Happy Reading 🧡
Di pagi hari yang cerah ini ada seorang laki-laki yang sedang tidur pulas di atas tempat tidur Kingsize-nya. Dia menghabiskan malamnya dengan bermain Playstation bersama ketiga temannya.
Untungnya, hari ini adalah hari Minggu. Karena jika hari ini adalah hari Senin, pasti ia akan terlambat berangkat ke sekolah.
Dia adalah Faisal Putra Wijaya, lelaki yang tampan bak artis internasional. Mempunyai wajah sempura yang membuat kaum hawa terkesima. Hidung mancung, alis tebal, mata bulat, bulu mata yang lentik, bibir yang tebal dan berwarna merah muda semakin membuat daya visualnya terpancar.
Waktu sudah menunjukan pukul 10.15 menit, Faisal sama sekali belum bangun. Bahkan teman-teman Faisal pun sudah pergi sebelum Faisal membuka matanya.
Suara ketukan pintu terdengar jelas dari luar kamar Faisal yang membuat Faisal sendiri terganggu. Bukanya bangun, Faisal malah acuh dan kembali melanjutkan tidurnya.
"Faisal."
"Faisal! Bangun, Nak. Sekarang udah siang, loh," ucap Mama Faisal—Lusiana Wijaya.
Pintu kamar Faisal terbuka, menghasilkan bunyi familiar. Lusiana terperanjat kaget saat melihat kamar Faisal yang pantas disebut gudang.
"FAISAL! INI KAMAR APA GUDANG?! KOK BERANTAKAN BANGET, SIH?!" Lusiana berteriak heboh saat kakinya mulai melangkah masuk ke dalam kamar putranya itu.
Decakan keras langsung mendarat dari mulut Faisal saat itu juga. Faisal terduduk, ia menatap Mamanya marah.
"Apa sih, Ma? Pagi-pagi kok udah berkicau," canda Faisal.
Mama yang mendengar penuturan Faisal pun dibuat geram, bagaimana tidak? Faisal mengatainya berkicau, emang dikiranya Mamanya burung.
"Apa kamu bilang? Berkicau? Emang kamu kira Mama burung, HAH?!" marah Mama.
Membuat Mamanya kesal adalah kebahagiaan tersendiri untuk Faisal. Faisal yang senang membuat Mamanya kesal, selalu saja menggodanya dengan kata-katanya itu.
Akhirnya Mama meminta Faisal untuk mandi, karena matahari semakin naik. Faisal pun, masuk kedalam kamar mandi untuk memulai rutinitas paginya.
Setelah menghabiskan waktu selama kurang lebih 20 menit, akhirnya Faisal sudah rapi dengan baju rumahannya dan ia pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju lantai bawah untuk sarapan.
Bi Inah yang melihat majikannya itu lantas bertanya.
"Eh aden, mau sarapan sama apa?"
"Yang tadi aja Bi," jawab Faisal.
Setelah percakapan singkat itu, Bi Inah pergi ke dapur untuk memanaskan sarapan untuk majikannya. Sambil menunggu sarapannya jadi, Faisal memainkan handphone-nya.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya sarapannya jadi. Faisal yang sudah tidak sabar, langsung saja memakan sarapannya dan ia mengacungkan ibu jarinya pertanda masakan Bi Inah enak.
Faisal yang telah menghabiskan sarapannya, berjalan menuju ruang keluarga. Di ruang keluarga, Faisal tidak melihat kedua orangtuanya. Faisal yang melihat Bi Inah pun, lantas bertanya.
"Bi, Mama sama Papa ke mana? Kok Faisal dari tadi gak liat mereka,"
"Nyonya sama Tuan lagi keluar Den, kayaknya lagi Weekend bareng," jawab Bi Inah dengan sopan.
Mendengar jawaban Bi Inah, Faisal hanya bisa berdecak dan Bi Inah yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Suara mobil yang sangat familiar di telinga Faisal. Faisal yang sedang menonton televisi pun melihat siapa yang datang, dan ternyata kedua orang tuanya yang baru saja pulang. Mama yang melihat Faisal, lantas bertanya.
"Anak Mama lagi ngapain nih?"
"Lagi nonton televisi Ma," jawab Faisal yang masih fokus dengan tontonannya.
Setelah percakapan itu, Mama dan Papa berjalan menuju tangga untuk memasuki kamarnya yang di lantai atas.
Faisal yang merasa bosan pun akhirnya berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Faisal membuka handphone dan membuka aplikasi yang berisikan lagu-lagu kesukaan Faisal sendiri. Tak terasa, Faisal sudah terlelap dan masuk ke dalam alam mimpi dengan diiringi musik.
Langit yang berwarna biru telah berganti jingga, pertanda waktu sudah mulai sore. Faisal pun baru bangun dari tidur siangnya. Laki-laki itu langsung memasuki kamar mandinya untuk membersihkan tubuh.
Setelah selesai membersihkan tubuh dan memakai pakaiannya, Faisal keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Faisal tidak sengaja bertemu dengan Papanya yang sedang duduk di teras depan.
"Faisal, mau ke mana kamu?" tanya Papa kepada Faisal yang berjalan keluar rumah.
"Aku mau ke taman Pa," jawab Faisal sekenanya.
Langit yang berwarna jingga ini sangat lah indah, yang membuat siapa saja pasti akan mengabadikannya dengan cara memotretnya.
Faisal berjalan-jalan menikmati sore harinya, tak terasa Faisal sudah sampai di tempat tujuannya yaitu taman. Banyak orang yang melakukan kegiatan, ada yang berfoto, berbincang-bincang dan bermain bersama keluarga mereka.
Faisal melangkahkan kakinya memasuki taman dan tiba-tiba dia merasa menabrak seseorang hingga orang itu terjatuh. Faisal yang merasa bersalah pun akhirnya menolong orang itu dan meminta maaf.
Setelah itu, hanya ada keheningan antara mereka. Faisal yang merasa aneh dan canggung dalam keadaan seperti ini, akhirnya bertanya terlebih dahulu untuk memulai percakapan.
"Nama lo siapa?" tanya Faisal basa-basi.
"Nama aku, Dara. Nama kamu siapa?" tanya balik Dara dengan tersenyum yang membuat Faisal terpesona dengan senyuman itu.
"Nama gue, Faisal. Lo kesini sama siapa?" tanya Faisal yang melihat sekelilingnya.
"Aku sama ab—" Dara yang belum menyelesaikannya perkataannya karena ada seseorang yang memanggilnya.
"Dara," panggil seorang laki-laki yang menghampiri mereka, lebih tepatnya Dara.
"Iya?" ujar Dara sembari melihat seseorang yang memanggilnya. Betapa kagetnya Dara, melihat seseorang yang ada di hadapannya ini.
Lelaki itu meminta Dara untuk pulang sekarang dengannya. Dara pun yang patuh dengan laki-laki itu, akhirnya mengiyakan ajakan untuk pulang.
Dara dan laki-laki itu melangkahkan kakinya menjauh dari taman tersebut, sebelum pergi. Dara pamit kepada Faisal untuk pulang terlebih dahulu.
Sekarang hanyalah tinggal Faisal yang duduk di bangku taman dan memikirkan kejadian tadi. Kejadian dimana ia kembali mengenal perasaan, yang dulu pernah ia rasakan.
Jangan lupa vote and coment nya ya:)
Love you readers.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY PERFECT GIRLFRIEND [On Going]
Teen Fiction[REVISI SETELAH END] Di dalam sebuah hubungan harus saling percaya satu sama lain. Jika hubungan tidak dilandasi kepercayaan, maka hubungan yang dijalani akan hancur berantakan. Sama halnya dengan hubungan yang satu ini. Mereka adalah Faisal Putra...
![MY PERFECT GIRLFRIEND [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/211155313-64-k3917.jpg)