Part 9 🍂

640 146 16
                                        

Happy reading guys ❤️
                                            

Dipagi yang cerah ini seorang tengah tidur diatas tempat tidur king size nya. Padahal matahari sudah menyinari kamar sang pria ini melewati jendela yang sudah di buka tirainya. Orang yang sedang berdiri pun jengah dengan kelakuan anaknya ini.

"FAISAL BANGUN," teriak mamah Faisal menggelegar.

"Apa sih mah? Orang masih subuh juga, bentar lagi kek." Faisal masih setia dengan kasurnya dan malah mengambil selimutnya untuk menutupi tubuhnya.

"MASIH SUBUH KAMU BILANG? HEY INI TUH UDAH JAM 6 LEWAT 45 MENIT, KAMU BILANG MASIH SIBUH HAH?" Yang dibangunkan masih saja tidak bergeming dari tempat tidurnya, akhirnya mamah Faisal mengambil air dan menyiramkan nya tepat wajah sang anak.

"BANJIR TOLONG! BANJIR! MAMAH TOLONG FAISAL," dan benar saja Faisal langsung bangun dari tidur nyenyak nya setelah mamah menyiramkan air itu.

"Banjir banjir, cepet mandi udah siang ini nanti kamu terlambat Faisal anak mamah yang paling ganteng," akhirnya setelah itu mamah Faisal keluar dari kamar sang anak, mamah selalu sabar menghadapi perilaku sang anak.

Walaupun Faisal seperti itu tetapi mamah akan selalu sayang sama Faisal karena Faisal adalah anak satu-satunya.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 07:00 dan sebentar lagi gerbang sekolah akan ditutup. Faisal turun ke lantai bawah untuk pamit berangkat sekolah.

"Mah aku berangkat dulu ya," ucap Faisal mencium tangan mamahnya.

"Iya hati-hati di jalan, jangan ngebut ya dan patuhi lalu lintas ya?" Ujar mamah.

"Iya ma, Assalamualaikum," ucap Faisal.

"Wa'alaikumsalam," ucap mamah.

🌼🌼🌼

Waktu yang ditempuh Faisal selama diperjalanan hanya 15 menit dan gerbang akan ditutup tetapi Faisal langsung masuk. Faisal memarkirkan motornya dan turun dari atas motornya lalu ia berjalan menuju kelas nya.

Sampai lah Faisal di kelasnya dan langsung disambut oleh teman-teman laknat nya (canda ✌️). Mereka duduk di barisan paling belakang dan dipojok kelas.
"Gak telat lo Sal?" Tanya Raka.

"Gak," singkat Faisal.

"Pada ngapain lo?" Tanya Faisal.

"Kita mah lagi mabar nih, mau ikutan lo?" Jawab Aldi yang sedang fokus ke handphone nya.

"Males," ucap Faisal.

"Ah lo mah gak seru," ucap Aldi.

"Lo udah ngerjain pr Sal?" tanya Daniel.

"Udah, emang kenapa?" tanya balik Faisal.

"Gak, gue cuman nanya aja," jawab Daniel.

"Emang ada pr ya? Kok gue gak tau sih?" tanya Raka.

"Iya kok gue juga gak tau sih? Ah lo berdua mah gak asik," ucap Aldi dan langsung mengambil buku dari dalam tasnya dan memberhentikan mabar nya.

"Dan minjem buku lo dong?" Ucap Aldi.

"Buat apa?" Ujar Daniel.

"Iya buat ngerjain nih tugas lah?" Kesal Aldi.

"Yaudah nih," ucap Daniel memberikan bukunya ke Aldi.

"Al berdua dong," ucap Raka mengambil buku Daniel dan menaruhnya di tengah-tengah.

"Kenapa gak ngasih tau gue kalau ada pr?" Ucap Aldi sambil menyalin tugas Daniel kedalam bukunya.

"Kan ada di grup kelas kali," ucap Daniel.

"Pantesan malem tuh grup rame bener, ternyata lagi ngomongin pr toh?" ucap Raka.

"Gue males banget liatin satu persatu tuh. Mendingan gue maen ps aja," ucap Aldi.

"Itu mah lo bukan gue," ucap Daniel.

Setelah itu masuklah guru yang terbilang killer yang membuat para muridnya takut. Guru ini gak segan-segan memberikan tugas yang membuat para muridnya pusing 7 keliling.
"Assalamualaikum," ucap bu Latifah.

"Wa'alaikumsalam," serempak anak-anak menjawab.

"Selamat pagi anak-anak," sapa bu Latifah.

"Selamat pagi bu," ucap anak-anak.

"Iya sekarang kita bertemu lagi dengan ibu ya? Ibu akan menjelaskan tentang bagaimana perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan negara Indonesia.Para pahlawan memperjuangkan negara kita itu dengan susah payah taruhan nya dengan nyawa mereka. Mereka hanya ingin negara mereka terbebas dari para penjajah walaupun dengan hanya bambu runcing sebagai senjata mereka, tetapi semangat mereka yang pantang menyerah. Sampai sini ada yang di tanyakan? Tentang perjuangan?" Ucap bu Latifah melihat anak-anak muridnya.

"Saya bu," ucap Aldi mengacungkan jarinya.

"Iya Aldi, mau nanya apa?" Ucap bu Latifah.

"Bu kalau misalnya kita sudah berjuang trus perjuangan kita sia-sia bagaimana bu?" Tanya Aldi yang membuat teman-teman nya aneh.

"Ya kita harus berjuang tanpa kenal lelah, jangan lupa semangat dan kalian harus niatkan apa yang kalian perjuangkan agar perjuangan kalian tidak sia-sia,memang kenapa Aldi nanya seperti itu? " panjang lebar bu Latifah menjelaskan.

"Gitu ya bu, saya ingin memperjuangakn cinta saya bu," jawab Aldi Yang membuat teman- teman nya kesal setengah mati atas jawaban Aldi.

"Kamu kok nanya seperti itu?" Geram bu Latifah.

"Kan tadi ibu bilang katanya siapa yang mau nanya tentang perjuangan, ya saya nanya dong tentang berjuang." Ucap Aldi santay.

"Ya gak gitu juga Aldi! kan ini tentang perjuangan negara kita," ucap bu Latifah.

"Ya kan sama aja bu, sama-sama perjuangan bedanya kalau ibu perjuangan para pahlawan kalau saya perjuangan cinta," dengan wajah tanpa dosa Aldi menjawab perkataan bu Latifah.

"Sudahlah ngomong sama kamu gak akan ada ujungnya," ucap bu Latifah.

"Iya bu sama kaya cinta saya ke dia gak akan ada ujungnya bu," ujar Aldi.

Tbc.


MY PERFECT GIRLFRIEND  [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang