BERSALAH

6.2K 603 81
                                        

Seperti biasa. Kim taehyung, kini tengah mengisi liburan akhir pekannya dengan menemani sang istri yang masih terbaring koma. Pagi tadi, ia pulang kerumahnya untuk sekedar membasuh diri lalu kembali melanjutkan aktivitasnya, yakni menjaga jisoo.





"Selamat siang.." lirihnya sembari mengenggam jemari jisoo.






"Apa kau tidak merindukanku eoh?" Ucapnya sekali lagi lalu bangkit dari duduknya dan mengecup kening istrinya sejenak.

"Hai" sapa seorang wanita dengan pipi chubby nya sambil melipatkan kedua tangannya didada juga bersandar dipintu.

Kim taehyung menoleh kearah suara itu berada, namun tak lama setelah itu ia memutarkan bola matanya kemudian kembali menatap sang istri.

"Ya! Kenapa kau sinis seperti itu huh?!" Gerutunya kesal pada taehyung.

"Kau datang diwaktu yang tidak tepat chaeyoung, aku sedang malas mendengar ocehanmu itu. Bukankah kau sedang sibuk? Sana, urus saja dulu pasienmu" taehyung berucap, membuat wanita bermarga park itu lagi lagi menggerutu sebal.

"Aishh, kenapa sekarang kau sangat menyebalkan eoh?! Kau tahu aku ini sahabat--"

"Yayaya, sudah. Kita ini sedang dirumah sakit, kau pasti tahu dirumah sakit itu tidak boleh berisik!" Taehyung memotong ucapan rose.

"Mwo!! Tentu saja aku tahu, aku kan dokter disini. Baiklah, sebagai wanita yang penyabar, kau aku maafkan"

"Memangnya aku meminta maaf? Tidak. Aku juga tidak berniat untuk minta maaf"

"Ya! Kenapa kau menyebalkan sekali eoh!! Kuadukan pada jisoo baru tahu--" Ucapnya sebal.

"Maaf. Sudah puas kan?" Taehyung berujar, malas.

"Nah begitu dong. Ohya Aku lihat lihat, tubuhmu semakin kurus, dan lihat itu ada kantung mata. Kalau jisoo melihatnya, dia pasti akan sedih..jangan menyiksa dirimu sendiri"

"Sstttt, sudah kubilang berapa kali, dirumah sakit itu tidak boleh berisik!"

"Terserah kau saja! Lalu perihal kecelakaan itu, apa kau sudah tahu siapa pelakunya?" Tanya rose.

"Sudah, dia kini sedang mendekam dipenjara" jawab taehyung.









Yeah, perihal kecelakaan itu, memang telah diselesaikan dari jauh hari. Wanita licik bernama hwasa itu kini tengah menjalani masa hukumannya didalam jeruji besi. Untung saja, dengan berbaik hati taehyung tak memberikan hukuman mati padanya melainkan penjara selama masa hidupnya. Sepertinya hukuman itu memang pantas bagi wanita sepertinya. Jujur, saat ia tahu siapa pelaku dibalik kejadian yang hampir saja membuatnya kehilangan jisoo, taehyung merasa ingin sekali menghajar orang itu sampai habis.

Namun, jimin menghalanginya dan sebagai pria, ia tidak mau menghajar seorang wanita. Cukup, wanita itu mendekam dipenjara semasa hidupnya telah membuat dirinya agak tenang. Yang membuat hatinya begitu sakit, hwasa ternyata berniat mencelakainya namun malah jisoo yang menjadi korbannya.

Sebenarnya, akhir akhir ini taehyung seringkali merenung juga tampak gelisah. Ya, dia resah dan bingung, bagaimana nantinya memberi tahu jisoo tentang calon bayinya yang telah tiada. Hal ini membuatnya selalu dihantui rasa bersalah.




"Ada apa? Kelihatannya kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya rose.

Taehyung tersadar dari lamunannya. "Ah! T-tidak. Bukan hal yang penting" jawabnya berbohong.




Rose mengangguk, percaya.





"Ohya aku lupa, sudah lama aku tidak melihatnya? Dimana dia?"

Love Destiny|VsooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang