ANDAI SAJA

6.2K 598 106
                                        

-LOVE DESTINY-

____________________________________________________

Wanita itu memandang bintang dilangit dengan sorot mata yang tak bisa diartikan. Membiarkan segarnya hembusan angin malam menerpa helai rambutnya. Dipandangnya dari kejauhan, sang suami sedang terlelap diranjang mereka berdua dengan wajahnya yang pias pasca mabuk.

Tak sadar, wanita pemilik bibir mungil itu menitikkan air matanya, kembali. Andaikan waktu bisa saja diulang, ia tak akan pernah membiarkan ini semua terjadi.

Sangat menyesal, benar benar menyesal. Ia kembali merutuki dirinya begitu mengingat kebodohan yang ia lakukan.

Yang selama ini tak ia sadari, jisoo telah membuat suaminya sendiri tersampingkan. Maaf. Hanya kata itu yang bisa ia ucapkan. Tetapi, apakah ada kata maaf untuk wanita seperti dirinya ini? Wanita yang lebih mementingkan lelaki lain dibandingkan suaminya sendiri. lucu sekali..

Bodoh, sangat bodoh. agaknya, Kata itu sangat pantas untuk dirinya. Mungkin, esok hari ia akan berusaha meminta maaf pada suaminya.

_________________

"Ahjumma, apa kau melihat yungie??" Tanya jisoo pada sang pelayan.

Pagi sangat, jisoo terbangun dari tidurnya dan ia tak melihat keberadaan sang suami disampingnya. Ia mencari keseluruh sudut ruang rumahnya, tetapi hasilnya nihil. Taehyung tak ada dimanapun. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 5 pagi..

"Tuan baru saja pergi"

"Apa ahjumma tahu kemana yungie akan pergi??" Tanya jisoo.

"Mian, saya tidak tahu nyonya. Tadi tuan taehyung langsung pergi tanpa memberi tahu saya dia ingin kemana.." jawab bibi kang.

"Begitu ya, eum..yasudah kalau begitu aku pergi kekamar dulu ya ahjumma"

"Tunggu sebentar, nyonya. Apa anda tidak mau makan terlebih da--"

"Nanti saja, aku belum lapar..."

_______________

Terhitung lima hari sudah, pria bermarga kim itu tak pulang kerumahnya dan selama lima hari itu juga jisoo mengurung dirinya sendiri dibalik kamar.

Tanpa makan ataupun minum, Membuat wanita tua yang menjabat sebagai pelayannya itu sangat khawatir. Khawatir akan keduanya. Ingin sekali membantu tetapi ia sadar, ia sama sekali tidak berhak mencampuri urusan tuan dan juga nyonyanya.

______________________________________

"Yungie, kau dimana?? Mengapa kau tak pulang..hiks..kumohon maafkan aku, pulanglah yungie. Bogosipeo.." jisoo berujar, lirih. Ia kembali menitikkan air matanya untuk kesekian kalinya. Matanya menjadi bengkak karena terus menangis.

Jujur, tubuhnya sekarang terasa sangat lemas. Serasa ingin pingsan, jisoo bahkan tak bisa membopong tubuhnya sendiri. Ada apa ini.. sayang, jisoo sama sekali tak memperdulikan itu. Yang ada dalam pikirannya kini hanyalah taehyung.

"Angkat telponnya, kumohon.." jisoo membuang ponsel yang ada digenggamannya, kasar.

Terlambat sudah, taehyung sudah kecewa sepertinya. Kendati demikian, wanita pemilik nama kim jisoo itu hanya bisa menangis, merutuki dirinya sendiri dan berharap suaminya segera pulang.

Drtt drtt.....

Ponselnya tiba tiba berdering, membuat jisoo mengembangkan senyumnya berharap taehyunglah yang menelpon.

Love Destiny|VsooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang