part 25 ~ Am I Wrong

101 12 0
                                        

Di alam bawah sadarnya eacha melihat kedua orang tuanya termasuk chaca yang malah menggandengnya untuk mendekat pada orang tuanya.

Mereka berada di tempat putih yang luas dan tak berujung milik chaenyeol. Senyuman lebar terlihat jelas di wajah kedua orang tua eacha.

Bahkan mereka langsung memeluk eacha dan chaca erat tanpa takut jika semuanya hanya mimpi.

"Kau berhasil" senang minji membuat eacha binggung

Dia tak tau maksud perkataan ibunya bukankah seharusnya ibunya bilang bahwa akhir takdir memang tak bisa di tebak.

"Maksud eomma apa" tanya eacha menatap manik minji yang bersinar terang

Minji tersenyum lalu menatap chaca yang hanya mengangguk. Eacha benar benar binggung masuk mereka apanya yang berhasil nyatanya dia hampir mati sekarang.

Jika bukan bantuan para archeangel itu mungkin dia sudah bersama kedua orang tuanya dan hidup bahagia. Tapi ini dia malah koma dan bertemu orang tuanya yang bilang bahwa dirinya berhasil.

Berhasil apanya?

"He..he..kau pasti binggung tapi ini memang rencana kami" ucap chaenyeol membuat eacha menatapnya

"Maksdunya?" tanya eacha menatap mereka bertiga yang malah tersenyum aneh dihadapanya

"Yak!!, kau ini tak sabaran sekali sih" kesal chaca memukul kepala eacha pelan membuat eacha cemberut

"Sudah sudah, lebih baik kita ceritakan saja. Anak kita sudah penasaran" sahut minji menarik eacha untuk duduk di depannya

Mereka semua duduk tenang dengan chaenyeol berhadapan dengan chaca lalu minji berhadapan dengan eacha.

Suara helaan nafas terdengar dari chaenyeol lalu menatap eacha serius membuat eacha gugup.

"Kau sudah bertemu artron bukan" tanya chaenyeol membuat eacha mengangguk

"Apa yang dia katakan" lajut chaenyeol membuat eacha menegakkan tubuhnya

Eacha terdiam sejenak menatap chaca yang malah tersenyum dan mengangguk setuju.

"Sebenarnya artron tak percaya jika aku anak eomma dan appa" ucap eacha setelah lama dia terdiam

Chaenyeol dan minji tau jika memang artron pasti hanya berjaga jaga jika eacha akan membuat kaum angel dalam hal buruk.

"Dia bilang bahwa perbedaanku harus disembunyikan, apalagi saat aku mengatakan bahwa lucifer sering menemuiku dia malah takut jika aku akan memperburuk kaum angel" lanjut eacha membuat minji memeluknya

Dia tau pasti rasanya tidak diterima dan tak dianggap oleh kaum sendiri tapi dia harus bisa membuat anaknya tau bahwa ini memang rencananya yang sudah dia siapkan.

"Bahkan aku tidak diperbolehkan untuk menuju langit 3 sampai tujuh" lanjut eacha mendongak menatap chaenyeol yang menghela nafas kasar

"Sepertinya artron sedikit kasar pada anak kita, tapi artron tidak salah sih" sahut chaenyeol membuat minji mengangguk

"Lalu?" ucap minji ingin mendengar semuanya dari mulut anaknya

"Aku harus tinggal di dunia manusia selamanya dan aku harus dijaga para archeangel itu bahkan aku tak boleh lepas dari mereka" keluh eacha membuat minji kasihan pada takdir anaknya

Chaenyeol menarik tangan eacha membaut eacha terkejut lalu menatap manik ayahnya yang terlihat berapi api.

"Sekarang dengarkan appa dan lakukan sesuai apa yang ayah katakan mengerti" ucap chaenyeol tegas membuat eacha hanya bisa mengangguk tanda setuju dengan ucapan ayahnya

"Eomma dan appa akan membuka segel kekuatanmu dan kau harus pergi dari para archeangel itu" ucap chaenyeol membuat eacha terkejut

Kekuatan yang selama ini tersegel karena appa dan eommanya harus dibuka sekarang. Dan apa dia harus kabur dari para archeangel itu.

Bagaimana ini, sebenarnya apa rencana ayah dan ibunya. Memgingat bahwa dirinya tidak boleh menyerah saat mereka pertama bertemu.

"Chaca kau harus bantu eacha, arraseo" peringat minji membuat chaca mengangguk

Eacha hanya bisa diam binggung sampai ayahnya bersuara untuk membuatnya mendongak.

"Kau percaya pada appa bukan" ucap chaenyeol membuat eacha mengangguk

Minji menarik tangan kiri eacha mengelus bekas luka eacha yang mulai kering lalu seketika bekas lukanya hilang tanpa tersisa.

"Kau jangan lakukan hal bodoh ini lagi, apalagi eomma yakin itu pasti rasanya sakit" sahut minji membuat eacha hanya tersenyum kikuk

"Kau tau bukit angel bukan" tanya chaenyeol membuat eacha terdiam

Eacha menggeleng membuat chaenyeol dan minji menggeleng pelan.

"Chaca kau tau bukan dimana bukit angel" tanya minji membuat chaca mengangguk

"Sudahlah intinya disana kau bisa belajar mengendalikan kekuatanmu dan kau akan dibantu chaca nanti" ucap minji membuat eacha terdiam lalu menatap chaca yang hanya tersenyum lalu menarik dirinya mendekat

"Sudahlah kau akan tau nanti" ucap chaca menatap eacha yang hanya bisa mengangguk binggung

Chaenyeol dan minji menatap mereka lalu tertawa melihat yang terlihat dekat.

"Sebenarnya rencana appa dan eomma adalah membuat kau mati cha tapi bukan dengan bunuh diri seperti yang biasanya kau lakukan" ucap chaenyeol membuat eacha membulatkan matanya menatap tak percaya akan ucapan ayahnya yang dengan mudah mengatakan kematian

"Kalau kau mati dengan keadaan seperti itu, kekuatanmu akan dengan mudah diambil oleh lucifer" kesal minji menatap eacha yang malah tertawa kecil karena merasa bodoh disini

"Appa dan eomma ingin kekuatanmu berguna untuk kaum angel, dan kau harus berikan semua kekuatan itu untuk archeangel" lanjut chaenyeol membuat eacha terdiam berfikir keras

"Jadi maksudnya aku harus mati dengan cara apa" tanya eacha mulai mengerti dengan ucapan ayah dan ibunya

"Setelah kekuatanmu terbuka, emosimu tidak akan bisa stabil dan kau harus pergi jauh tanpa diketahui siapapun.

Dan saat semua archeangel dan artron panik, kau pergilah ke bukit angel. Setelah siap pergilah ke langit ketujuh dan buatlah keributan disana di depan menara sea" ucap chaenyeol membuat eacha mengertukan keningnya

"Disanalah kau akan bunuh diri"








TBC

Tinggal lima part sampai selesai jadi tinggal nunggu aja

Seven Guardian Angels (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang