuh jimin

'Kau!! apa yang kau lakukan' ucap eacha menatap tajam chaca yang acuh padanya

'Sudah tau kenapa pakai tanya' jawab chaca terlihat malas berdebat dengan pemilik tubuhnya

'Yak!!, kenapa kau selalu ikut campur' kesal eacha menarik chaca suyapa menatap maniknya

'Aniya!!, aku hanya melakukan yang menurutku benar seperti kata eomma dan appa' jawab chaca menatap tajam kedua manik eacha

'Sama saja' kesal eacha

Dia tak mungkin diam saja melihat jimin yang tengah menyelam di masa lalunya tapi apa yang harus ia lakukan dia bukan seorang empathy seperti jimin.

"Jim!!" teriak yoongi terus mengguncang tubuh jimin

"Dia akan bangun nanti" ucap eacha membuat yoongi mengalihkan perhatiaanya

"Apa maksudmu" sahut yoongi tak suka dengan ucapan eacha

"Kalau tak percaya ya sudah aku pergi dulu" ucap eacha lalu melangkah menjauh dari jimin dan yoongi

Eacha menunduk merasa sakit dibagian dada kirinya. Ini bukan penyakit jantung atau apa tapi rasa sakit ini akibat rasa takutnya. Sepertinya dia harus rela masa lalunya menjadi pembahasan archeangel itu.

Cukup lama jimin pingsan bahkan yoongi sudah tak tau mau melakukan apa. Bahkan dirinya hanya bisa berharap bahwa ucapan eacha itu benar dan ternyata memang benar adanya.

Jimin sadar dengan raut wajah yang yoongi tak mengerti sama sekali. Terlihat jimin meremat tangan yoongi yang menyentuh tangan jimin.

"Waeyo jim?" tanya yoongi sangat penasaran dengan gelagat jimin yang aneh

"Kedua orang tua eacha meninggal karena fallen angel"



















TBC
Aku kembali lagi nih dengan cerita yang berfokus ke eacha dulu. Karena gak mau basa basi lagi aku ingat kan jangan lupa klik bintang oke

Annyeong...

Seven Guardian Angels (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang