Happy Reading ❤️
Arya sebenarnya tidak terlalu kaget atau pun syok karena Ia sudah menduga pasti Keyra akan mengucapkan itu. Dan Arya tidak percaya kalau anak laki-laki nya ini melakukan hal sekeji itu,Ia yakin ini pasti salah paham.
Dan yang terakhir adalah Reyhan, dia syok berat karena Ia mendengar perkataan bunda nya itu. Bagaimana tidak syok, Ia di duga menghamili anak orang. Jangankan menghamili punya pacar aja gak, miris sekali ya. Ini pasti salah paham, batin Reyhan.
Keyra yang melihat semuanya diam, akhirnya mulai berbicara kembali.
"Kok kalian pada diem sih!" Kata bunda.
"Bunda apa bener abang itu ngeha---," sebelum menyelesaikan perkataan nya, Reyhan langsung menyela perkataan Dara.
"Bun, ini pasti salah paham. Abang gak pernah ngehamilin anak orang bun, abang aja gak punya pacar." Bela Reyhan.
"Salah paham kamu bilang? Terus kenapa kemaren kalian ngomongin tentang tanggung jawab itu apa?" Tanya bunda.
"Ouh itu, jadi gini cerita nya." Kata Reyhan.
Flashback on
Dara yang masih asik dengan makanannya tiba-tiba dikagetkan oleh seseorang. Dan seseorang itu adalah abangnya sendiri.
"DOR!" Reyhan mengagetkan Dara.
"Uhuk uhuk," Reyhan yang tidak tega pun akhirnya mengambilkan air minum untuk sang adik.
"Eh sorry-sorry dek, lo gapapa kan?" Tanya Reyhan yang merasa bersalah.
"Iya bang, gapapa kok." Sahut Dara.
"Yaudah lanjutin ya makan nya, sekali lagi abang minta maaf ya." Kata Reyhan yang masih merasa bersalah.
"Iya bang, udah aku maafin kok." Ucap Dara yang tidak tega melihat abang nya seperti itu.
"Beneran? Apa mau abang beliin ice cream? Atau mau dibeliin lolipop? Atau mau yang lain?" Tanya Reyhan beruntun.
"Abang mau buat aku sakit gigi ya?" Tanya Dara kesal.
"Yah gak usah banyak-banyak,maksud abang itu beli ice cream atau lolipop nya satu aja kan gak akan buat kamu sakit gigi." Kata Reyhan yang membuat Dara tidak percaya dengan perkataan abangnya ini.
"Kok abang pelit banget sih ama adek sendiri? Masa iya aku cuman dibeliin satu aja, kalau mau ngasih itu jangan tanggung-tanggung." Ucap Dara dengan tersenyum. Senyum yang menurut Reyhan sangat menyebalkan.
"Emang kamu mau dibeliin berapa?" Tanya Reyhan dengan hati-hati, pasti setelah ini isi dompetnya akan habis terkuras.
"Aku mau beli ice creamnya 10 aja bang," kata Dara.
"Wah gampang itu, 10 ice cream aja kan?" Ucap Reyhan dengan tersenyum sombong.
"Bukan bang, maksud aku itu beli 10 box ice cream. Bukan 10 ice cream," Kata Dara yang membuat senyum Reyhan luntur seketika dan digantikan dengan wajah datarnya.
"APA KAMU BILANG?! 10 BOX ICE CREAM?" Teriak Reyhan tidak percaya dengan permintaan sang adik.
"Apa sih bang berisik tau, gak usah teriak-teriak ini itu rumah bukan hutan!" Decak Dara.
"Jangan 10 ya? 5 box aja beli ice cream nya?" Tanya Reyhan dengan memberikan ekspresi yang menurut Dara ingin muntah.
"Gak bisa pokoknya harus 10! Kalau gak aku gak akan maafin abang." Kata Dara dengan membuang muka dan Dara tengah menahan tawa melihat abangnya seperti ini.
"Yah, tadi kan udh dimaafin kata adek." Ucap Reyhan mengingat perkataan adiknya tadi.
"Itu gak jadi dan abang harus tanggung jawab." Kata Dara tak terbantahkan.
Flashback off
"Jadi gitu ceritanya bun, tanggung jawab yang dimaksud adek itu. Tanggung jawab buat beli ice cream karena abang udah ngagetin dia pas dia lagi makan.Bukan tanggung jawab yang bunda maksud," Jelas Reyhan yang membuat bunda nya diam karena telah menuduh anaknya berbuat macam-macam.
"Abang, bunda minta maaf sama abang karena bunda gak mau dengerin penjelasan abang. Hiks hiks hiks," ucap bunda yang sudah mengeluarkan air matanya yang membuat Reyhan serta Dara tidak tega melihatnya.
"Iya bun, Reyhan juga minta maaf sama bunda." Kata Reyhan memeluk bunda nya itu.
"Abang gak salah hiks hiks, bunda yang salah. Bunda kira hiks abang melakukan hal itu sampai-sampai hiks hiks abang harus tanggung jawab tapi itu cuma hiks salah paham aja hiks hiks." Kata bunda yang masih memeluk anaknya itu.
🌼🌼🌼
Segini dulu ya di part ini, semoga kalian suka dan jangan lupa memberikan vote and coment nya 🤗
Jangan lupa juga follow autor juga ya:)
KAMU SEDANG MEMBACA
MY PERFECT GIRLFRIEND [On Going]
Novela Juvenil[REVISI SETELAH END] Di dalam sebuah hubungan harus saling percaya satu sama lain. Jika hubungan tidak dilandasi kepercayaan, maka hubungan yang dijalani akan hancur berantakan. Sama halnya dengan hubungan yang satu ini. Mereka adalah Faisal Putra...
![MY PERFECT GIRLFRIEND [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/211155313-64-k3917.jpg)