Happy Reading ❤️
Faisal yang masih menunggu Dara pun akhirnya tersenyum senang karena orang yang ditunggu-tunggu datang dan Faisal memanggil Dara.
"DARA!" teriak Faisal.
Dara pun mencari-cari orang yang memanggil namanya. Yap benar yang memanggil nya itu kakak kelasnya ya siapa lagi kalau bukan Faisal. Dan Dara pun menghampiri kakak kelasnya itu.
"Kakak dari tadi nunggu aku nya?" Tanya Dara merasa bersalah karena Ia telat datang dan membuat Faisal menunggu.
"Enggak kok, gue baru aja dateng." Ucap Faisal berbohong karena tidak ingin membuat Dara merasa bersalah.
"Ouh gitu ya," ucap Dara.
"Sudah siap?" Tanya Faisal ambigu yang membuat Dara bingung.
"Siap apa ka?" Tanya Dara.
"Siap pulang lah, emang siap apa lagi?" Goda Faisal yang membuat Dara blushing.
"Eng---gak ka, ayo katanya mau pulang!" Ucap Dara terbata.
Dan Faisal pun naik ke motornya dan memakai helm. Ia memberikan satu helm lagi kepada Dara.
"Nih pake helm nya," ucap Faisal memberikan helm kepada Dara.
"Makasih ka," langsung Dara memakai helm nya dan Ia tidak bisa mengunci helm nya karena kesusahan.
"Lo kenapa? Gak bisa ya?" Tanya Faisal.
"Bi---bisa kok ka," masa iya Ia bilang gak bisa di depan kakak kelas nya kan malu, ucap dalam hati.
"Bener?" Goda Faisal.
"Bener kok ka,masa iya pake helm aja gak bisa." Ucap Dara menyembunyikan rasa malunya.
"Masa sih? Kok gue gak percaya ya," sekarang Faisal mempunyai kebiasaan baru yaitu menggoda Dara.
"Bener ka li---," sebelum menyelesaikan ucapan Dara merasa ada tangan besar yang memegang tangan nya.
Dan benar ada tangan Faisal yang sedang membantu Dara memakai helm nya dan jarak ini sangat dekat membuat Dara bisa merasakan hembusan nafas kakak kelas nya ini.
Jarak yang sangat dekat ibu membuat jatung Dara berdetak lebih cepat dari biasanya. Entah perasaan apa yang hinggap di hati nya ini, Dara pun belum merasakan sebelum nya.
Sama halnya dengan Dara, Faisal pun sama merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Karena memang Ia mencintai wanita yang ada dihadapan nya ini sejak awal bertemu.
Faisal segera melepaskan tangannya. Kalau tidak sudah pasti jantungnya akan bertedak seperti ingin keluar. Perasaan ini datang lagi setelah beberapa tahun yang lalu. Semoga Ia tidak salah pilih untuk memulai hubungan baru dengan Dara.
Setelah kejadian itu pun keduanya merasa canggung karena mereka berdua merasakan perasaan yang sama.
"Em--Yaudah kita pulang sekarang aja," ucap Faisal.
"Iya ka," ucap Dara.
Setelah menaiki motor Faisal, Dara pun hanya diam saja dan membuang muka jika Faisal tidak sengaja melihat nya di spion motor. Faisal yang tidak ingin membuat Dara celaka akhirnya Faisal menyuruh Dara untuk pegangan di pinggangnya agar tidak jatuh.
"Dar," panggil Faisal.
"Iya ka?" Ucap Dara.
"Lo pegangan nya di pinggang gue," ucap Faisal.
"Lho kenapa ka? Kan ini juga aku udah pegangan di pinggang kakak," ucap Dara.
"Itu mah lo pegangannya di jaket gue bukan di pinggang gue Dara," jelas Faisal.
"Kan sama aja ka yang penting pegangan kan?" Tanya Dara.
"Takut nya lo jatoh kalau lo pegangannya di jaket gue," ucap Faisal yang langsung memegang tangan Dara dan memeluk pinggang nya.
"Kan kalau gini enak, gue takut lo jatoh," ucap Faisal dengan tersenyum.
"Tapi ka---,"
"Gak ada penolakan!" Tegas Faisal yang membuat Dara pasrah.
🌼🌼🌼
Ada yang baper gak nih di part ini? 🤭
Semoga ini awal yang baik ya untuk mereka berdua <3
Jika kalian suka dengan part ini berikan vote and coment nya ya:') 🤗
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
MY PERFECT GIRLFRIEND [On Going]
Teenfikce[REVISI SETELAH END] Di dalam sebuah hubungan harus saling percaya satu sama lain. Jika hubungan tidak dilandasi kepercayaan, maka hubungan yang dijalani akan hancur berantakan. Sama halnya dengan hubungan yang satu ini. Mereka adalah Faisal Putra...
![MY PERFECT GIRLFRIEND [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/211155313-64-k3917.jpg)