part 9 ~ Stigma

160 18 0
                                        

Loona terlihat terkejut dengan ucapan lissa mana mungkin kedua eonnienya adalah malaikat. Mereka menjadi sahabat sejak kecil lalu kenapa kedua eonnienya tak menunjukkan wujud yang aneh.

"Malaikat" ucap loona merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar

"Iya aku dan eacha adalah seorang malaikat" sahut lissa membuat loona makin tak percaya dengan ini semua

"Eonnie bercanda bukan, mana..mana ada malaikat yang hidup di dunia manusia" ucap loona sedikit berteriak

"Eonnie tak bercanda loon, aku dan eacha keturunan malaikat" ucap lissa menyakinkan loona karena mungkin memang saatnya loona tau bahwa dirinya memang seorang malaikat

"Andwae, eonnie pasti bercanda bukan" ucap loona ketakutan dengan memundurkan tubuhnya perlahan

Lissa hanya diam dia hanya bisa menunggu sampai loona mempercayainya.

"Tunjukkan padaku jika eonnie memang seorang angel" lanjut loona merasa dirinya harus bisa memastikan secara langsung

Tentu ucapan loona membuat lissa terkejut, sepertinya memang dirinya harus menunjukkan dirinya yang sebenarnya.

"Baiklah jika itu maumu" ucap lissa memejamkan matanya

Sebuah cahaya biru mengelilingi tubuh lissa membuat loona semakin terkejut. Tubuh lissa terlihat melayang didepan loona dan hal itu membuat loona mendongak untuk menatap perubahan eonnienya.

Hanya lima detik lissa berubah sepenuhnya menjadi seorang angel. Sayap biru laut yang begitu indah terbentang membuat loona menatap tak percaya.

Manik lissa terbuka membuat loona menatap manik yang sekaranf berubah warna menjadi biru disebelah kanan dan emas disebelah kirinya.

"Jadi semua ini benar" ucap loona membuat lissa mengangguk pelan

Lissa menurunkan sayapnya membuat dirinya menapak ke lantai rumah itu. Gaun biru menjuntai dengan sangat indah membuat loona benar benar tak percaya dengan segalanya yang dia lihat.

"Apa kau takut" tanya lissa menatap loona yang masih saja terdiam menatap dirinya

"Sekarang terserah kau mau meninggalkan kami atau tidak" lanjut lissa lagi

Loona tersadar dari lamunannya disaat lissa kembali menjadi manusia biasa.

"Aku.., aku butuh waktu" ucap loona berlari menjauh dari lissa



































Pagi yang cerah menyapa eacha yang baru saja sadar dari pingsannya kemarin. Manik coklatnya melihat kamarnya lalu jatuh pada pintu kamar yang terbuka.

Jin muncul dari pintu yang terbuka itu dengan membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dan segelas air putih.

"Akhirnya sadar juga" ucap jin menaruh nampan itu di nakas

"Kau dari semalem disini" kaget eacha membuat jin mengangguk

"Nih..makan" ucap jin memberikan semangkuk bubur pada eacha yang tengah duduk menatapnya kesal

"Iya iya, maksa banget sih" dengus eacha mengambil semangkuk bubur itu dari tangan jin

Jin menggelang pelan lalu pamit keluar dari kamar yeoja itu. Eacha hanya menatap pintu yang mulai tertutup itu.

"Apa aku terlalu kasar" gumam eacha pelan dengan wajah yang menunduk

Selera makannya hilang disaat pikirannya melayang tentang kejadian kemarin.

"Tapi aku tak ingin menjadi malaikat" ucapnya lagi menaruh mangkuk bubur itu kasar

Jin mendengarnya, dia tak pergi dari balik pintu yang tertutup itu. Tangannya meremat ganggang pintu itu kuat.

"Hyung" ucap namjoon dan hoseok bersamaan saat melihat jin yang terdiam di depan pintu kamar eacha

"Dia sudah sadar" tanya namjoon membuat jin mengangguk

"Ayo kita pergi" ucap jin membuat mereka mengangguk

Sampainya di depan pintu rumah eacha mereka dikejutkan dengan oleh lissa yang terlihat frustasi.

"Lissa" kaget hoseok

"Gwaenchana" ucap jin yang melihat lissa sejak tadi terdiam

"Loona tau aku seorang angel" sahut lissa menunduk

"Mwo!!" kaget mereka

"Bagaimana bisa" tanya namjoon membuat jin menyuruh namjoon untuk diam

Lissa hanya diam dia menerobos masuk ke dalam rumah eacha membuat eacha yang baru saja turun dari tangan terkejut ketika lissa langsung memeluknya.

"Eonnie" kaget eacha

"Hiks..cha hiks.."

Eacha meminta jawaban dari jin dan yang lain namuj mereka hanya diam membuat eacha makin binggung.

Sikap dingin lissa yang biasanya dia lihat sekarang digantikan dengan tangisan ketakutan yang entah dia tidak tau.

"Loona tau aku seorang angel" ucap lissa pelan namun masih bisa didengar oleh eacha

Eacha membulatkan matanya dirinya terkejut mendengar bahwa bukan dia saja yang seorang keturunan angel tapi eonnienya juga keturunan angel dan sekarang loona mengetahuinya.

Bagaimana bisa lalu apa loona menjauhi mereka atau loona masih mau bersahabat dengan mereka.

"Eonnie keturunan angel" kaget eacha membuat lissa mengangguk

"Eonnie juga tau kau seorang angel" sahutnya membuat eacha makin terkejut

"Sejak kapan" tanya eacha membuat lissa melepas pelukan itu

"Sejak lama" jawab lissa "karena aku bisa baca pikiran orang lain" lanjutnya membuat eacha mengangguk

"Tapi sekarang loona gimana" ucap lissa lagi dengan air mata yang mulai turun dari pipi putihnya

"Aku gak mau kehilangan loona, aku sayang sama loona" lanjut lissa lagi membuat eacha menghela nafas pelan

'Kenapa masalah angel harus aku yang terima' batin eacha menatap lissa yang masih saja menangis

Eacha menatap tangan kirinya yang terperban lagi dan menghela nafas lagi dengan kasar.

"Aku tidak tau" ucap eacha membuat lissa terkejut

"Tapi dia sahabat kita cha" sahut lissa membuat eacha menggeleng cepat

"Keputusan ada ditangan loona" ucap eacha membuat lissa menggeram marah

"Yak.., kenapa kau bilang begitu" kesal lissa berteriak keras

"Aku peduli dengan loona tapi aku tak peduli soal angel"




















TBC
Anneyong.., aku gak tau mau ngomong apa selain selamat membaca dan sampai jumpa kamis depan



Seven Guardian Angels (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang