Yoongi menurunkan eacha dalam gendongannya menatap jimin yang mulai menghilangkan sayap putihnya lalu tersenyum pada eacha yang hanya diam sejak tadi.
Ucapan artron masih tergiang di pikiran eacha walau memang itu benar adanya. Tak akan ada yang mungkin bisa menerima dirinya diantara para kaum angel.
Tapi ucapan yoongi dan jimin membuatnya sadar bahkan mereka tak peduli soal takdir eacha yang berbeda dengannya bahkan mereka menerima eacha dengan baik.
Bukan berarti artron tak menerimanya dia hanya tak bisa membuat keputusan yang belum tentu kaum angel lain setuju jika eacha berada di langit.
"Kau masih memikirkan yang tadi" tanya yoongi membuat eacha tersadar menatap yoongi yang tengah menatapnya
Eacha diam lalu menunduk menatap sepatu putih yang tengah ia gunakan. Tangan jimin langsung menggengam tangan eacha membuat eacha mendongak menatap manik cerah milik jimin.
"Jangan takut, kami disini" ucap jimin yang diangguki yoongi
Dan ternyata kedatangan mereka membuat namjoon, jin, jungkook, taehyung, hoseok, lissa, dan loona keluar menatap terkejut akan kedatangan mereka.
"Eonnie" kaget loona langsung memeluk eacha yang diikuti oleh lissa
Mereka saling melepas rindu mengingat mereka sudah jarang bertemu apalagi dengan hilangnya eacha yang membuat mereka makin rindu.
"Jangan pergi" ucap loona lagi yang diangguki eacha walau dirinya tak yakin jika dia bisa bersama dengan mereka
"Dasar, kalau kau pergi lagi aku tak akan memaafkanmu" sekarang gantian lissa yang malah menjitak kepala eacha pelan yang dibalas kekehan dari eacha yang tau jika lissa sangat mengkhawatirkannya
Jin melangkah maju menatap yoongi penasaran yang diangguki yoongi. Seakan tau dengan maksud yoongi jin hanya diam menunggu ketiga yeoja itu selesai dengan dunia mereka.
Setelah sesi pelukan berakhir gantian eacha yang hanya bisa diam menatap archeangel selain jimin dan yoongi. Seakan dirinya tau bahwa ini memang waktu yanh tepat untuk menjelaskan semuanya.
"Jadi?" sahut namjoon sadar dengan sikap eacha yang diam saat menatap dirinya dan yang lain
"Sebaiknya kita bicarakan didalam" saran hoseok membuat eacha menggeleng
"Disini saja" ucap eacha lalu menatap jimin dan yoongi yang mengangguk
Eacha menutup matanya takut reaksi mereka saat melihat wujudnya. Ukiran sayap di bahunya bercahaya sampai sepasang sayap berbeda warna itu muncul dengan indah.
Tak ada suara apa pun, yang ada hanya suara sayap yang masih bergerak bebas. Perasaan eacha benar benar kacau, baru kali ini sayapnya dilihat banyak orang memang sayapnya sudah pernah dilihat jimin dan yoongi tapi sekarang seluruh archeangel dan kedua sahabat ikut melihatnya membuat tangannya bergetar pelan.
Jimin dan yoongi yang menyadari hal itu langsung menggengam tangan eacha menguatkannya dari segala ketakutannya.
"Kau siapa" ucapan taehyung membuat jimin menggeleng pelan melihat taehyung yang terkejut dengan maniknya yang membulat
Bahkan jungkook juga ikut membulatkan matanya lucu. Berbeda dengan namjoon, jin, dan hoseok yang diam tanpa sepatah kata pun yang keluar.
"Eacha" panggil lissa langsung memeluk sahabatnya itu menguatkan sahabatnya itu jika akhirnya rahasia sahabatnya begitu kejam
Eacha membuka matanya melihat bagaimana lissa yang memelukknya lalu menatap para archeangel yang hanya bisa diam melihat sayapnya.
"Gwaenchana eonnie" ucap eacha melepas pelukan lissa lalu menatap sahabat yang sudah seperti kakak perempuannya sendiri
"Jadi kau ingin menjelaskan atau tidak" ucapan jin membuat eacha memgangguk lalu menatap kelima archeangel didepannya lalu menampilkan manik abu abunya membuat mereka semua melihat bagaimana masa lalu eacha
Seperti halnya artron, jimin, dan yoongi. Mereka semua terkejut lalu saling menatap tak menyangka jika di depannya adalah keturuan tertinggi dari clan angel.
"Aku memang anak dari park chaenyeol dan park minji, anak yang tak berhasil sampai dilangit yang seharusnya menjadi tempat tinggalku" ucap eacha sedu
Mereka semua masih diam tidak ada yang ingin bertanya ataupun mencari tau apa maksud yeoja di depannya itu.
"Aku seharusnya bisa menjadi angel yang sempurna apalagi darah dari ayah dan ibuku mengalir dengan baik di dalam diriku. Semua kekuatan mereka yang aku yang mendapatkannya bahkan artron saja takut denganku saat tau ada darah lucifer di tubuhku.
Seharusnya aku bukanlah seseorang yang ditakuti oleh kaumku sendiri tapi nyatanya takdir membuatku harus merasakan kejamnya dunia ini.
Aku sama seperti kalian, aku juga kaum angel tapi aku berbeda aku bukan angel seutuhnya tapi bukan berarti itu salahku bukan. Aku tak pernah ingin menjadi berbeda, tak pernah sedikitpun aku berfikir untuk menjadi berbeda dari kalian.
Tapi apa nyatanya aku berbeda aku tak sama seperti kalian yang seorang angel sempurna bukan aku bahkan aku tak bisa menyebut diriku angel" ucap eacha panjang lebar dengan air mata yang keluar deras dari manik abu abunya
"Aku tau kalian mengaggapku sebelah mata tapi ini wujudku, ini diriku yang sebenarnya dan tak akan pernah berubah" lagi eacha benar benar tak bisa menahan air matanya
Tangisnya pecah terdengar jelas suara isakan dari kedua bilah bibir eacha bahkan eacha langsung menutup wajahnya dan berjongkok menghiraukan tatapan dari yang lain.
Sepasang sayap eacha mulai menghilang. Dia mulai menunpahkan rasa sakitnya, rasa yang benar benar sudah dia pendam selama ini.
Perasaan takut, kecewa, sedih, marah, benci seakan menjadi satu pada dirinya menumpahkan perasaannya sekarang didepan kedua sahabatnya dan ketujuh archeangel.
"Seka hiks..rang ter hiks...serah ka hiks..lian, aku hiks..tak hiks..pe hiks..duli"
TBC
Aku gak tau nulis apaan kali ini yang aku tau aku update hari ini.
Ah..aku binggung, sampai jumpa...
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Guardian Angels (END)
FantasyTujuh namja bertudung hitam yang tengah mencari seorang yeoja yang harus dijaganya malah terjebak oleh yeoja itu yang penuh dengan misteri. Dan hal itu membuat mereka harus lebih bersabar untuk mendekatinya. Apalagi dengan kisah ketujuh namja itu ya...
