Part 2 🍂

1.3K 266 60
                                        

Sebelum membaca cerita ini jangan lupa vote and coment cerita ini ya guys 🙏🏻😊
                              

Happy Reading ❤️                                                                                            

Setelah pertemuan singkat itu, Faisal pulang ke rumah  dan langsung masuk ke kamarnya. Dan Faisal berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.

Membutuh waktu 15 menit untuk membersihkan tubuh nya dan memakai pakaian nya. Waktu sudah menunjukkan pukul 18:35 dan Faisal membuka handphone nya untuk melihat chat yang masuk.

Pesan masuk
Grup the tampan boys😎 : 54 chat
Grup basketball🏀 : 25 chat
Grup XII-Mipa 5 🤗: 15 chat
081523678543 :save ya Faisal no aku
Chaca: Faisal kamu lagi apa?
Rina :besok ada pr gak?

Dan itu lah pesan masuk yang menurut Faisal tidak penting, dan yang Faisal lakukan sekarang adalah melamun memikirkan perempuan yang bernama Dara tadi. Tak lama suara ketukan pintu pun berbunyi.

Tok... tok... tok...

"Aden nyonya menyuruh saya untuk memanggil aden ke bawah untuk makan malam bersama," ucap bi Inah di depan pintu.

"Iya bi, nanti Faisal turun ke bawah," ucap Faisal dan membuka pintu kamar nya.

Faisal turun ke lantai bawah dan menuju meja makan untuk makan malam bersama. Papah dan mamah Faisal sudah menunggu Faisal.

"Kamu lama banget sih? Mamah udah laper tau," dengan muka merajuk nya.

"Iya mah maafin Faisal," ucap Faisal.

"Yaudah sekarang saat nya makan malam," ujar papah menengahi.

Makan malam ini terdapat keheningan, hanya dentingan sendok dan garpu saja.
Di keluarga Wijaya memang mempunyai peraturan, jika sedang makan di larang untuk berbicara.

Setelah makan malam selesai Faisal, mamah, dan papah berkumpul di ruang keluarga. Disaat tengah asik menonton tv, Faisal meminta izin untuk ke kamarnya.

"Mah pah, Faisal mau ke kamar dulu ya?"ucap Faisal.

"Yaudah, tidur sana sudah malam ini," ucap papah.

"Yaudah aku ke atas dulu ya," Faisal dengan berjalan menaiki anak tangga.

Setelah sampai di kamar, Faisal mengingat pertemuan singkat tadi bersama perempuan yang bernama Dara.
Semoga gue bisa bertemu dia lagi, batin Faisal. Dan setalah memikirkan Dara Faisal mulai tertidur dan masuk ke dalam mimpinya.

Tringg....tringg.... tringg....

Bukan nya bangun Faisal malah membanting jam beker nya. Dan jam beker itu sudah jatuh mengenaskan di  lantai. Faisal sunggu keterlaluan ya readers? Kan beli nya pake uang, bukan pake daun 🤣. Balik to the topic.

Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 6:45, tetapi Faisal belum bangun juga. Dan di depan pintu sudah ada Mamah Faisal.

Tok... tok... tok...

Ternyata Faisal tidak bagun juga, padahal sudah berapa kali di ketuk pintu kamar nya. Dan kesabaran Lusiana sudah habis menghadapi sikap Faisal yang susah dibangunkan.

"FAISAL! " teriak Mamah Faisal, Lusiana Wijaya.

"BANGUN INI SUDAH JAM 7," kesal Lusiana.

"KALAU KAMU GAK BANGUN JUGA, MAMAH AKAN SIRAM KAMU," kesabaran nya sudah habis.

Lusiana berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air dan menyiramkan air itu ke Faisal. Dan Lusiana sudah mengambil air, setelah itu di siramkan ke wajah Faisal dan.........

"BANJIR BANJIR, TOLONG TOLONG AKU MAMAH PAPAH," teriak Faisal dengan menghentakan kaki dan tangan nya di udara.

Dan setelah di siram air oleh Lusiana akhirnya Faisal bangun dari tidurnya. Dan...

"Bangun Faisal lihat sudah jam 7, kamu mau berangkat jam berapa?" Tanya Lusiana.

"Ouh jam 7," ucap Faisal santay.

"....... APA JAM 7, MAMAH KENAPA GAK BANGUNIN AKU SIH," marah Faisal dan langsung masuk ke kamar mandi.

"Eh kok kamu jadi marahin mamah sih. Salah kamu lah di bangunin gak bangun-bangun! dasar anak gak tau diri," kesal Lusiana dan pergi dari kamar Faisal.

Waktu sudah menunjukan pukul 7:10, dan Faisal sudah mamakai seragamnya.Tetapi seragam yang di gunakan Faisal berantakan, baju seragam yang di keluarkan, dua kancing baju atas yang di buka, tidak memakai dasi, dan rambut yang sengaja di acak-acak. Dan menurut Faisal itu adalah penampilan yang keren.

Setelah itu Faisal turun ke lantai bawah, melihat orang tuanya sedang sarapan dan orang tua Faisal mengajak Faisal untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.

"Faisal sarapan dulu ya?" Ajak Lusiana.

"Kayak nya enggak deh mah, aku udah telat," tolak halus Faisal.

"Yaudah, kamu di jalan jangan ngebut-ngebutan ya," Lusiana memperingati anaknya agar tidak berkendara secara ugal-ugalan.

"Iya kamu hati-hati di jalan. Jangan ugal-ugalan ya," tegas Bima.

"Iya pah mah, aku gak akan ugal-ugalan kok bawa motor nya," Ucap Faisal.

"Yaudah berangkat sana nanti kesiangan lo," ujar Lusiana.

"Aku berangkat pah mah. Assalamualaikum," pamit Faisal pada kedua orang tua nya.

"Wa'alaikumsalam," ucap Lusiana dan Bima secara bersamaan.

Dan Faisal berjalan menuju garasi untuk mengambil motor kesayangan nya. Setelah itu Faisal mengendarai motornya dengan kecepatan standar. Tak lama kemudian Faisal sampai di depan gerbang sekolah yang sudah ditutup rapat.  Waktu sudah menunjukkan pukul 7:40.

"Pak gerbang nya buka dong," ucap Faisal.

"Gak bisa, kamu itu sudah telat dan kamu tau ini sudah jam berapa?" Ujar satpam sekolah.

"Emm jam tujuh lewat empat puluh dua pak," jawab Faisal santay.

"Artinya kamu sudah telat 12 menit dan kamu tidak boleh masuk," kesal satpam dengan kelakuan Faisal.

"Pak buka gerbang nya. Saya mau masuk nih," Faisal turun dari motornya.

"Gak bisa, kamu ini sudah melanggar aturan sekolah ini karena sudah terlambat masuk sekolah," ujar satpam.

"Cuman telat 12 menit kan pak. Buka gerbangnya kan gak ada yang liat pak," ucap Faisal.

"Di bilangin gak bisa ya gak bisa dong, kamu ini ya kecil-kecil udah ngelawan orang yang lebih tua," marah satpam.

Faisal berfikir keras, dari pada bertengkar dengan satpam mendingan gue lewat pintu belakang aja, batin Faisal.

Dan setelah perdebatan itu, Faisal menuju ke belakang sekolah untuk masuk melewati pintu belakang. Dan benar ada pintu tetapi tidak bisa di buka.

Kok gak bisa di buka sih?ah sial, gue harus gimana nih supaya gue bisa masuk,gumam Faisal.

Dan tidak di sangka-sangka, ada sebuah tangga yang bisa di gunakan Faisal untuk masuk ke sekolah. Dan Faisal mengambil tangga tersebut untuk ia taiki.

"Ada tangga nih, gue pinjem bentar ah," ucap Faisal.

Dan akhirnya Faisal bisa masuk ke sekolah melewati perjalanan yang cukup menguras tenaga.
"Akhirnya gue bisa masuk juga.Coba aja satpam itu ngebolehin gue masuk, gue gak harus naik tangga segala," kesal Faisal.

Faisal berjalan dengan santay tanpa merasa takut jika ada guru yang melihatnya. Karena Faisal tidak takut dengan siapa-siapa di sekolah ini. Dan tiba-tiba ada seorang guru yang bernama pak Ahmad selaku guru bp, memanggil Faisal dengan lantang.

Tbc.

MY PERFECT GIRLFRIEND  [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang