Happy Reading ❤️
Dara yang sudah sampai di ruang makan dan Ia duduk sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya. Bi Surti yang melihat majikannya di ruang makan, langsung memanggil.
"Non sudah selesai," kata bi Surti membawa makanan dan minuman nya.
"Ouh iya bi, taruh di situ aja ya." Kata Dara tersenyum.
"Baik non saya permisi dulu ya," kata bi Surti berjalan dan menuju dapur kembali
"Eum kayaknya enak ya masakan bibi," Dara yang sudah tidak sabar langsung memakan makanan yang dimasak oleh bi Surti.
Dara makan dengan lahap seperti orang yang tidak makan satu tahun.Bi Surti yang melihat majikan nya makan seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Dara yang masih asik dengan makanannya tiba-tiba dikagetkan oleh seseorang. Dan seseorang itu adalah abangnya sendiri.
"DOR!" Reyhan mengagetkan Dara.
"Uhuk uhuk," Reyhan yang tidak tega pun akhirnya mengambilkan air minum untuk sang adik.
"Eh sorry-sorry dek, lo gapapa kan?" Tanya Reyhan yang merasa bersalah.
"Iya bang, gapapa kok." Sahut Dara.
"Yaudah lanjutin ya makan nya, sekali lagi abang minta maaf ya." Kata Reyhan yang masih merasa bersalah.
"Iya bang, udah aku maafin kok." Ucap Dara yang tidak tega melihat abang nya seperti itu.
"Beneran? Apa mau abang beliin ice cream? Atau mau dibeliin lolipop? Atau mau yang lain?" Tanya Reyhan beruntun.
"Abang mau buat aku sakit gigi ya?" Tanya Dara kesal.
"Yah gak usah banyak-banyak,maksud abang itu beli ice cream atau lolipop nya satu aja kan gak akan buat kamu sakit gigi." Kata Reyhan yang membuat Dara tidak percaya dengan perkataan abangnya ini.
"Kok abang pelit banget sih ama adek sendiri? Masa iya aku cuman dibeliin satu aja, kalau mau ngasih itu jangan tanggung-tanggung." Ucap Dara dengan tersenyum. Senyum yang menurut Reyhan sangat menyebalkan.
"Emang kamu mau dibeliin berapa?" Tanya Reyhan dengan hati-hati, pasti setelah ini isi dompetnya akan habis terkuras.
"Aku mau beli ice creamnya 10 aja bang," kata Dara.
"Wah gampang itu, 10 ice cream aja kan?" Ucap Reyhan dengan tersenyum sombong.
"Bukan bang, maksud aku itu beli 10 box ice cream. Bukan 10 ice cream," Kata Dara yang membuat senyum Reyhan luntur seketika dan digantikan dengan wajah datarnya.
"APA KAMU BILANG?! 10 BOX ICE CREAM?" Teriak Reyhan tidak percaya dengan permintaan sang adik.
"Apa sih bang berisik tau, gak usah teriak-teriak ini itu rumah bukan hutan!" Decak Dara.
"Jangan 10 ya? 5 box aja beli ice cream nya?" Tanya Reyhan dengan memberikan ekspresi yang menurut Dara ingin muntah.
"Gak bisa pokoknya harus 10! Kalau gak aku gak akan maafin abang." Kata Dara dengan membuang muka dan Dara tengah menahan tawa melihat abangnya seperti ini.
"Yah, tadi kan udh dimaafin kata adek." Ucap Reyhan mengingat perkataan adiknya tadi.
"Itu gak jadi dan abang harus tanggung jawab." Kata Dara tak terbantahkan.
"Apa yang harus tanggung jawab?" Tanya bunda datang tiba-tiba yang membuat Reyhan serta Dara kaget.
"Bunda dateng bukan nya ngucapin salam dulu kek," ucap Reyhan.
"Bunda udah ucap salam tapi Kalian nya gak denger." Sindir bunda.
"Trus Ayah mana bun?" Tanya Dara mengalihkan sindiran bundanya itu.
🌼🌼🌼
Jangan lupa vote and coment nya 🤗
Maaf yah typo bertebaran 🙏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
MY PERFECT GIRLFRIEND [On Going]
Novela Juvenil[REVISI SETELAH END] Di dalam sebuah hubungan harus saling percaya satu sama lain. Jika hubungan tidak dilandasi kepercayaan, maka hubungan yang dijalani akan hancur berantakan. Sama halnya dengan hubungan yang satu ini. Mereka adalah Faisal Putra...
![MY PERFECT GIRLFRIEND [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/211155313-64-k3917.jpg)