KEMBALI

6.6K 630 66
                                        


Nggak ada yang kangen kah?

...

Happy reading!..









Taehyung menerobos masuk kedalam ruang icu dengan perasaan pedih, resah, sakit, perasaan itu, bercampur aduk menjadi satu.

"Jisoo-ya" gumamnya pelan.

Perlahan, pria kim itu berjalan menghampiri sang istri dengan langkah gontai. Taehyung meraih jemari wanitanya lalu mengecupnya, lembut.

Ia mengenggam erat jemari sang istri disaat para dokter melakukan pacu jantung pada jisoonya.

"Mohon maaf tuan kim, kami telah berusaha semaksimal mungkin..tetapi sayangnya___tuhan berkehendak lain.." manik mata yang semula sayu kini terbulat sempurna saat mendengarnya.

"Aniyo! Hikss...hikss..aku pasti bermimpi!! Haha..jisooku tak akan mungkin meninggalkanku..AYO BILANG PADAKU KALAU AKU BERMIMPI! SEMUA INI PASTI TIDAK BENAR!! JISOO TIDAK MUNGKIN PERGI MENINGGALKANKU!"

"Alat ini pasti salah! Tidak, ini tidak mungkin!! Jisoo tidak mungkin meninggalkanku!!"

"Tidak sayang, kau tidak bermimpi. Kau harus sabar.., jisoo telah pergi meninggalkan kita, kau harus mengikhlaskannya" yoona berujar lirih sembari menatap anaknya dengan tatapan sedih.

Air mata itu kembali mengalir, tidak bisa tertahan. Hatinya terasa sangat sakit, jantungnya mendadak sesak mendengar kenyataan yang selama ini tak pernah ia inginkan.

Sandara pun tak kalah sedih, ibu mana yang tidak sedih kalau anak semata wayangnya lebih dulu tiada dibanding dirinya, hal yang sangat tidak diduga. Tiba tiba kepalanya terasa pening, tubuhnya melemas. Bahkan, tubuhnya hampir saja ambruk bila sang suami tidak segera menangkapnya.

"Dara-ya.."lirihnya pelan, jiwon pun tidak sanggup menahan isak tangisnya, namun ia berusaha untuk tetap tegar.

"Jisoo-ya..mengapa kau tega sekali meninggalkanku eoh..hikss..hikss..aku, aku tahu aku salah tapi aku tak sanggup bila hukumannya harus seperti ini..hikss..kau boleh marah padaku, kau boleh menamparku berkali kali tetapi tidak dengan ini..aku tak sanggup jisoo-ya..kumohon, kembalilah..hikss..hikss, aku janji tidak akan mengecewakanmu lagi..kumohon, jangan tinggalkan aku..hikss" lirihnya sembari memeluk jasad sang istri.

"Eomma tahu, semua ini pasti berat untukmu taehyung..tetapi eomma mohon ikhlaskan jisoo..dia telah tenang disana.."

"Ani!! Aku yakin jisooku tidak akan meninggalkanku begitu saja..hikss..chu, kamu nggak inget ya..kamu udah janji sama aku kalo kamu bakal temenin aku sampai aku menghembuskan nafas terakhir, kamu janji nggak bakal tinggalin aku..kamu tau kan chu..janji harus ditepatin..bangun sayang..hikkss..jangan kaya gini aku nggak kuat.."

Seluruh pasang mata menatapnya sedih, mereka telah berusaha menenangkan taehyung namun sayang, taehyung belum bisa menerima kenyataan pahit ini.

"Chu~ya..kau harus menepati janjimu..kumohon jangan tinggalkan aku..hikss..hikss..aku tidak bisa. Aku tidak bisa hidup tanpamu..hikss..hikss, aku janji tidak akan membuatmu sedih lagi, aku tidak akan pernah membiarkanmu menangis lagi..kumohon jangan tinggalkan aku.." taehyung berucap dengan tangisnya yang semakin deras.

Hening. Hanya isak tangis yang menggema diruang ICU itu. Sampai akhirnya monitor itu kembali_______ berbunyi.

"Dia telah kembali!" Ucap sang dokter membuat semua orang yang ada disana kembali menangis.

Bukan. Tangis ini bukanlah tangis kesedihan melainkan tangis kebahagian, haru.

"Terima kasih tuhan..hikss..terima kasih telah memberikanku satu kesempatan lagi..terima kasih..hikksss.." tiada henti, ia mengucapkan kata terima kasih itu berkali kali sebagai tanda syukurnya kepada tuhan karena telah mengabulkan doanya.

"Saya benar benar tidak menyangka hal ini akan terjadi, sungguh keajaiban. Yasudah kalau begitu saya mohon kalian untuk kembali menunggu diluar karena kami akan menangani pasien segera.." sejujurnya, taehyung masih ingin disamping jisoo dan menemaninya. Tetapi, demi kebaikan sang istri ia akan menunggu diluar sampai operasinya selesai.

________








"Chu~ aku udah dateng nih, maaf ya aku agak terlambat. Tadi rapatnya lama banget.."







Terhitung 3 bulan sudah, jisoo belum tersadar juga dari masa komanya. Dan selama itu pula pria bermarga kim itu selalu setia menemaninya.

Dikala berangkat kerja, istirahat siang, dan sepulang kerja ia selalu menyempatkan diri untuk kemari. letih? Tentu saja, namun demi sang istri taehyung rela melakukan apapun untuknya. Yeah, dia juga selalu menginap diruang rawat dengan sofa yang telah tersedia untuk tidurnya menemani jisoo yang terbaring koma.

Mungkin, karena rasa sayangnya yang amat dalam untuk jisoo membuat dirinya tidak bisa jauh dari sang istri. Saat bekerja pikirannya selalu tertuju pada jisoo dan tak pernah fokus.

Padahal sudah seringkali ditawarkan yoona, sandara, rose, jimin maupun yang lain untuk digantikan menemani jisoonya. Tetapi taehyung selalu menolak. Sesekali ia kembali kerumah hanya sekedar membasuh dirinya lalu kembali menemani sang istri dirumah sakit.

"Sayang, biar eomma saja yang menemani jisoo. Kau bisa istirahat terlebih dahulu, bahkan kau belum makan dan membasuh dirimu. Lihat itu, ada kantung mata. Bila jisoo melihatnya, dia pasti akan sedih.." yoona berucap.

Taehyung juga sudah beberapa kali terkena flu dan pilek mungkin karena efek kecapean, ia juga kurang tidur akhir akhir ini. Namun, namanya taehyung dia selalu tetap dalam pendiriannya.

"Tidak eomma, aku ingin tetap disini. Aku ingin disampingnya selalu. Aku mohon, jangan paksakan aku untuk jauh darinya.."

Yoona menghela nafasnya sebelum kembali berucap.

"Baiklah, kalau begitu eomma pergi dulu. Jaga dirimu baik baik. Eomma telah membawa makanan kesukaanmu, jangan lupa dimakan. semakin hari, berat badanmu semakin turun karena kau susah sekali untuk makan.." taehyung mengangguk kecil, kemudian yoona langsung beranjak dari tempatnya, dan kini hanyalah taehyung dan jisoo yang tersisa diruang rawat itu.

"Tau nggak chu, akhir akhir ini aku ngerasa nggak bisa jauh dari kamu..aku kangen chu~.." curhat taehyung pada jisoo walau ia tahu jisoo belum sadar namun ia yakin jisoo bisa mendengarnya dan berharap sang istri segera terbangun dari masa komanya.

"Kamu masih marah ya sama aku? Kapan kamu bangun? Kamu nggak cape ya merem mulu? Aku kangen chu, aku kangen senyum kamu, mata indah kamu, omelan kamu, semuanya.." ucapnya lirih lalu beralih mengecup dahi sang istri dengan penuh rasa rindu.










"Cepet bangun ya~aku kangen..saranghae~.."













Banyak banget yang ngira love destiny udah end..☺ belum kok.

Gimana, Next nggak nih??

Love Destiny|VsooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang