▪️▪️▪️
Tzuyu menaruh pernak-pernik cantik hadiah pernikahannya dengan rapi, berkat kemampuan dari kedua tangannya, ruangan-ruangan ini disulap menjadi tempat yang sangat nyaman untuk ditinggali.
Gadis itu kembali mengukir senyuman dengan kedua tangan menyilang, menatap penuh takjub pada setiap inci hasil karyanya.
"Ah, Jungkook Oppa pasti menyukainya, aku tak sabar melihat ekspresi wajahnya ketika pulang nanti,"
Sungguh manis, bukan? Tapi sedikit konyol mengingat Jungkook baru saja berangkat sekitar satu jam yang lalu menuju kantornya, dan Tzuyu sudah menunggunya pulang?
Suara ketukan pintu mengalihkan atensi Tzuyu, dengan segera Tzuyu berlari membuka pintu putih tersebut saat seseorang memanggil namanya.
"Ibu?"
"Sedang apa kau di dalam?" tanya Nyonya Jeon menatap Tzuyu dari atas hingga bawah.
"Kebetulan, ayo masuk Bu, dan beri aku komentar mengenai ini," ajak Tzuyu menarik lembut tangan Ibu mertuanya.
"Bagaimana?" tanyanya lagi menatap wanita paruh baya itu.
"Kau yang menyusun semuanya?" dan dijawab anggukan oleh Tzuyu.
"Sungguh Sayang, ini benar-benar indah,"
"Benarkah, Bu?"
"Tentu, Tzu,"
Tzuyu tersenyum semakin lebar saat melihat Ibu mertuanya menatap satu per satu hiasan yang Tzuyu susun sedemikian rupa.
"Jungkook pasti menyukai ini," gumam Nyonya Jeon sambil menyentuh sebuah bola kristal dengan sangat hati-hati.
"Ibu berpikir begitu?"
"Tentu saja, Sayang. Aku ini Ibunya, aku tau betul apa yang Jungkook suka dan tidak suka," jawabnya sambil mendekat ke arah Tzuyu, Tzuyu hanya diam menunggu sang mertua melanjutkan.
"Dan kau tau apa yang paling dia suka?"
"Apa, Bu?"
"Kau,"
"Ibu," rengekan Tzuyu mengundang gelak tawa dari ibunya Jungkook, membuatnya merasa gemas sendiri dengan gadis yang belum genap seminggu ini menjadi menantunya.
Daripada menjadi korban gombal dari ibu mertuanya sendiri, Tzuyu lebih memilih melanjutkan aktivitasnya, sedangkan nyonya Jeon masih melihat-lihat ke setiap sudut kamar.
Pandangan wanita itu beralih pada meja rias Tzuyu, ia mendekat perlahan sambil melihat pantulan dari arah cermin tersebut.
"Ibu, apa Oppa selalu sibuk sejak dulu?" tanya Tzuyu sambil mengelap barang di tangannya, sedangkan yang ditanya masih tak menghiraukan apa-apa dan tetap melanjutkan langkah.
Nyonya Jeon masih diam, hingga kini ia duduk di kursi tepat di depan meja rias Tzuyu, alisnya bertautan, pupil matanya juga membesar, pertanda ia sedang fokus pada salah satu objek.
Perlahan, tangan kanannya terulur hendak menyentuh apa yang ia lihat sejak tadi, dan tepat saat telunjuknya akan mengenai permukaan benda tersebut, Tzuyu kembali memanggilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Portrayal [COMPLETED]
FanfictionAwalnya Tzuyu menganggap semua kehidupannya mulai menapaki kata sempurna. Menikahi pria idaman yang sangat ia cintai, mendapatkan keluarga baru yang menerimanya sangat baik hingga keberhasilan karir yang dicapai sang suami mulai merambah ke titik pu...
![Portrayal [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/199928065-64-k931695.jpg)