"Berapa botol yang sudah kau habiskan Steve?"tanya temannya yang lelah menemaninya.
Sehun yang sudah setengah sadar hanya tersenyum. Tidak berniat untuk menjawabnya. Lagian, dia bisa lihat dan hitung sendiri kan? Untuk apa dia menjawab pertanyaan bodoh itu? Dia masih kuat. Dia akan berhenti ketika dia sudah tidak tahan atau tidak, pingsan sekalian.
"aku benar-benar tak paham dengan mu Steve. Kau ingin merusak diri mu hanya karena seorang gadis yang...sama sekali tidak menyimpan perasaan untuk mu? Hey, sadarlah. Masih banyak gadis lain yang jauh lebih baik darinya. Untuk apa kau terus mengejarnya kalau usaha mu sama sekali tidak dihargai?"lanjutnya.
Sehun yang tadinya sama sekali tidak peduli dengan omongan temannya yang satu inu sekarang melihat kearahnya. Dia tersenyum tipis. "Dia berbeda Suho. Aku yakin, kalau kau bertemu dengannya kau juga akan jatuh hati padanya. Dan, aku tidak akan membiarkan itu terjadi.."
"Aku tidak sebodoh kau Steve. Memperjuangkan seseorang yang...sama sekali tidak menyukai mu itu sulit. Lagian, apa sih bedanya dengan gadis lain? Semua gadis itu sama Steve. Mereka sama-sama murahan. Aku sudah bermain dengan banyak perempuan di luar sana. Dan, mereka semua sama."
"Jaga mulut mu."
"Kau terlalu terbutakan oleh cinta Steve. Aku bisa membantu mu. Aku bisa mencarikan gadis yang layak untuk mu kalau kau mau."
Sehun menggeleng. Dia tidak butuh. Dia hanya...Hanya ingin Janice, Jisoo. Tidak yang lain. Dia bisa saja mencari gadia lain di luar sana dengan sangat mudah dengan ketampanan dan ketebalan dompetnya. Tapi, dia tidak sebodoh itu.
"Aku akan tetap mengejarnya.."
"Cih..emangnya secantik apa sih gadis pujaan mu itu hm?"
"Aku tidak bisa mendeskripsikannya. Aku tidak melihat tampangnya. Yang ku lihat adalah hatinya.."
"Omong kosong!"
"Aku tidak memaksa mu untuk percaya Suho. Yang jelas, aku akan menghabisi mu jika kau berani jatuh hati padanya."ancamnya yang membuat Suho tersenyum.
"Kita lihat saja nanti. Aku tak akan jatuh pada gadis murahan milik mu itu."ucapnya yang langsung menerima 1 pukulan keras dari Sehun tentunya. Membuat sebagian perhatian tertuju pada mereka.
Dia tersenyum saat menerima pukulan darinya. "Wuah, lihatlah. Bahkan kau berani meninju ku demi gadis murahan itu ya?"
"Kim Junmyeon, jaga mulut mu."nada bicara yang tenang, tapi mematikan.
Sehun sudah menarik kerah baju Suho. Memperingatinya agar namja itu tidak sembarang bicara lagi. Dia tak akan segan-segan menghabisinya jika dia berani mengatai Janice lagi.
"Siapa namanya? Janice Kim? Hm, sepertinya dia gadis yang special ya..? Sesepesial apa dia bagi mu Steve? Aku yakin, dia tak jauh berbeda dari wanita-wanita di sini."
bugh.
Kali ini Sehun benar-benar akan menghabisinya.
Suho? Tentu saja dia melawan. Tapi, dia juga menghindar setiap pukulan dari Sehun yang semakin melemah efek alkohol yang dia konsumsi. Yah, walaupun pukulan dari Sehun ini tak bisa bohong. Baru beberapa pukulan saja, wajah tampan Suho sudah babak belur. Bibirnya yang sudah sedikit mengeluarkan darah. Begitu juga dengan Sehun. Tapi, dia tidak separah Sehun.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEMORIES
FanfictionKeduanya harus berpisah karena alasan mereka sendiri. Jinyoung yang merasa dirinya tak pantas untuk Jisoo dan Jisoo yang tidak ingin Jinyoung semakin tersakiti. Masa lalu memang tak kan bisa terlupakan Tapi, masa depan sedang menanti mu. Semua ora...
