Sayang sekali. Tuhan berkehendak lain, jinyoung tak bisa diselamatkan. Kepergiannya tentu meninggalkan duka bagi seluruh orang seperti Kim taehyung.
Namun, bila tuhan telah berkehendak kita pun tak bisa berkutik, kita harus menerimanya walau terasa sangat sakit, dan pastinya berat.
.
.
.
....
Tak terasa, dua minggu telah berlalu. Kegiatan seperti biasa yang selalu dilakukan setiap harinya oleh si pria kim.
Taehyung sedang duduk disofa yang telah tersedia diruang tersebut sambil menjaga sang istri.
Pria kim itu sedari tadi berkutat dengan laptop yang ada pada pangkuannya sehingga si kim tak sadar sedang dipandang oleh seseorang itu sambil tersenyum.
"Taehyung.." suara itu berhasil membuat taehyung menghentikan ketikannya.
Pria itu menoleh dengan cepat dan mendapati jisoo yang tengah tersenyum padanya.
Bulir air mata itu kembali keluar dari kelopak matanya. Taehyung diam membeku, namun detik berikutnya ia tersenyum membalas senyuman manis yang telah lama ia rindukan.
Taehyung bergegas menghampiri jisoo, sambil meyakinkan dirinya kalau semua ini bukanlah mimpi.
"J-jisoo, k-kau telah sadar.." diusapnya lembut pipi itu yang kini telah dibasahi oleh air mata.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jisoo pun ikut menangis dibuatnya, bibir itu mengembangkan senyumnya lagi membuat taehyung memeluk istrinya dengan penuh kerinduan.