Kim taehyung, ikut berlari disaat para perawat dan dokter membawa sang istri menuju ruang ICU. Isak tangisnya tak terhenti sejak tadi karena tak kuasa melihat kondisi jisoo yang tak sadarkan diri dan terbaring lemah..
. .
"Maaf tuan kim, anda tidak bisa masuk kedalam..kalau mau, anda bisa tunggu disini"
"Apa-apaain ini?!! Aku suaminya, mana mungkin aku tak boleh masuk kedalam. Aku harus mendampinginya, dia pasti sedang kesakitan. Aku harus menemaninya.." kekeh taehyung.
"Sekali lagi saya mohon maaf. Anda tidak diperbolehkan masuk kedalam. Kalau pasien tidak segera ditangani kondisinya akan semakin memburuk.." taehyung mendengus, kesal.
"Baiklah, aku akan menunggu disini" tidak punya pilihan lain. akhirnya taehyung memutuskan kalau ia akan diluar saja, menunggu operasinya sampai selesai.
"Tuhan, kumohon selamatkan istriku..aku sangat menyayanginya..semoga saja operasinya bisa berjalan dengan lancar...jisoo kau harus kuat sayang..demi aku, aku mencintaimu.."
_____________________
. . .
Taehyung tak kuasa menahan isak tangisnya sejak tadi. Tidak! Bukan ini yang ia mau, tidak seharusnya semua ini terjadi..
Penyesalan demi penyesalan dilontarkan oleh bibir sang pria kim. Taehyung benar benar menyesal, dia tak akan bisa memaafkan dirinya kalau terjadi sesuatu dengan jisoo.
"Taehyung...."lirih seseorang, sontak membuat taehyung yang sedang terduduk lemas dilantai mengalihkan pandangannya pada seseorang itu berada.
Taehyung menoleh dan mendapati sosok sang ibu mertua dan juga ayah mertuanya disana. "Eommonim.." taehyung segera menghampiri sandara lantas memeluknya.
"Mianhe..hikss..hikss"
"Mianhe..eomma. a-aaku minta maaf, karenaku jisoo jadi seperti ini..hikss..hikss" taehyung menangis sejadi jadinya dibahu sandara. Sandara pun tak kalah sedihnya, ia pun juga syok tak kala mendengar kabar tentang jisoo.
Sandara mengelus punggung menantunya supaya taehyung jauh lebih tenang, tetapi bukannya tenang isak tangis taehyung malah semakin menjadi jadi..
. .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
"Seharusnya aku yang tertabrak, bukan jisoo. Aku salah, aku menyesal. Aku tidak menyangka jisoo akan melakukan ini..mianhe, tak seharusnya semua ini terjadi.."
"Aku tidak bisa menempati janjiku eommonim, mianhe..hikss..hikss. kau telah mempercayaiku untuk selalu menjaganya. Tetapi dia terluka karenaku, mianhe..aku benar benar tak--"