▪️▪️▪️
Sejak tadi, pilihan terbaik yang ia ambil adalah terdiam. Membiarkan anak-anak rambutnya melambai menari bersama gerakan lembut angin. Tzuyu benar-benar tak berniat untuk beranjak dari kesendiriannya sekarang. Masih sibuk mencari jawaban atas beberapa kejanggalan yang menimpanya akhir-akhir ini.
Jika saja tak ia dapati tatapan penuh tanda tanya dari Jungkook mungkin semuanya akan lebih mudah. Kini, gadis itu bahkan terlalu takut bahkan hanya untuk membalas tatapan pria itu, ia takut terluka sebab tak lagi menemukan kepercayaan dari sorot hangat lelakinya.
Atensinya kembali mengarah pada buku berjilid kecoklatan dengan tali sebagai pengikatnya, buku yang sudah lama tak Tzuyu sentuh untuk menemani segala keluh kesah. Dan kini sepertinya ia harus kembali mengakui bahwa lembaran-lembaran kosong dalam buku itu adalah teman terbaiknya untuk berbagi cerita.
"Kau masih di sini?" suara bariton itu menyapa lembut pendengaran Tzuyu, seiring dengan sentuhan yang ia rasakan di kedua bahunya, membuat Tzuyu tak memiliki lagi pilihan terbaik yang bisa ia ambil.
Mendapati Tzuyu yang masih saja terdiam, pria itu akhirnya melingkarkan kedua lengan kekarnya untuk memeluk Tzuyu dan menaruh dagunya pada pundak sang istri.
"Udaranya semakin dingin, kau tidak mau masuk?" tanya Jungkook semakin mengeratkan pelukan ketika meraba dinginnya telapak tangan Tzuyu.
"Aku masih mau di sini," ujar Tzuyu masih memandang lurus ke depan, ke area kolam ikan di depan sana. Jungkook mendesah pelan, kemudian beralih duduk di samping Tzuyu dengan posisi yang berlawanan, menatap Tzuyu membuat gadis itu mencoba mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Kau marah padaku?" tanya Jungkook membuat Tzuyu menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada alasan untukku marah padamu, Oppa,"
Jungkook kembali menarik napas, ia meraih tangan kanan Tzuyu yang masih asyik memegangi bukunya dan menggenggam tangan yang terasa lebih kecil tersebut dengan erat.
"Tzuyu, kau bisa mengatakan apa pun padaku," ujarnya lembut saat tahu gadis itu baru selesai menulis sesuatu di buku hariannya.
Tzuyu menelan saliva, menarik napas halus dalam-dalam berusaha mengendalikan gejolak tak nyaman dalam hatinya.
"Tzuyu, aku di sini bukan hanya untuk berbagi kebahagiaan saja denganmu," lanjut Jungkook berusaha memutar tubuh gadis itu untuk menghadapnya, namun sepertinya Tzuyu masih enggan.
"Tzuyu--"
"Tidak Oppa, tidak perlu," Jungkook diam menatap Tzuyu yang kini beranjak dan meraih lagi bukunya.
"Ayo masuk," gadis itu bicara tanpa melihat Jungkook sedikit pun.
"Tzuyu," cegah Jungkook sambil menarik lembut tangan gadis itu membuat keduanya bertemu pandang, dengan cepat Tzuyu memutuskan kontak matanya membuat Jungkook meraih dagu gadis itu untuk kembali menatapnya.
"Aku di sini juga ada untuk semua keluh kesahmu, Tzuyu," ucap Jungkook lembut dengan pandangan penuh luka menatap Tzuyu yang berusaha mengendalikan diri dan menjadi kuat seorang diri.
"Jika ada dari perkataanku yang menyinggungmu, aku minta maaf," Tzuyu menggelengkan kepalanya.
"Tidak Oppa, tidak ada sama sekali, hanya saja aku--aku tak ingin berharap lebih,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Portrayal [COMPLETED]
FanfictionAwalnya Tzuyu menganggap semua kehidupannya mulai menapaki kata sempurna. Menikahi pria idaman yang sangat ia cintai, mendapatkan keluarga baru yang menerimanya sangat baik hingga keberhasilan karir yang dicapai sang suami mulai merambah ke titik pu...
![Portrayal [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/199928065-64-k931695.jpg)